Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 232


__ADS_3

Bela tidak bisa menjawab lagi perkataan suami nya.


Di malam hari nya Bela baru saja selesai mengurus Vira. Dia melihat Dimas dan Kayla di ruang tamu membahas sesuatu kelihatan nya sangat Serius.


Dia mau memeriksa keadaan Yana terlebih dahulu.


"Yana, bagaimana keadaan kamu?" tanya nya kepada Yana.


Yana duduk di sofa kamar, dia menoleh ke arah Bela. "Aku sudah jauh lebih baik kok," ucap Yana.


"Bagus deh kalau begitu, nih teh hangat untuk kamu."


Dia duduk bersama Yana.


"Apakah dia masih menghubungi kamu?" tanya Bela. Yana mengangguk. "Kamu tidak perlu melayani nya, kamu cukup blokir saja semua nomor yang menelpon kamu."


Yana mengangguk. "Baiklah Bela. Terimakasih yah sudah mau membantu ku di masa-masa seperti ini."


"Tapi saran ku, cepat atau lambat kamu tetap harus ngomong sama orang tua kamu," ucap Bela.


Yana mengangguk. "Baiklah Bela. Oh iya besok aku akan ke rumah orang tua ku, kamu mau kan Nemanin aku?"


"Seperti nya aku gak bisa nganterin kamu, aku lagi hamil muda gak mungkin aku pergi jauh-jauh."


"Terus gimana dong? Kalau aku pergi sendirian aku sangat takut sekali," ucap Yana.


"Bagaimana kalau minta tolong kepada Kevin saja?" tanya Bela.


"Mana mungkin Kevin mau bela, dia juga sibuk sama urusan nya sendiri."


"Ya udah deh kalau begitu aku akan minta ijin sama kak Dimas," ucap Bela.


keesokan harinya..


"Kak.. ayo bangun..." ucap Bela membangun kan suami nya.


"Kenapa sayang?" tanya Dimas.


"Hari ini aku bisa kan nganterin Yana pulang mengunjungi orang tua nya?" tanya Bela.


"Rumah orang tua Yana bukan nya jauh? Dari sini memakan waktu tiga jam," ucap Dimas.


"Iyah aku tau, tapi kalau dia pergi sendirian dia tidak mungkin bisa, dia pasti sangat takut," ucap Bela.

__ADS_1


"Keadaan kamu kurang baik, kamu juga tidak boleh terlalu kelelahan," ucap Dimas.


"Enggak kok mas, aku tidak akan kelelahan hanya untuk mengantarkan dia saja. Aku kasihan mas," ucap Bela.


"Tidak bisa sayang, kamu mau membahayakan diri kamu sendiri?" tanya Dimas.


"Kalau begitu biar aku saja yang mengantar kan Yana," ucap Dimas.


"Aku tidak mau merepotkan kamu kak," ucap Bela.


"Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada kamu dan anak kita," ucap Dimas. "Yakin kakak gak apa-apa? Aku minta maaf merepotkan kakak."


"Tidak apa-apa sayang, aku gak mau kamu kenapa-napa hanya karena ini."


Akhirnya Dimas yang mengantar kan Yana. "Bela, aku pergi dulu yah, mungkin dia hari aku akan menginap di sana."


"Jaga diri baik-baik yah, kamu kembali lagi setelah sudah bosan di rumah orang tua kamu."


"Sayang, aku berangkat dulu yah," ucap Dimas mencium kening istrinya dan juga perut Bela.


Mereka pun meninggalkan halaman rumah Bela. "Alhamdulillah.. kak Dimas tetap perduli dengan teman ku walaupun dia harus kesusahan seperti ini."


"Aku minta maaf yah pak, sudah merepotkan Bapak,* ucap Yana.


"Tidak apa-apa, saya melakukan ini karena kamu adalah teman istri saya," ucap Dimas.


"Baik Pak."


Selama di perjalanan tidak ada percakapan apapun, sekali Dimas berhenti untuk makan siang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai juga di depan rumah Yana. "Bapak tidak ingin mampir?" tanya Yana.


"Tidak perlu, saya akan langsung pulang," ucap Dimas. "Terimakasih banyak yah Pak," ucap Yana.


"Hubungi saja nomor saya Kaka kamu mau pulang, jangan menghubungi Bela karena dia bisa kefikiran dan membuat kesehatan tubuh nya kurang."


"Iyah pak," Yana keluar dari dalam mobil, dan Dimas segera pergi meninggalkan halaman rumah Yana.


"Yana.. anak Mamah.. Kami sangat merindukan kamu," ucap orang tua nya langsung memeluk Yana.


"Siapa yang nganter kamu? Kenapa tidak kamu suruh masuk?"


"Itu pasti pacar kamu yang kamu ceritain itu kan? Humm pelit banget sih sama mamah dan papah, kami juga mau kenalan."

__ADS_1


Yana kebingungan dengan tanggapan orang tua nya, dia tidak tau harus ngomong apa selain menginyakan saja perkataan orang tua nya.


"Iyah mah, nanti kalau ada waktu aku akan memperkenalkan dia sama mamah dan papah."


"Ayo kita masuk ke dalam," ajak mereka.


Tiga jam kemudian, walaupun sangat lelah Dimas menyempatkan diri untuk bertemu dengan beberapa teman nya di luar karena sudah janji mau bertemu dengan mereka.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Cafe biasa tempat mereka nongkrong sejenis bar khusus perkumpulan pria pengusaha.


Namun baru saja sampai tiba-tiba dia di hentikan oleh satu Pria yang tidak asing.


Dia cukup kaget, dia menatap wajah pria itu dan ternyata kekasih Yana.


"Ada apa anda menghalangi jalan saya?"


"Jangan mentang-mentang bapak memiliki kuasa, Bapak seenaknya ikut campur dengan urusan pribadi saya!" ucap pria itu mengancam Dimas dengan suara yang begitu kuat sehingga orang yang ada di dalam bisa mendengar nya.


"Jangan membahas itu di sini! Saya tidak ikut campur hanya saja di a butuh pertolongan dari pria seperti anda!"


"Saya tidak akan pernah diam, kalau anda masih ikut campur saya akan membuat bapak menyesal!" ucap nya dan segera pergi.


Dimas menghela nafas panjang. Dia merapikan jas nya.


"Siapa pria itu pak Dimas? kenapa kelihatan nya dia tidak sopan kepada Bapak?" tanya rekann nya.


"Saya memiliki masalah pribadi dengan nya, hal sepele seperti."


"Seperti nya pria itu mabuk, dia tidak sadar siapa yang ancam nya," ucap teman nya lagi. Dimas hanya tersenyum tipis saja.


karena semua teman-temannya menghargai dan menghormati dia, begitu juga dia kepada semua rekan nya.


Baru beberapa menit namun dia sudah tidak nyaman karena kefikiran perkataan Pria tadi untuk membuat Dimas menyesal.


Dia sangat takut istri nya kenapa-napa dia langsung meminta penjaga yang biasa hanya ada beberapa sekarang tambah banyak begitu juga untuk Vira.


Walaupun istrinya tidak tau kalau ternyata selama ini dia si kelilingi oleh bodyguard nya.


Dimas tidak takut dengan ancaman pria itu terhadap dirinya, dia hanya mengkhawatirkan istri dan adik ipar nya.


Tidak bisa lama-lama, dia langsung pamit pulang kepada teman-teman nya.


Namun teman nya memaksa nya untuk minum karena tidak menghargai pertemanan kalau tidak minum itu sebabnya dia sedikit mabuk ketika pulang ke rumah.

__ADS_1


Sesampainya di rumah istri nya tidak menyambut nya. Ternyata dia sedang di dapur bersama Kayla.


"Kakak sudah pulang?" tanya Bela melihat suami nya. Namun tiba-tiba Dimas jatuh ke lantai. Mereka berdua kaget melihat itu.


__ADS_2