Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 215


__ADS_3

"Gak apa-apa mbak, aku bisa ke sekolah sendirian, lagian sangat dekat kok," ucap Vira menyalim tangan Bela dan langsung pergi membuat Bela terdiam Heran.


Dimas baru saja keluar, dia melihat Vira pergi sendirian.


"Kenapa Vira berangkat sendiri?" tanya Dimas.


"Gak tau, katanya dia bisa sendiri," ucap Bela.


"Sangat aneh," ucap Dimas.


"Biarkan saja kak, ayo sarapan," ajak Bela.


Dimas sampai di kantor...


"Apakah kah libur mu menyenangkan Serli?" tanya Dimas.


Serli menggeleng kan kepala nya. "Tidak menyenangkan Pak."


"Bagaimana bisa? apakah kurang lama?"


"Bukan begitu Pak, hanya saja ada seorang yang membuat ku jengkel."


Dimas tidak mengerti dia juga tidak ingin banyak tanya karena melihat wajah Serli yang terlihat sangat bad mood.


"Tok!! tok!! tok!!"


"Masuk," suruh Dimas.


Serli melihat Roi. "Kemarin kalian sama-sama libur, ada acara keluarga, saya penasaran apa kalian pergi bersama?" tanya Dimas.


"Mana mungkin pak," elak Roi.


"Tidak mungkin lah pak, aku benar-benar memiliki acara keluarga, aku juga tidak tau kalau dia libur karena setiap harinya dia pasti libur," ucap Serli.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak," ucap Serli.


"Tunggu sebentar, kamu mau kemana?"


"Keruangan pak," ucap Serli.


"Sebentar, kamu ada pekerjaan baru menemani Roi bertemu dengan klien dari luar kota."


"Kenapa saya dengan Roi pak?" tanya Serli.


"Saya harus mengantarkan istri saya ke rumah sakit memeriksa kandungan nya siang ini."


"Tapi Pak," "Tidak ada tapi-tapian," ucap Dimas.


Serli yang sedang tidak mood dengan Roi malah di suruh berangkat bersama Roi.


"Pak Dimas pasti sengaja nih," batin Serli.


"Kalau kami baik-baik aja gak masalah, aku sangat membenci nya sekarang," ucap Serli.


Setelah mereka keluar dari ruangan Dimas. Dimas tersenyum.


"Mereka berdua kalau jodoh lucu juga," batin Dimas.


"Ada-ada saja memang, terkadang baikan, terkadang seperti anjing dengan kucing," ucap Dimas.


Di siang hari nya, Roi membuka kan pintu mobil untuk Serli. Dengan wajah datar dia berjalan ke pintu belakang.

__ADS_1


Roi menahan Serli, "duduk di depan," ucap nya.


Serli menghela nafas panjang.


"Seharusnya aku tidak ikut pulang ke rumah keluarga mu kemarin, aku sangat menyesal," ucap Serli.


"Apakah kamu cemburu kepada Tami?" tanya Roi.


"Cemburu? Aku cemburu kepada wanita yang hanya mengandalkan wajah saja? Tidak mungkin aku cemburu," ucap Serli.


"Lalu kenapa kamu sangat marah seperti ini?" tanya Roi.


"Kamu masih nanya? dia merendahkan aku di depan semua keluarga kamu," ucap Serli.


Roi tersenyum dia menarik tangan Serli menggenggam nya sambil mencium punggung tangan Serli.


"Apakah kamu tidak pernah dengar istilah menguji calon menantu?" tanya Roi.


"Jadi maksud kamu apa sedang di uji?"


"Bisa jadi, karena itu bukan lah sifat asli orang tua ku," ucap Roi.


"Tapi tetap saja, kalau masih ada wanita benalu itu, aku tidak suka!"


"Dia hanya orang lain sementara kamu adalah calon menantu di rumah itu."


"Sudah lah, aku tidak mau membahas itu," ucap Serli.


"Apa kamu masih marah?"


Serli tidak menjawab.


Namun tiba-tiba saja Serli kefikiran mengambil video di saat Roi mencium tangan nya Tampa henti.


Dia mengirimkan Video itu ke Instagram Tami.


Tami yang sedang santai, merawat wajah dan kulit nya di balkon rumah orang tua Roi langsung membuka handphone nya ketika mendengar pesan masuk.


"DM dari Roi?" ucap nya sudah sangat senang sekali.


Ternyata Serli memakai aku. kekasih nya dan dia juga bisa melihat pesan-pesan yang kirim oleh Tami kepada Roi.


"oh my God!!!!!" dia menjerit ketika membuka video itu.


"Ini benar-benar sangat tidak mungkin." ucap nya.


"Tami, ada apa?" tanya Ibu nya Roi.


"Gak apa-apa kok Tante, aku hanya terkejut melihat video."


Tami melihat lagi. "Seharusnya aku yang di gituin oleh Roi, bukan wanita itu!"


Tami membalas nya. "Humm sebelum kamu merasakan nya, aku sudah terlebih dulu di cintai oleh Roi," balas nya.


Serli yang membaca itu sangat kesal. Roi kaget karena Serli menarik tangan nya tiba-tiba.


"Kenapa kamu tidak bilang dari awal kalau kamu memiliki mantan?" tanya Serli.


"Aku dengan Tami hanya berteman akrab, namun keluarga kami menjodohkan kamu berpacaran beberapa bulan namun tidak ada kecocokan."


"Sudah melakukan apa saja dengan Tami?"

__ADS_1


"Ya layak nya orang berpacaran," ucap Roi.


"Kamu mencium nya? Kamu juga memeluk nya seperti yang kamu lakukan kepada ku?" tanya Serli.


Roi tidak menjawab saja Serli sudah sangat kesal. "Mulai dari sekarang jangan sentuh aku lagi, jangan coba-coba untuk memanggil ku sayan!"


Roi menghela nafas panjang. Dia hanya bisa diam sebelum kekasih nya menjadi singa ngamuk.


Dimas menjemput Bela ke kampus nya. "Hai kak," sapa Bela sambil menyalim tangan suami nya.


Dimas melihat Kevin dan Yana.


"Humm hari ini aku pulang dengan kak Dimas yah, kami mau ke rumah sakit juga," ucap Bela.


"Ya udah kamu hati-hati yah, semoga kandungan kamu sehat-sehat terus," ucap Kevin.


Dimas Menatap tajam ke arah Kevin, namun Kevin tidak akan perduli dengan cemburu Dimas.


Dimas membawa istri nya masuk ke dalam mobil. "Apa kita jemput Vira Dulu?" tanya Dimas.


"Gak usah kak, dia pasti sudah tidur siang sekarang."


"Ya sudah kalau begitu, kita ke rumah sakit yah, aku tidak sabar melihat perkembangan bayi kita."


Fahri menyusul istri nya untuk makan siang bersama. "Sayang aku punya sesuatu untuk kamu," ucap Fahri. Dia meminta Kayla tutup mata terlebih dahulu.


Dan dia memberikan Bunga yang dia beli untuk istri nya.


"Ini untuk aku?" tanya Kayla.


"Kamu suka?"


"Suka banget, tumben-tumbenan banget kamu beliin aku bunga."


"Hari ini aku juga mau ngajakin kamu belanja, beli apapun yang kamu mau."


"Seriusan?" tanya Kayla.


"Iyahh," ucap Fahri.


Kayla tampak sangat senang sekali. "Oh iya kedua mertua ku bilang kalau sebaiknya kita pindah rumah, apa kamu ingin pindah?"


"Sebenarnya di apartemen yang sekarang sangat nyaman, karena hanya kita berdua saja."


"Tapi ini akan sulit kalau ada tamu, atau keluarga yang datang," ucap Fahri.


"Terserah kamu saja, aku ikut saja mau di bawa kemana aja."


Fahri tersenyum. "Hum ngomong-ngomong apa kamu tidak ada rencana mau honeymoon?" tanya Kayla.


"Humm ada sih, tapi setelah mendapatkan waktu luang sedikit."


"Bukan kah kamu sendiri yang sebelumnya tidak mau honey moon? kenapa tiba-tiba bertanya?" tanya Fahri.


"Enggak apa-apa sih, aku hanya ingin tanya saja," ucap Kayla.


"Nanti yah, Kalau aku sudah punya waktu untuk liburan."


Kayla mengangguk sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu ayo lanjut makan," ucap Fahri.

__ADS_1


__ADS_2