
Bela mengingat tentang dulu. "Itu hanya sekedar hubungan seperti itu karena dulu kami cukup akrab mbak."
"Jadi benar kalian saling menyukai?"
"Tante.... Aku sudah mengatakan tidak ada hubungan di antara mereka berdua," ucap Dimas yang baru saja datang ke.
"Sudah lah, tidak perlu di bahas lagi," ucap Dimas.
Sebelum berangkat mereka sarapan terlebih dahulu, tidak beberapa lama Kayla pun pergi.
"Kak, apa kita harus berangkat sekarang? aku sangat gugup sekali," ucap Bela.
"Ayo berangkat jangan lama-lama, apa kamu mau ketinggalan pesawat?" tanya Dimas.
"Jangan ragu, kamu bersama ku, lagian Fahri sudah menunggu di depan."
Bela mengangguk, sebelum berangkat dia membaca doa terlebih dahulu.
Mereka pun sudah berangkat ke kota Nenek dan kakek Dimas.
Selama perjalanan Bela sangat gugup, sementara Vira dan juga Dimas happy-happy saja dengan perjalanan mereka.
Beberapa jam kemudian akhirnya sampai. Supir dari keluarga Dimas datang menjemput mereka ke bandara.
"Kak, aku sangat gugup sekali."
"Sudah, tidak perlu khawatir seperti itu," ucap Dimas.
Bela menghela nafas panjang.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan rumah nenek kakek Dimas.
"Ini adalah rumah Kakek dan nenek om, nanti kamu akan bertemu dengan mereka," ucap Dimas kepada Vira.
"Wahh aku gak sabar om, aku sangat ingin bertemu dengan mereka," ucap Vira.
"Dimas.... Kamu sudah datang?" tanya Tante Dimas saudara ibu nya yang paling tua.
"Iyah Tante," ucap Dimas menyalim dan memeluk Tante nya itu.
"Kamu sangat berubah sekarang, sangat tampan," ucap Tante nya itu.
"Terimakasih Tante, bagaimana kabar Tante di sini? Tumben banget Tante di sini?" tanya Dimas.
"Sebenarnya Tante sangat jarang ke sini, cuma karena kamu memberikan kabar akan datang membawa calon istri kamu, akhirnya kami semua berkumpul."
Dimas tersenyum. Bela dan Vira berjalan mendekati mereka. "Kenalin Tante, ini namanya Bela, dan ini Vira."
__ADS_1
Tante yang tidak tau apa-apa hanya bisa tersenyum hangat kepada Bela dan Adek nya walaupun sedikit kebingungan melihat Vira.
"Apakah itu anak nya? Tapi seperti nya dia masih sangat muda, tidak mungkin memiliki anak secepat itu," batin Tante Dimas.
Dimas berjalan masuk ke dalam rumah, semua orang menyambut nya dengan sangat baik, ternyata sudah banyak keluarga yang menunggu nya di dalam.
"Selamat datang kembali di rumah ini," ucap Mereka.
Namun mereka semua tiba-tiba terdiam dan terkejut karena melihat Bela.
Mereka sudah tau wajah Bela, namun mereka belum tau dengan isu hubungan Dimas dengan Bela..
"Nenek, aku sangat merindukan nenek," ucap Dimas memeluk nenek nya.
"Kemari lah cucu ku, nenek juga sangat merindukan kamu, kemari lah."
"Mana calon istri kamu? Bukan kah kamu bilang ingin membawa calon istri kamu?"
Mereka masih berusaha untuk ceria seperti biasa, walaupun Bela berhasil membuat suasana menjadi sangat dingin.
"Kenalin Nenek, Kakek, ini adalah calon istri ku namanya Bela. Dan ini adalah Vira adik kandung nya."
Tiba-tiba Kakek nya yang memiliki wajah galak langsung berdiri.
Namun mereka berusaha untuk meminta Kakek untuk tenang terlebih dahulu.
Dimas mengangguk. "Aku tau, dan aku juga sadar."
"Kenapa? Apa tidak ada perempuan lain sehingga kamu memilih dia?"
"Tante, kamu baru saja sampai, apa Tante dan semua nya tidak ingin menyapa Bela?"
"Tidak! Anak pembunuh itu tidak bisa masuk ke dalam keluarga kita," ucap kakek dengan suara yang sangat besar.
Bela sangat takut dia hanya bisa menunduk kan kepala nya dan berdiri di belakang Dimas.
"Kakek... Aku tau kalian pasti sangat sulit menerima ini, tapi yang bersalah adalah orang tua nya, bukan Bela."
"Aku akan menceritakan semua nya," ucap Dimas.
"Kami tidak menerima cerita apapun, kami tidak akan setuju dengan hubungan kalian, pergi bawa perempuan itu dari rumah ini."
"Tante... Aku mohon pengertiannya, kalian yang ingin aku menikah cepat, namun ketika aku sudah mendapatkan wanita yang aku mau, Kalian tidak setuju?" tanya Dimas.
"Apa kamu tidak bisa berfikir dengan baik? Setelah kamu membawa anak pembunuh orang tua kamu ke sini kamu masih berharap kami merestui nya?"
"Hubungan ku dengan Bela sudah lama, sebelum orang tua nya masuk penjara."
__ADS_1
"Dimas! Jangan keras kepala kamu, kami sama sekali tidak merestui hubungan kamu dengan dia. Setelah orang tua nya membunuh kedua orang tua mu dengan secara sadis beberapa tahun yang lalu dan sama sekali tidak mengakui nya dan sekarang kamu mau menikahi anak nya?"
"Apa kamu tidak takut kalau dia akan menusuk keluarga kita?"
"Bela tidak seperti itu," ucap Dimas.
Karena Keadaan lagi sangat ricuh dan tegang, mereka masih terkejut.
"Sudahlah sebaiknya kamu istirahat terlebih dahulu, kakek dan nenek juga harus lebih tenang," ucap Tante Dimas di bawah Ibu nya.
Karena Tante Dimas ada tiga orang, namun hanya Kayla yang belum menikah.
Dia menjadi penengah di ketegangan itu.
"Kak..." ucap Bela setelah sampai di kamar yang sudah di siapkan untuk Bela dan Vira karena terpisah dengan kamar Dimas.
"Sudah tidak perlu sedih seperti itu, kita tidak boleh menyerah."
"Bagaimana kalau akhirnya mereka terus tidak merestui nya, apa sebaik nya kita pulang saja?" tanya Bela.
Dimas menggeleng kan kepala nya. "Untuk mendapatkan ini butuh perjuangan, selagi kamu bersama ku, aku akan terus berjuang Tampa henti."
Bela terdiam. "Kamu istirahat saja dengan Vira, aku akan istirahat di kamar ku."
Setelah Dimas pergi Vira menghampiri nya.
"Mbak, kita ngapain di sini? Kenapa semua orang yang tinggal di sini sangat jahat? Aku tidak mengerti apa yang mereka maksud mengatakan kita anak pembunuh."
"Ya Allah, kalau aku tau semua nya akan seperti ini, mungkin sebaiknya aku tidak perlu membawa Vira ke sini, kasian dia," bela memeluk Vira.
"Karena perbuatan orang tua ku, aku harus menanggung semua nya seperti ini, aku di benci oleh banyak orang bukan karena kesalahan ku sendiri," ucap Bela.
Dimas mengetuk kamar Kakek dan neneknya. Namun yang keluar adalah Tante pertama nya.
"Ada apa Dimas?"
"Aku ingin berbicara dengan Kakek."
"Jangan sekarang, sebaiknya biarkan mereka memikirkan nya terlebih dahulu, kamu ikut kami sebentar."
Dimas mengikuti keluarga nya itu. Dan sepanjang pembicaraan mereka tampak tidak setuju dengan pernikahan yang di bicarakan sebelumnya.
Mereka tidak mau menikah kan Keponakan mereka kepada anak pembunuh itu.
Dimas sangat sakit mendengar itu, tapi sudah lebih baik jika Bela tidak mendengar nya.
"Aku sangat mencintai Bela, apapun yang terjadi aku ingin menikahi nya, aku akan tetap menikah dengan nya walaupun kalian tidak setuju."
__ADS_1