
Serli bersih-bersih tubuh nya, dan setelah selesai dia membaringkan tubuhnya di kasur meluruskan pinggang nya yang seharian duduk di sana."
Tiba-tiba handphone nya berdering, seketika sudut bibir nya naik ketika melihat panggilan video dari kekasih nya.
"Halo?"
"Apa kamu belum tidur?" tanya Roi.
Serli menggeleng kan kepala nya.
"Aku sudah mau sampai di depan rumah kamu, apa kamu mau sesuatu?"
Serli menyentuh perut nya yang belum di isi oleh nya, cacing yang di perut nya sudah berontak minta makan karena dia sangat mager jadi menunda nya.
Dia menitipkan makan kepada Roi. Setelah selesai menelpon Serli bangkit dari tempat tidur dia memoles wajah nya sedikit agar tidak terlihat pucat di depan kekasih nya.
Tidak beberapa lama akhirnya Roi sampai, Serli sudah menunggu dari tadi di depan pintu.
"Apa kamu menunggu ku dari tadi?" tanya Roi.
Serli tersenyum sambil mengangguk.
Mereka masih malu-malu, sehingga kedua nya belum bisa bersifat pada umumnya.
Untuk pertama kalinya Roi makan malam di rumah Serli. Walaupun rasanya canggung bagaimana, tapi dia juga sangat senang.
Kedua nya masih sama-sama belajar untuk bersikap.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan. Roi pamit pulang karena tidak enak lama-lama di sana, dan juga sudah malam.
Serli melihat jam. "Huff perasaan tadi masih jam delapan, kok sudah jam setengah sepuluh aja sih?" guman nya dengan sangat kesal.
"Ya udah deh kalau begitu, kamu hati-hati yah."
Roi mengangguk. Dia mengambil kunci mobil nya dan di antar ke depan oleh Serli.
"Sampai jumpa besok," ucap Roi melambaikan tangan nya dan mengeluarkan mobil dari parkiran rumah Serli.
"Huhhh aku bisa bernafas dengan lempang, aku sangat gugup walaupun sudah hampir satu Minggu pacaran tetap saja aku merasa sangat gugup sekali."
"Tapi tidak bisa di pungkiri aku sangat ingin bersama nya terus menerus," batin Serli sambil senyum-senyum.
Besok pagi nya...
"Kamu mau kemana?" tanya Kayla melihat Fahri sudah rapi.
"Hari ini dia ikut dengan ku ke lapangan." Ucap Dimas langsung.
"Loh, hari ini aku sama Fahri mau mengajak Nenek dan kakek jiarah."
"Bukan nya ada pengawal lain?" ucap Dimas.
"Tapi, kita sudah janji sebelum nya."
__ADS_1
"Hari ini tidak bisa karena masih banyak pekerjaan. Tante bisa pergi bersama pengawal Tante."
"Ih kamu nyebelin banget sih Dimas!"
"Bukan kah, Tante sendiri yang bilang tidak mau bersama Fahri lagi?"
Kayla tampak sangat kesal sekali. Dimas hanya bisa tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, ayo berangkat Fahri. Saya tunggu di mobil."
"Benar-benar yah kamu Dimas! awas aja nanti," ucap Kayla terlihat sangat marah.
"Apa lihat-lihat? Kamu senang kan melihat Dimas balas dendam sama aku karena mengganti kamu?"
Fahri menggeleng kan kepala nya. "Bukan seperti itu."
"Sudah lah, kamu sama saja mau balas dendam sama ku."
Fahri tersenyum tipis. "Aku pamit dulu yah," ucap Fahri langsung pergi.
"Aaaa!! lihat saja kamu Dimas!"
Kayla sudah berangan-angan hari ini akan mendekat kan Fahri kepada orang tua nya.
Dia juga ingin sesekali pergi dengan orang tua nya bersama calon suami nya itu.
"Kayla.. Ada apa nak? kenapa kamu teriak seperti itu?" tanya Nenek.
"Dimas mah, dia ngeselin banget."
"Ihh Mamah, aku ini anak mamah paling bungsu, kenapa mamah tidak pernah di pihak ku?"
"Sudah-sudah jangan seperti anak kecil! kamu pergi mandi dan siap-siap," ucap Kakek.
"Ihh papah...." ucap Kayla sambil cemberut.
Dia masuk ke dalam kamar nya lagi.
Nenek dan kakek hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak mereka itu.
"Anak kesayangan kamu itu," ucap nenek kepada Kakek. Kakek hanya bisa tersenyum saja.
Tidak beberapa lama akhirnya Dimas dan Fahri sampai di kantor.
"Tumben banget bapak tidak mampir ke rumah Bela terlebih dahulu?" tanya Fahri.
"Bela melarang saya datang. Dia tidak ingin kita sering-sering bertemu."
Bela selesai mengantarkan Vira sekolah dia langsung ke kampus seperti biasa.
Namum karena tidak sarapan dari rumah dia hanya membuat Bekal untuk adik nya. Dia menyempatkan diri untuk mampir sarapan.
Namun ternyata dia bertemu dengan Serli dan Roi di sana.
__ADS_1
"Mereka berdua sarapan bersama?" ucap Bela yang duduk di meja tidak jauh dari mereka.
Bela sangat heran melihat Serli dan Roi yang sangat malu-malu, namun terlihat sangat romantis karena Roi sangat pekaan dan juga perhatian.
Bela iseng mengambil foto mereka berdua dan mengirim kan nya kepada Dimas.
"Apakah mereka benar-benar pacaran? Bukan kah kakak bilang mereka sudah tidak berteman lagi?"
Isi pesan nya untuk Dimas namun belum di baca.
"Mbak Serli," panggil Bela dari belakang mereka. Serli menoleh ke belakang dia sangat kaget ada Bela di belakang mereka.
Serli dan Roi langsung menjaga jarak.
"Tumben banget mbak sarapan di sini?" tanya Bela.
"Humm kebetulan saja karena belum sarapan, dan ini kelihatan nya sangat enak."
Bela menoleh ke arah Roi yang hanya diam saja.
"Kamu jangan salah paham, kami ada pekerjaan itu sebabnya bersama."
Bela mengangguk mengerti. Setelah selesai sarapan Bela langsung pamit pergi karena sudah telat.
"Hufff akhirnya dia pergi."
"Kamu mau merahasiakan hubungan kita ini?" tanya Roi.
Serli menggeleng kan kepala nya. "Bukan seperti itu, hanya saja sebelum nya semua orang sudah tau kalau aku sangat membenci kamu, aku sangat malu kalau mereka tau kita pacaran."
"Kamu benar, sebelum nya aku juga sudah bilang kalau aku tidak akan mengejar kamu lagi," ucap Roi.
Mereka sama-sama menjilat air ludah sendiri itu sebab nya sama-sama malu.
Dimas membuka handphone nya. Dia tiba-tiba tersenyum di depan Staf nya.
"Tidak mungkin mereka pacaran, lagian kamu tau kalau mereka sama-sama tidak cocok," balas Dimas.
Dimas baru menyadari kalau Staf nya memerhatikan dia dari tadi yang senyum-senyum.
Dia langsung memasang wajah datar dan kembali bekerja.
Bela sampai di kelas, namun dia heran kenapa Yana belum datang, dia bertanya kepada Kevin, dia juga tidak tau.
Dia mengirimkan pesan kepada teman nya itu namun tidak di balas.
"Kemana sih dia? kenapa tidak di jawab sih? sebentar lagi kelas di mulai."
Namun sudah siang, tetap saja Yana tidak datang.
Di kantor Serli bertemu dengan Dimas di jam makan siang.
"Hari ini kamu terlihat sangat bersemangat sekali, pekerjaan kamu hari ini semua nya berjalan dengan baik."
__ADS_1
"Iyah Pak."
Dimas menatap wajah Serli.