Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 237


__ADS_3

"Kenapa kamu malah ngusir aku sih? aku kan cuman ngajak kamu makan, apa kamu tidak mau?" tanya Roi.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau, apa kamu tidak mendengar nya?" tanya Serli.


"Baiklah kalau begitu, aku akan makan sendirian kalau begitu," ucap Roi.


Suara di balik pintu kamar sudah tidak terdengar lagi, Serli langsung memakai baju nya. Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


Serli membuka handphone dan laptop nya sebentar, namun dia tiba-tiba teringat kepada Roi. "Apa yang dia lakukan di luar sana?" batin Serli.


Serli membuka pintu perlahan, namun dia sangat kaget karena ternyata Roi makan tepat di balik pintu nya.


"Roi! Apa yang kamu lakukan di depan pintu kamar ku?" tanya Serli kesal.


"Aku hanya mau makan bareng kamu, apa itu salah?" tanya Roi.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak mau makan."


"Ya udah kalau begitu, aku mau makan di sini karena ada kamu saja," ucap Roi.


"Terserah kamu deh, aku pusing melihat kelakuan kamu yang tak jelas ini!" ucap Serli.


Roi menoleh ke arah Serli, "Apa kamu tidak mau makan?" tanya Roi.


Serli melihat makanan yang terlihat sangat enak dan juga Roi makan sangat lahap membuat nya tergoda.


"Ayo coba saja, kamu tidak perlu ragu-ragu seperti itu," ucap Roi.


Akhirnya Serli nimbrung makan di depan pintu kamar nya itu.


"Kamu lapar kan? Kamu sih kerjaan nya marah-marah mulu, maka nya besok kalau di ajak makan, langsung makan," ucap Roi.


Serli belum makan, dia sudah tidak perduli dengan yang di katakan Roi dia menghabis kan makanan nya dengan cepat.


"Kenapa kamu Menatap ku seperti itu?" tanya Serli kesal dengan tatapan Roi kepada nya.


"Kamu sangat cantik kalau tidak marah-marah," ucap Roi.


"Kamu bilang, aku cantik kalau sedang marah-marah, sekarang aku cantik juga kalau tidak marah, yang benar yang mana?" tanya Serli.


Roi tertawa mendengar nya. "Kamu tidak paham dengan apa yang aku maksud?" tanya Roi.


"Aku tidak tau," ucap Serli.


"Itu artinya, kamu cantik banget, mau sedang marah, atau tidak lagi tidur atau lagi beraktivitas kamu tetap sangat cantik sekali," ucap Roi.

__ADS_1


"Lebay banget sih, berlebihan tau gak kalau seperti ini!" ucap Serli.


"Siapa bilang berlebihan? Ini kenyataan nya kok," ucap Roi.


"Huff terserah kamu deh, aku mau tidur."


Namun tangan nya di tahan oleh Roi. "Lepaskan Roi, besok aku harus bekerja," ucap Serli.


Roi menghela nafas panjang. "Kamu akhir-akhir ini sangat sering menghindari aku, marah-marah kalau aku datang ke sini dan selalu meminta ku pergi, apa kamu membenci ku?" tanya Roi.


"Aku tidak membenci kamu," ucap Serli.


"Lalu kenapa?" tanya Roi.


"Apa kamu bosan?" tanya Roi.


"Bukan bosan Roi, aku hanya tidak mau pak Dimas tau tentang kita ini. Seperti nya pak Dimas sudah mulai tau."


"Apalagi...."


"Kenapa?" tanya Roi.


"Aku sudah bilang kepada Mbak Bela tentang ini," ucap Serli.


"Bagus kalau mereka tau, jadi tidak perlu private seperti ini," ucap Roi.


"Berbicara dengan kamu membuat ku pusing saja, kamu tidak akan tau," ucap Serli.


"Aku mau kita putus saja," ucap Serli. "Loh kok jadi seperti ini sayang? Apa yang salah dengan hubungan kita sehingga kamu mau putus seperti ini?" tanya Roi.


"Aku hanya ingin fokus bekerja Tampa mengkhawatirkan apapun seperti sebelumnya." ucap Serli.


"Apa aku terlalu mengganggu kamu?" tanya Roi.


"Kalau kamu tidak mau terganggu, aku akan lebih mengatur waktu dan tidak akan sering datang ke sini. Tapi ketika kamu ada waktu kabarin aku saja, aku pasti akan datang," ucap Roi.


"Baiklah kalau begitu, aku tidak akan memaksa kamu keluar," ucap Roi.


"Tapi aku mohon jangan memutuskan hubungan kita, mungkin karena kamu lelah sampai berfikir demikian," ucap Roi.


"Aku minta maaf sudah membuat kamu kesal dan pusing karena aku," ucap Roi. Serli tidak menjawab apapun dia berdiri dan langsung ke kamar.


Serli menutup pintu setelah itu melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


"Arrgggg!!!! ini sangat membingungkan aku, apa yang harus aku lakukan?" batin Serli.

__ADS_1


"Ah sudahlah, tidak ada gunanya juga aku pusing-pusing memikirkan hal ini," ucap Serli.


Dia sudah sangat pusing memikirkan pekerjaan di tambah lagi hubungan nya.


Sementara Roi duduk di ruang TV sebentar, dia melihat ke arah kamar Serli terus menerus, berharap Serli datang membuka kan pintu untuk nya dan berbicara dengan baik kepada nya.


Dia sangat kaget ketika Serli tiba-tiba ngajak putus Tampa ada alasan.


Roi berbaring sebentar, duduk dan sesekali berjalan kesana-kemari.


Di rumah Bela... Bela menunggu kedatangan Yana di depan rumah. Tidak beberapa lama akhirnya datang setelah jam lima sore.


"Bela...." ucap Yana langsung memeluk Bela.


"Sudah-sudah, tidak apa-apa, kamu tidak perlu sedih ada aku di sini untuk kamu," ucap Bela.


"Aku sangat sedih Bela, apa yang harus aku lakukan?" tanya Yana.


"Bagaimana dengan orang tua kamu? apa mereka tau?" tanya Bela. "Mereka belum tau, tapi aku tidak sanggup membohongi mereka," ucap Yana.


"Jangan sampai mereka tau, kalau mereka tau mereka pasti akan sedih juga."


"Mereka pasti akan marah dan tidak menganggap aku anak lagi, aku sangat takut sekali," ucap Yana sambil menangis.


Bela tidak tau harus apa, dia berusaha menenangkan Yana agar tidak menangis lagi.


"Tidak perlu menangis Yana, ada aku di sini," ucap Bela.


"Maafkan aku yah selalu merepotkan kamu, aku benar-benar minta maaf," ucap Yana sambil menghapus air mata nya.


Bela mengajak nya masuk terlebih dahulu. Karena takut ada orang suruhan mantan nya.


"Kamu istirahat saja yah, tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak perlu di pikirkan, fokus saja sama diri kamu sendiri," ucap Bela.


Yana mengangguk dia langsung ke kamar. Bela juga ke kamar nya karena dia tidak sanggup untuk berdiri lama, dia ingin berbaring terus menerus karena kepala dan badan nya terasa sangat berat.


"Aku sangat ingin makan buah asam, apa aku minta kak Dimas saja yang beli?" tanya Bela dalam hati, namun tiba-tiba handphone nya berdering.


"Halo Tante?"


"Bela.. Aku lagi perjalanan ke rumah kamu bersama Fahri, apa kamu mau sesuatu?" tanya Kayla karena tau Keponakan nya itu pasti lagi ngidam hamil muda.


"kebetulan banget Tante, aku sangat ingin makan buah yang asam, apa Tante bisa membeli nya untuk ku sebentar?" tanya Bela.


"Tentu bisa dong," ucap Kayla langsung.

__ADS_1


__ADS_2