Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 32


__ADS_3

"Apa maksud Bapak mengatakan seperti itu kepada Vira Pak? Bagaimana kalau ada yang mendengar dan salah paham?"


"Kalau ketua yayasan tau saya tidak akan memiliki kekasih mereka tidak akan membiarkan saya membawa Vira keluar lagi."


"Jadi Bapak bilang saya Istri Bapak?"


"Humm tidak istri, melainkan tunangan saya jadi kamu harus pandai berpura-pura."


Bela menghela nafas panjang.


"Tidak bisa pak, bagaimana bisa kita membohongi orang lain seperti itu."


"Kalau begitu menikah lah dengan saya agar kita tidak membohongi orang lain."


Bela mendengar itu sangat kaget.


"Maaf Pak, saya tidak bermaksud seperti itu. Saya tidak akan mengatakan apapun maafkan saya."


Bela seketika langsung trauma sudah protes tentang itu dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Bukan perempuan kalau tidak banyak protes," batin Dimas.


Mereka menuju ke restoran yang sudah di janjikan sebelum nya dengan Serli dan juga Fahri.


"Wah restoran nya bagus banget Om, aku belum pernah makan di tempat seperti ini, pasti makanan nya sangat enak."


"Tentu dong, kamu harus mencoba semua menu yang ada di sini," ucap Dimas sambil menggendong Vira.


Fahri dan Serli sudah menunggu di dalam dari tadi. Dari kejauhan mereka melihat Bela dan juga Dimas datang.


"Fahri-Fahri! Lihat deh ke arah sana."


Fahri melihat mereka.


"Itu anak siapa? Apakah itu Vira?" tanya Serli.


"Vira itu siapa?" tanya Fahri.


"Anak yang di sukai oleh pak Dimas di salah satu Panti asuhan."


"Oohhhh."


"Huff mereka terlihat sangat cocok sekali seperti pasangan muda yang baru memiliki anak."


Fahri diam saja ketika Serli mengatakan itu.


"Maaf sudah membuat kalian lama menunggu," ucap Dimas.


"Loh Fahri kamu di sini? Bukan nya kata pak Dimas kamu di luar kota?"


Fahri dan Serli saling tatap sementara Dimas pura-pura tidak dengar.


"Hum di batalkan hari ini, aku akan berangkat besok."


"Oohh."


"Oh iya yang mau saya kenalkan kepada kalian adalah Vira."


"Ayo perkenalkan nama kamu kepada Om ini dan juga Tante ini."


"Halo Om, halo Tante nama aku Vira."


"Wahh ternyata kamu lebih cantik dan imut."

__ADS_1


"Kenalin juga nama Tante Serli kamu bisa panggil dengan sebutan panggilan Tante cantik dan ini namanya Om Fahri panggil saja dengan panggilan Om ganteng karena wajah nya sangat ganteng."


Vira tersenyum dan mengangguk.


"Kamu sangat pintar sekali."


"Ayo duduk, Bela. Kenapa hanya berdiri saja?"


Bela mengangguk dan duduk di samping Fahri.


Makan malam pertama kali bersama Bela dan juga Vira.


"Sejujurnya ini sangat menegangkan sekali, aku tidak tau apa tujuan Pak Dimas melakukan hal seperti ini," batin Serli.


Namun kalau dia berhenti berbicara suasana akan semakin dingin di tambah lagi tatapan Dimas yang sangat tajam kepada Fahri yang sangat baik mengupas kan udang kepada Bela.


"Sayang kamu mau makan apa? Tante akan membantu mengambil nya," ucap Serli kepada Vira.


"Humm aku sudah kenyang."


"Oohhhh." Serli kembali lanjut makan.


Cukup lama mereka di sana karena Dimas juga membicarakan soal pekerjaan kepada Serli dan juga Fahri.


Bela dan Vira sampai sangat bosan menunggu Dimas selesai berbicara.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai diskusi dan keluar dari restoran.


Dimas melihat Vira yang sudah tidur di pangkuan Bela.


"Maaf sudah membuat kalian menunggu."


Bela terdiam karena pertama kali Dimas mengatakan maaf kepada nya.


Dimas mau menggendong Vira dari pangkuan Bela.


"Jantung ku, kenapa berdetak begitu cepat?" batin Dimas.


Dimas langsung berdiri mengambil Vira.


"Sebaiknya kita langsung pulang saja ini sudah malam."


"Bagaimana dengan jajanan yang sudah bapak janjikan kepada Vira Pak?"


"Dia sudah tidur."


"Tapi biasanya anak kecil akan menagih janji ketika dia bangun tidur."


"Kalau begitu kamu pergi beli di toko sebelah kami akan menunggu di dalam mobil.


Bela mengangguk dia menjulurkan tangan nya.


"Apa?"


"saya tidak memiliki uang pak."


"Ambil dompet saya di saku jas saya."


Bela mengambil nya dan mengambil beberapa lembar uang.


Dimas dan Vira sudah menunggu hampir 20 menit di dalam mobil.


"Kemana dia? apa jangan-jangan dia lupa jalan ke sini."

__ADS_1


Tidak beberapa lama Bela datang membawa banyak jajanan.


"Kenapa sangat banyak?"


"Humm..."


"Sudah lah, masuk dan kita pulang."


Sesampainya di rumah Vira tidur di kasur Dimas. Dan Dimas juga langsung istirahat karena sudah sangat lelah.


Sementara Bela menyempatkan diri untuk merapikan rumah agar besok tidak terlalu repot.


"Huff membersihkan rumah sebesar ini sendirian membuat ku kewalahan aku sangat merindukan pelayan-pelayan itu."


Bela memutuskan untuk tidur di sofa ruang tamu karena dia sangat takut tiba-tiba Dimas tiba-tiba mengambil keperawanan.


Sementara Fahri dia belum tidur dan melihat Bela tidur di sofa ruang tamu.


Dia mau membangun kan nya namun tidak tega akhirnya Fahri membawa selimut untuk Bela.


Dimas melihat Fahri menyelimuti Bela karena dia terbangun setelah melihat Bela tidak ada di kamar nya.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Dimas kepada Fahri.


Fahri tampak terkejut karena melihat Dimas.


"Sebaiknya kamu pergi istirahat karena besok kamu sudah harus berangkat," ucap Dimas.


Fahri mengangguk.


"Baik Tuan. Selamat malam," ucap Fahri dan langsung pergi ke kamar nya.


Dimas melihat Bela, karena kesal melihat selimut itu dia mengawas kan nya dan mengangkat badan Bela ke kamar.


Keesokan paginya Bela sangat kaget kenapa dia sudah ada di sofa kamar Dimas.


Dia melihat Dimas dan Vira masih tidur.


"Loh kenapa aku bisa di sini? Aku masih ingat kalau aku tidur di ruang tamu."


Bela turun ke bawah dia langsung ke bawah dan melihat Fahri yang sedang merapikan barang-barang nya.


"Fahri apa yang kamu lakukan?" tanya Bela.


"Kebetulan banget kamu di sini Bel, aku butuh bantuan kamu."


"Apa yang bisa aku bantu? Kenapa kamu membawa pakaian begitu banyak."


"Aku di tetap kan satu bulan di sana."


"Oohhhh, kalau begitu kamu harus mempersiapkan barang-barang yang lengkap agar kamu juga tidak repot."


Bela membantu Fahri menyiapkan barang-barang nya.


"Humm kalau aku satu bulan tidak bertemu kamu pasti sangat aneh, aku pasti akan sangat merindukan kamu," ucap Fahri.


"Kamu sungguh berlebihan."


"Kamu juga akan merindukan aku kan?"


"Tentu, aku tidak akan memiliki teman bicara lagi kalau kamu tidak di sini. Kalau begitu kamu harus cepat pulang."


Fahri mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya sebelum kamu berangkat kamu harus sarapan dulu. Aku akan masak sekarang."


Bela langsung masak agar Fahri makan sebelum berangkat.


__ADS_2