
"Saya akan mendapatkan denda yang sangat tinggi kalau membatalkan nya, anda memang sangat licik sekali sama seperti ayah anda, pantesan saja mereka di bunuh."
Tiba-tiba Fahri melayang kan tangan nya ke wajah pria itu dengan sangat kuat sekali.
"Jangan mengotori tangan anda sendiri pak, saya akan menangani nya."
Namum ternyata pengawal Nya tidak sedikit, melainkan sangat banyak, sementara Dimas datang hanya dengan Fahri dan dua pengawal nya yang lain.
Mereka menghajar Fahri ramai-ramai, sementara Dimas menangani klien nya itu.
"Hentikan semua ini! Jangan sampai saya meminta pertanggungjawaban anda!"
"Saya tidak akan menyerah sebelum anda membayar kan kerugian saya." ucap pria itu.
Dimas dan Tiga pengawal nya sudah mulai kewalahan, mereka sudah babak belur, tidak beberapa lama pasukan pengawal mereka datang dan dengan sekejap mengalahkan musuh.
Dimas dan Fahri sangat lega melihat klien mereka jatuh dan tidak berdaya.
"Ini menjadi pelajaran untuk bapak sudah berani kepada saya," ucap Dimas dan segera pergi.
"Fahri sebaiknya kau ke rumah sakit," ucap Dimas.
Fahri melihat Dimas sama seperti keadaan nya.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya, saya akan ke apartemen Bela.".
Fahri melihat jam sudah jam sembilan malam. Ternyata di dalam sana mereka sangat lama sekali.
Hari berangin kencang tidak beberapa lama hujan deras turun..Dimas segera ke apartemen Bela.
"Pak Dimas lebih memilih di obati oleh Bela dari pada di rumah sakit, apa sebaiknya aku pulang ke rumah saja?"
"Karena tidak mungkin mbak kayla mau mengobati aku dan juga ke rumah sakit sangat menakutkan sekali," batin Fahri.
Karena sudah semakin dingin dia masuk ke dalam mobil. Luka-luka di tangan, kaki wajah nya semakin terasa sakit.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah dia melihat Kayla yang berdiri di depan rumah memasang wajah yang sangat khawatir.
"Ya ampun dia dari mana saja sih? kenapa baru pulang jam segini?" ucap Kayla langsung menghampiri Fahri ke mobil.
Fahri keluar, Kayla sangat terkejut melihat keadaan Fahri.
"Apa yang sudah terjadi? Ada apa ini?" tanya Kayla.
"Cerita nya sangat panjang, aku masuk dulu."
Namun Kayla langsung menarik tangan Fahri duduk di ruang tamu.
"Kamu duduk sebentar di sini, aku akan mengambil kan obat."
Fahri melihat Kayla yang sangat khawatir sekali. Dia tidak menyangka kalau Kayla Akan mengkhawatirkan dia.
"Kenapa bisa seperti ini sih? sekarang Dimas kemana?" tanya Kayla.
__ADS_1
"Pak Dimas pergi berobat."
"Lalu kenapa kamu tidak pergi ke rumah sakit bersama dia? apa kamu tidak merasakan luka-luka mu ini?" tanya Kayla dengan sangat kesal.
"Aku juga ingin seperti pak Dimas itu sebab nya aku datang ke sini," batin Fahri.
Kayla yang sangat enggan mengerjakan hal seperti itu kini dia mengerjakan nya dengan sangat teliti, sesekali Fahri menjerit kesakitan namun dia berusaha untuk lembut.
Tidak lain dengan Dimas yang sedang di obati oleh Bela, namun Bela sambil ngomel-ngomel karena Dimas tidak menjaga diri nya dengan baik.
Dimas hanya diam sambil menatap wajah Bela yang mengomel .
"Kenapa kakak menatap ku seperti itu? Aku serius, jangan bercanda!" ucap Bela.
"Iyah-iyah saya minta maaf, namanya juga musibah," ucap Dimas.
Bela menghela nafas panjang. "Lagian kenapa sih manusia jaman sekarang licik-Licik semua, mau mendapatkan keuntungan yang besar jadi bos nya lagi," ucap Bela.
Dimas hanya bisa senyum-senyum sendiri.
Tiba-tiba Dimas mencium bibir Bela. Bela langsung berhenti mengomel dan sekarang dia tersipu malu.
"Bibir saya tidak terluka."
"Tapi tetap saja bau darah."
"Sebaiknya kakak istirahat dikamar Vira," ucap Bela. Namun Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Jangan aneh-aneh deh, semua nya sudah di obati besok pasti sembuh."
Dimas tetap tidak mau, dia tetap mau tidur bersama Bela.
"Kamar Vira kecil, tidak cukup untuk tiga orang."
"Kalau begitu tidur di kamar kamu."
Bela langsung menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau," ucap Bela.
"Dulu kita selalu tidur satu kamar, saya tidak akan melakukan apapun, Lagian saya sakit."
Bela sedikit ragu tapi Dimas berusaha untuk menyakinkan diri nya.
Mau tidak mau akhirnya dia mengijinkan karena Dimas lagi sakit.
Bela membantu Dimas masuk ke dalam kamar.
Mereka tidur di kasur yang Sama.
"Jangan banyak gerak, luka nya akan tergores," ucap Bela.
Dimas mengangguk. Baru saja membaringkan badannya ke kasur Bela sangat mudah untuk tertidur. Sementara Dimas sama seketika tidak bisa tidur karena sakit.
__ADS_1
Begitu juga dengan Fahri. Dia terbangun karena sakit di bagian bibir nya kumat. Bukan hanya di bagian bibir kepala dan kaki nya membuat dia ingin menjerit.
Sementara Kayla di samping nya ketiduran karena mereka masih ada di ruang tamu.
"Mbak! Mbak," ucap Fahri membangun kan Kayla.
"Kenapa?" tanya Kayla.
"Mbak jangan tidur di situ," ucap Fahri.
Dengan setengah sadar Kayla naik ke sofa dan tidur di lengan Fahri.
Fahri menghela nafas panjang.
Kayla meminta Fahri menatap nya.
"Kamu belum mencium aku hari ini, aku ingin di cium," ucap Kayla.
"Bibir ku sedang terluka, bagaimana bisa aku mencium mbak?"
"Aku tidak perduli," ucap Kayla. Fahri menginyakan dan mau mencium Kayla walaupun Bibir nya terasa perih di ***** oleh Kayla.
Setelah selesai kayla kembali tidur, Fahri membangun kan nya agar masuk ke dalam kamar namun Kayla tidak kunjung bangun.
Fahri terpaksa mengangkat badan Kayla ke kamar menahan rasa sakit nya.
"Sebenernya yang sakit siapa? Aku apa dia?" batin Fahri.
Keesokan harinya Serli datang ke rumah Dimas pagi-pagi.
"Eh non Serli di sini? Apa kabar non? sudah lama tidak datang ke rumah."
"Iyah Bik akhir-akhir ini aku sangat sibuk sekali," ucap Serli.
"Ada apa non ke sini?" tanya Bibik.
"Mencari pak Dimas dan juga Fahri bik, ada kan?" tanya Serli.
"Humm seperti nya tuan Dimas belum pulang dari kemarin, sementara Fahri masih tidur seperti nya," ucap Bibik.
"Oohh begitu yah Bik, ya udah gak apa-apa, aku bisa menunggu kok."
Fahri membuka mata nya dan melihat Kayla tidur di samping nya. Dia tersenyum mencium kening Kayla sambil mengucapkan selamat pagi.
Fahri bangun dan keluar dari kamar Kayla langsung masuk ke dalam kamar nya.
Kayla sadar kalau Fahri mencium nya, dia senyum-senyum sendiri.
Fahri di kamar nya langsung membersihkan badan nya agar lebih segar dan memakai pakaian rapi.
Tidak bosan-bosan saya mempromosikan karya baru saya yang berjudul "Pembalasan Istri Yang di khianati."
Mampir yah🙏🥰
__ADS_1