Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 190


__ADS_3

Roi berdiri. "Kita sudah pacaran sekarang?" tanya Roi. Serli tersenyum. "Yes!!!! aku sudah tidak jomblo lagi, kamu sekarang milik ku," ucap Roi. Semua yang di restoran melihat ke arah Roi.


Dia sangat malu karena mereka tertawa. Roi malu dia langsung duduk.


"Akhirnya." ucap Roi.


Serli hanya bisa malu, Wajah nya sudah sangat malu karena sekarang dia sudah pacaran.


Ini adalah pacar pertama nya begitu juga dengan Roi, walaupun sebelum nya mereka pernah dekat dengan lawan jenis, tapi tetap saja itu adalah hubungan pertama mereka.


Setelah selesai Makan malam, Roi membawa Serli berkeliling jalan kaki sebentar. Mereka menikmati pemandangan di malam hari. Sambil bergandengan tangan mereka berjalan terus.


Tidak mengatakan apapun namun ekspresi mereka sudah menjelaskan kalau mereka berdua sangat bahagia sekali.


Setelah selesai jalan-jalan Roi memutuskan untuk mengantarkan Serli pulang ke rumah nya.


"Aku pulang dulu yah," ucap Roi. Serli mengangguk. "Jangan lupa kabarin kalau sudah sampai."


"Humm baiklah, apa aku boleh menelpon mu?"


Serli mengangguk. Roi tersenyum dia pun segera pulang.


Di rumah Dimas. Dia baru saja pulang dari kantor.


"Nenek, Kakek..." Dimas menyapa mereka dan tidak lupa menyalim tangan mereka berdua.


"Bela dan Vira mana?" tanya Dimas. "Mereka berdua sudah pulang."


"Loh kok gak nungguin aku sih?" tanya Dimas. "Apa kamu tidak melihat jam berapa sekarang? Besok Vira mau sekolah, Bela juga harus masuk kuliah."


Dimas kebingungan. "Bagaimana kamu mau menikah kalau sementara kamu masih mengutamakan pekerjaan kamu."


"Nek, pekerjaan di kantor sangat banyak, sehingga tidak bisa aku tinggalkan."


"Baiklah-baiklah, kamu istirahat lah."


Dimas mengangguk. Saat berjalan ke kamar nya dia berpapasan dengan Kayla.


"Tante, apa kita bisa bicara?" tanya Dimas. Kayla mengangguk.


"Bagaimana bisa Nenek dan kakek menyetujui hubungan kami?" tanya Dimas.


"Aku juga tidak tau, aku juga syok mendengar nya, tapi kelihatan sekali nenek dan kakek mulai menerima Bela dan Vira."


"Tapi ini seperti tiba-tiba saja, aku ingin tau Alasannya."


"Kalau begitu Tante akan mencari waktu yang tepat untuk pertanyaan hal itu."


Dimas mengangguk. Setelah itu dia langsung ke kamar nya. Tidak lupa menghubungi Bela terlebih dahulu.


Bela baru saja mau tidur, dia sangat kesal di ganggu oleh Dimas, Dimas hanya bisa minta maaf.

__ADS_1


keesokan paginya...


"Vira... Vira... bangun sayang, kamu harus ke sekolah," ucap Bela. Vira bangun dia duduk terlebih dahulu mengumpulkan nyawa nya.


sementara Bela sudah sangat sibuk, karena dia bangun telat.


Tidak beberapa lama Dimas datang. "Siapa lagi sih yang mengetuk pintu pagi-pagi?" ucap Bela.


Dimas masuk dan melihat Bela sibuk menyiapkan peralatan Vira dan sambil siap-siap ke kampus juga.


"Aku bangun telat hari ini kak, aku pikir hari ini tidak ada mata kuliah pagi."


Dimas hanya diam melihat nya . "Kalau begitu kakak bisa bantu aku nganterin Vira kan? aku mau siap-siap."


Dimas mengangguk.


Sekolah cukup dekat hanya beberapa menit sudah sampai, setelah Vira masuk ke sekolah Dimas kembali ke rumah.


"Hari ini aku akan mengantar mu ke kampus," ucap Dimas sambil berdiri di depan Bela.


Bela menghela nafas panjang. "Baiklah, aku juga sudah sangat telat," ucap Bela.


Dimas tersenyum dia langsung membuka pintu untuk kekasih nya itu.


Sesampainya di kampus Serli berlari masuk ke dalam. "Huff dia mengabaikan ku? Bagaimana bisa mengabaikan ku?" ucap Dimas dengan sangat kesal.


Tidak beberapa lama Kevin lewat. "Anak itu! Huhh!"


"Yana!" panggil Dimas dari arah mobil.


"Pak Dimas, kenapa Bapak di sini?"


"Bapak-bapak! Saya masih muda."


Yana terdiam.


"Hari ini Bela mulai masuk kampus, kamu harus menjaga nya dari anak itu!"


"Maksudnya pak? anak mana?"


"Kalau dari orang-orang yang menghujat nya, kami pasti melindungi nya."


"Dari Kevin! Dia seperti nya tidak sadar kalau Bela adalah milik saya, sangat banyak perempuan di kampus ini kenapa harus Bela?"


Yana menghela nafas panjang. "Baiklah pak kalau begitu, sebaik nya bapak pergi, karena suasana kampus takut berisik."


"Kamu mengusir saya?"


"Bukan pak."


"Tampa kamu usir saya juga pergi," ucap Dimas dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Aku rasa Bela mau pacaran sama pak Dimas hanya karena Tampan dan kaya saja," ucap Yana.


Hari ini Bela sangat kaget kenapa tidak ada satu pun orang yang berani mengatai-ngatai nya, atau membahas tentang nya, semua terasa baik-baik saja sehingga membuat nya nyaman dan fokus."


Di jam makan siang. Yana dan Kevin sedang berjalan berdua ke kantin karena Bela memutuskan untuk belajar di taman.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Yana. "Tanyakan saja, ada apa?" tanya Kevin.


"Humm aku tau kalau sebelumnya kamu memiliki perasaan kepada Bela. Apa sekarang kamu masih merasakan perasaan yang sama kepada Bela?"


Kevin menatap Yana. "Tumben banget kamu bertanya tentang ini, biasanya kamu tidak pernah perduli, jangan bilang kamu menyukai aku diam-diam?"


"Jangan bercanda deh Kevin, aku serius!"


"Kenapa kamu bertanya? Lagian ini adalah hal yang private."


Yana menghela nafas panjang. "Kamu ribei banget sih, tidak jawab masih atau enggak."


"Kamu tau sendiri kan kalau Bela sudah menjalin hubungan dengan pak Dimas sudah lama."


"Aku tidak bertanya itu," ucap Yana mulai kesal.


"Jawab aku dengan jujur! Karena aku merasakan sesuatu yang berbeda dengan kamu ketika bersama Bela. Padahal kamu tau Sendiri dia sudah tidak sendiri lagi."


"Iyah, aku masih memiliki perasaan kepada nya, aku ingin dia memberikan aku harapan."


Yana terdiam sejenak dia menghentikan langkah nya dan berdiri di depan Kevin.


"Sebenarnya kamu masih memiliki kesempatan."


"Cara nya bagaimana?" tanya Kevin sangat antusias.


"Kalau mereka tidak memiliki hubungan lagi sebelum menikah, namun kesempatan kamu hanya sedikit saja karena isu mereka akan segera menikah dalam jangka waktu yang dekat ini."


"Kamu jangan bercanda dong Yana."


"Aku tidak bercanda."


"Kita adalah teman, sebaiknya jangan menghancurkan hubungan pertemanan kita hanya karena cinta."


"Kamu mencintai nya, cukup menjaga nya saja, tidak perlu memiliki nya."


Kevin terlihat sangat sedih mendengar itu. "Kamu bisa mencari wanita yang jauh lebih cantik, baik dari Bela di luar sana."


Kevin hanya diam saja, mereka masuk ke kantin memesan makanan dan kembali ke taman bergabung dengan Bela.


Namum Bela melihat Kevin hanya diam saja tidak mengatakan apapun membuat nya heran. Dia menoleh ke arah Yana, namun Yana berpura-pura tidak tau.


"Kevin... Ada apa? apa kamu kurang enak badan?" tanya Bela.


Kevin menggeleng kan kepala nya. "Apa kamu sedang patah hati? wajah mu sangat sedih seperti itu."

__ADS_1


__ADS_2