Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 119


__ADS_3

"Tapi menunggu om kamu, kamu bisa sakit perut."


Vira tidak bisa menolak akhirnya dia mau karena perut nya juga sudah sangat lapar.


Mereka berjalan ke tempat makan yang tidak jauh dari sekolah hanya saja harus menyebrang jalan.


Saat menyebrang lagi-lagi ada motor yang hampir saja menyerempet Vira, namun Bu guru dengan cepat langsung menarik Vira.


"Ya ampun itu motor tidak bisa pelan-pelan, apa dia tidak melihat orang menyebrang?"


Vira melihat motor yang sangat tidak asing, namun dia tidak perduli karena dia menganggap itu adalah kecelakaan.


Setelah selesai makan siang akhirnya mereka pulang kembali ke sekolah.


Dan ternyata Dimas sudah menunggu mereka di sana.


"Eh pak Dimas sudah di sini?" tanya Bu guru langsung bersikap anggun.


"Saya membawa Vira untuk makan siang di sana Pak, maaf kalau membuat bapak mencari keberadaan kami."


"Tidak apa-apa, justru saya yang harus minta maaf karena merepotkan Bu guru."


"Saya juga senang bisa membantu pak."


"Saya dengar akan ada jam pelajaran yang di tambah, apa benar?" tanya Dimas.


"Benar pak, tapi hanya satu kali dalam satu Minggu kok, anak-anak belajar menari untuk perpisahan nanti."


"Oohhhh begitu, baiklah kalau begitu saya akan menunggu sampai selesai."


Bu guru sangat senang ketika tau Dimas akan menunggu sampai pelajaran menari selesai.


Vira memerhatikan Bu guru nya yang selalu mengambil perhatian Dimas, namun Dimas sangat dingin sekali dan hanya perduli kepada nya.


Sebenarnya Vira kasihan sama gurunya hanya saja dia anak kecil yang tidak bisa melakukan apa-apa.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai latihan. Dimas membawa Vira keluar dari sana.


"Oh iya pak Dimas, apa boleh saya menghubungi nomor bapak secara pribadi?" tanya Bu guru.


"Humm kalau boleh tau untuk apa yah?" tanya Dimas.


"Saya ingin sesekali menceritakan kegiatan di sekolah dan bagaimana perkembangan Vira."


"Tapi saya hanya Om nya, yang bertanggung jawab adalah mbak nya."


"Sama saja pak, lagian Bapak yang akhir-akhir ini sering datang ke sini menjemput Vira dan mengurus urusan Vira."


"Baiklah," ucap Dimas.

__ADS_1


"Terimakasih banyak pak," ucap Bu guru sangat senang sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya Dimas langsung segera pergi dari sana.


"Kenapa sih semua orang suka sama om Dimas? Apa mereka tidak takut kalau om Dimas sudah punya pasangan?" tanya Vira.


Dimas tersenyum. "Karena om sangat tampan, om sangat pantas di sukai oleh banyak orang."


Vira menghela nafas panjang. "Sangat sombong sekali," ucap Vira.


"Om hanya bercanda, lagian pertanyaan kamu aneh banget sih, om juga tidak tau kenapa mereka suka sam Om."


"Kamu jangan bilang-bilang sama mbak Bela yah, nanti mbak Bela akan marah besar dan menghukum Om."


"Biarkan saja om, lagian om sendiri yang salah," ucap Vira.


Dimas menghela nafas panjang, dia salah sudah minta tolong kepada anak kecil.


Di malam hari nya Bela baru saja pulang jam tujuh malam, karena di rumah saja dia tidak memiliki kegiatan apapun, di tambah lagi Vira lebih memilih bersama Dimas."


"Kenapa kamu baru pulang? apa yang kamu lakukan di luar sana?"


Bela menunjuk kan buku yang dia bawa.


"Aku dari perpustakaan, aku membeli beberapa buku juga di toko buku, belanja untuk masak karena mulai dari sekarang seperti nya ada orang lain yang memaksa aku untuk masak."


"Siapa? kasih tau kepada saya siapa yang berani menyusahkan kamu?"


"Saya boleh request makan malam?" tanya Dimas.


"Boleh," jawab Bela.


"Humm saya mau makan nasi goreng."


"Oke baiklah," ucap Bela.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai. Mereka makan malam bersama seperti biasa. Setelah itu Bela masuk ke kamar untuk mandi.


"Buku yang dia beli semua nya novel," ucap Dimas. Dimas sangat suka dengan novel dia langsung memilih salah satu dan membaca nya.


Tapi dari tadi Handphone nya tidak berhenti berbunyi. Bela mendengar suara handphone Dimas dia Langsung melihat nya Tampa ijin karena penasaran.


"Perasaan dari tadi handphone kakak bunyi terus, aku yakin pasti ada Perempuan yang kakak sembunyikan kan?"


"Itu Ibu guru Vira," ucap Dimas.


Bela melihat semua pesan dari guru Vira.


Bela tidak menyangkal kalau guru Vira sealay itu dan juga sangat gombal namun terbaca sangat garing sekali.

__ADS_1


Bela senyum-senyum sendiri membaca nya.


"Tidak perlu di baca," ucap Dimas.


Bela menatap wajah Dimas. "Kenapa kamu menatap saya? Apa saya sangat Tampa?"


Bela mengangguk, Dimas langsung tersipu malu ketika di katakan Tampan.


"Kakak sangat tampan, memiliki banyak kelebihan sementara aku sama sekali tidak.. Namun kenapa kakak memilih aku?" tanya Bela.


"Pertanyaan kamu tidak ada yang lain? kamu menanyakan hal itu berulang kali."


Bela menghela nafas panjang.


"Ya lagian jadi tanda tanya, semua perempuan kaya raya, berpendidikan tinggi, cantik menyukai kakak, tidak sesuai dengan ku." ucap Bela.


"Saya sedang baca novel, kamu jangan ganggu saya."


"Jawab dulu ih, aku penasaran kak."


Dimas cuek.


"Jawab kak, lagian aku tidak terlalu cantik. Aku juga dari keluarga yang." Tiba-tiba Dimas mendorong Bela dan tidur di karpet.


"Sekali lagi kamu merendah kan diri sendiri saya akan melakukan hal yang tidak kamu inginkan," ancam Dimas membuat Bela takut.


"Sudah berapa kali saya mengatakan kalau kamu sempurna di mata saya, tidak ada kekurangan kamu, dan yang ada di hati saya hanya kamu."


Bela terdiam dia sangat jarang melihat Dimas marah kepada nya, namun kali ini Dimas marah sehingga menatap nya dengan sangat tajam.


"Baiklah aku minta maaf."


"Apa kamu menginginkan saya melakukan hal yang kasar?" tanya Dimas.


"Maksud nya? Aku tidak mengerti."


"Jangan berpura-pura lugu,.kamu pasti tau apa yang saya maksud."


Bela menahan dada Dimas yang hendak mencium nya. "Aku sudah minta maaf, aku tidak akan mengatakan nya lagi, aku minta maaf."


"Kamu selalu saja minta maaf, setelah itu kamu melakukan nya lagi."


"Ya Lagian kakak sangat mudah memberikan nomor kepada guru-guru muda itu."


"Vira yang minta mereka menghubungi saya ketika tidak ada yang datang menjemput nya, saya tidak memberikan nomor saya kepada orang lain kecuali nomor sekretaris saya."


Bela terdiam sejenak, dia sudah menuduh dan sangat malu sekarang.


"Seharusnya kamu takut pacar mu di ambil oleh orang lain, kamu malah merendahkan diri sendiri."

__ADS_1


"Karena aku takut, itu sebab nya aku selalu introspeksi diri," batin Bela.


Semua nya aku mohon untuk mampir dan dukung cerita baru ku yah yang berjudul "Pembalasan Istri Yang di khianati." Terimakasih 🙏🥰


__ADS_2