Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 69


__ADS_3

"Permisi... Permisi... Apa ada orang?" tanya Bela dari luar gerbang.


Tiba-tiba pelayan membuka pintu.


"Maaf mau mencari siapa yah?" tanya Pelayan.


Bela bertanya terlebih dahulu apa benar itu rumah yang mengadopsi Vira.


Dan ternyata benar dia langsung menyampaikan niat nya mau bertemu dengan Vira.


Pelayan meminta persetujuan yang punya rumah terlebih dahulu.


Bela di ijinkan masuk.


"Assalamualaikum Bu, Pak. Saya bela."


"Kami tau, ada urusan apa kamu ke sini?" tanya mereka.


"Saya ingin bertemu dengan Vira Bu," ucap Bela sedikit takut ternyata mereka terlihat sangat galak dari yang pertama kali dia lihat.


"Untuk apa kamu bertemu dengan anak kami? Ada hubungan apa dengan kamu?"


"Saya hanya ingin bertemu dia Bu, saya sangat merindukan dia."


"Tidak bisa! Vira tidak bisa bertemu dengan orang sembarangan."


Bela bingung harus bagaimana karena dia juga sudah sangat takut.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" batin Bela.


"Sebentar saja Bu, saya tidak melakukan apapun, hanya bertemu dan langsung pergi."


Mereka tetap tidak setuju dan mengusir Bela.


Bela di usir dari rumah itu.


"Ya Allah kenapa hanya berjumpa saja tidak bisa? Aku sangat merindukan Vira."


"Mbak Bela... Mbak Bela..." panggil Vira dari atas.


"Vira!"


Karena Vira merengek ingin bersama Bela akhirnya kedua orang tua nya mengijinkan Bela bertemu dengan Vira.


"Aku sangat merindukan mbak bela, kenapa mbak baru datang sih?" tanya Vira.


"Maaf yah sayang baru bisa datang, kamu di sini bagaimana?" tanya Bela.


"Aku baru saja sembuh mbak, aku sakit."


"Ya ampun sayang, maafin mbak yah gak bisa datang pas kamu sakit, sekarang kamu sudah sembuh kan fan harus jaga diri yah sayang."


"Mbak kenapa datang sendiri? Om Dimas mana?"


"Om Dimas sangat sibuk di kantor nya, itu sebab nya mbak datang sendirian."


"Aku juga sangat merindukan om Dimas, dia berjanji akan sering datang namun tidak datang sama sekali."


Bela tersenyum sambil mengelus kepala Vira.

__ADS_1


"Bagaimana orang tua angkat kamu baik?" tanya Bela.


Vira terdiam sejenak.


"Baik sih mbak, hanya saja aku tidak mau di sini."


"Kamu akan bahagia di sini sayang, kamu di belikan baju baru, kamu juga di kasih kamar yang cantik, kasur yang bagus tidak seperti di panti asuhan."


Vira menggeleng kan kepala nya.


"Aku lebih suka tidur di peluk mbak sama om Dimas."


"Di sini juga kamu akan bersekolah di sekolah yang bagus."


"Mbak dulu tidak seperti ini, kamu harus memiliki nasib baik yah. Jangan nakal di sini dan patuhi kedua orang tua kamu."


Bela mengangguk.


"Nah gitu dong anak pintar."


Setelah beberapa lama orang tua Vira datang.


"Ini sudah malam, sebaiknya kamu pulang saja, Vira juga mau istirahat."


"Mah, bisa kan mbak Bela nginap di sini malam ini." ucap Vira memohon.


"Tidak bisa nak," jawab mamah nya.


"Mah, aku ingin tidur bersama mbak Bela aku sangat merindukan nya."


Lagi-lagi mereka tidak bisa menolak permintaan Vira, akhirnya mereka langsung mengijinkan Bela nginap satu malam di sana.


Dimas sangat marah sehingga menghajar supir itu, Dimas meminta semua orang mencari keberadaan Bela namun tidak ada yang bisa.


Dimas sangat emosi sekali kepada semua orang sehingga Kayla yang melihat itu heran.


"Tenang Dimas, semua orang sedang mencari dia, mana mungkin dia bisa kabur jauh."


"Ini sudah malam, bagaimana kalau dia tersesat? bagaimana kalau dia tidak ada uang untuk pulang dan kalau ada orang jahat yang mencurinya bagaimana?" tanya Dimas.


Kayla menatap bingung kepada Dimas karena terlihat sangat khawatir kepada Bela.


"Kamu sangat khawatir sekali, dia hanya pelayan tidak biasanya kamu seperti ini," ucap Kayla.


Dimas diam tidak menjawab nya.


"Kamu jujur saja deh, Bela bukan pelayan kan di rumah ini?" tanya Kayla.


Dimas diam tidak menjawab nya.


"Baiklah kalau kamu tidak mau jujur, Tante akan mencari tau sendiri."


Dimas tetap diam. Kayla menghela nafas panjang.


"Ya sudah deh kalau kamu tidak mau jujur," ucap Kayla.


"Tunggu dulu, jangan bilang kalau Bela adalah perempuan bayaran kamu?" tanya Tante nya lagi.


"Enggak Tante, tidak ada yang benar sama sekali." ucap Dimas.

__ADS_1


"Ya sudah deh kalau begitu, sebaiknya Tante membantu mencari pelayan cantik itu."


Tiba-tiba handphone Dimas berbunyi.


"Rio? kenapa dia menelpon?" tanya Dimas.


"Jawab saja dulu, siapa tau ada informasi tentang Bela, dia kan detektif."


"Tapi dia tidak tau Bela Hilang."


"Jawab saja dulu, siapa tau ada hal yang sangat penting."


Dimas menjawab nya.


"Halo, ada apa Rio?" tanya Dimas.


"Bagaimana bisa Bela ada di rumah orang tua angkat Vira pak? Apa Bapak mengijinkan nya? Dan dia datang dengan siapa?" tanya Rio.


Mendengar itu Dimas benar-benar sangat kaget sekali.


"Saya tidak tau Bela ke sana, sekarang saya dan semua orang sedang mencari nya."


"Kamu terus tunggu dia di sana Rio, saya akan segera menjemput dia."


"Tunggu dulu pak, apakah ide bagus untuk membiarkan mereka bersama di luar?"


"Maksud kamu?" Dimas langsung menghindari Kayla.


"Kalau mereka bersama itu artinya Pak Irfan atau anggota nya pasti datang."


"Jangan main-main kamu Rio! Bagaimana mungkin membiarkan mereka di luar seperti itu? bagaimana kalau pak Irfan membawa mereka pergi, sekarang saya akan ke sana."


"Dimas kamu kemana? Tante ikut dong."


"Di rumah saja."


Dimas berangkat sendiri.


"Bela benar-benar membuat semua orang panik saja."


Beberapa jam di perjalanan akhirnya Dimas sampai bertemu dengan Rio.


"Apa kamu yakin Bela ada di dalam sana?" tanya Dimas.


Namun baru saja mereka mau masuk mengetuk pintu tiba-tiba tiga mobil hitam datang dan berhenti di depan rumah itu membuat Dimas dan Rio mengurung kan niat dan tetap di dalam mobil.


Dimas melihat pria-pria yang bertubuh kekar keluar dari mobil-mobil itu dan berdiri mengelilingi rumah itu.


"Saya sudah yakin ada aneh, kenapa tiba-tiba banyak penjaga sementara sebelum nya tidak ada orang?" ucap Dimas.


Namun tiba-tiba Mereka mendengar suara teriakan Bela dan Juga Vira, mereka juga melihat Bela dan Vira di paksa masuk ke dalam mobil.


Dimas mau menghampiri nya namun di tahan oleh Rio.


"Jangan pak ini sangat berbahaya, kita harus mengikuti permainan mereka."


Dimas melihat Vira dan Bela di perlakukan sangat kasar membuat Dimas khawatir.


Mendengar teriakan mereka Dimas juga sangat takut namun dia tidak bisa gegabah.

__ADS_1


__ADS_2