Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 152


__ADS_3

"Iyah, aku juga pernah melihat itu, tapi aku tidak ingat."


"Huff Kenapa aku membiarkan kak Dimas menurun kan ku di depan kampus sih, semua orang hampir saja tau." Batin Bela.


"Bela..." ucap Yana yang baru saja sampai, dia turun dari mobil kekasih nya.


"Yana,"


"Kamu cepat banget hari ini," ucap Yana karena biasanya Yana yang pertama sampai. Karena Bela setiap hari naik bus kalau tidak ojek, bisa saja taksi namun kali ini dia di antar oleh kekasih nya.


"Aku bangun lebih pagi."


"Oh iya ngomong-ngomong kamu gak apa-apa kalau menunjuk kan kekasih mu kepada semua orang?"


"Bela.. pacar ku dengan pacar mu sangat berbeda. Aku sangat bangga orang lain bisa tau hubungan ku dengan pria kaya itu."


"Apa kamu mau kepada nya karena kaya saja?" tanya Bela.


"Humm sebenarnya enggak juga sih, karena pria yang lebih tua jauh lebih menggoda," ucap Yana.


Bela tersenyum. "Hayo apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Kevin.


"Kamu kepo saja," ucap Yana.


"Malam ini aku ada acara kecil-kecilan bersama teman ku, kalian berdua mau ikutan?" tanya Kevin.


"Humm seperti nya aku tidak bisa deh Kevin."


Kevin terdiam sejenak. "Apa kamu benar-benar tidak mau?" tanya Kevin.


"Ayolah Bela, lagian kamu bisa bawa Vira juga."


"Humm aku tidak bisa janji, tapi aku akan ngabarin kalau aku bisa pergi."


"Pak Dimas!" ucap Serli mendatangi Dimas ke ruangan nya setelah jam istirahat.


Dimas kaget, dia melihat Serli yang memasang wajah marah.


"Ada apa ini? kenapa kamu tidak mengetuk pintu?"


"Jangan mengalihkan masalah pak, sekarang bapak harus menjelaskan apa yang sudah bapak katakan kepada Roi?" tanya Serli.


Dimas menghela nafas panjang. "Huff serli pasti marah karena Roi yang sangat aneh akhir-akhir ini."


"Kamu duduk dulu, tenang, saya bisa menjelaskan nya."


"Saya tidak mau tau bapak harus membawa kembali pria itu ke dalam kurungan nya, aku sangat membenci nya."


"Loh bukannya sebelum nya kamu yang ngejar-ngejar dia?"


"Sekarang tidak! Kalau boleh memutar waktu saya tidak ingin menyukai pria gila seperti dia."


Dimas menghela nafas panjang. "Saya minta maaf, tapi Roi seperti ini di luar kendali saya."


Serli tidak mengatakan apapun dia langsung keluar.

__ADS_1


Di sore hari nya pulang kantor Serli menghela nafas panjang melihat Roi berdiri di depan mobil mahal milik nya sambil menggunakan kaca mata hitam.


Serli menghela nafas panjang. "Kalau kamu berani menghindar ku, aku akan membuat kita menjadi tontonan di sini."


Serli menghela nafas panjang. "Oke baiklah kalau begitu," serli sangat kesal namun terpaksa dia masuk ke dalam mobil.


Roi mengantar Serli selamat sampai ke rumah.


"Malam ini, aku akan datang menjemput kamu," ucap Roi.


"Menjemput ku? untuk apa?"


"Makan malam bersama," ucap Roi.


"Aku lelah, aku mau istirahat."


"Tidak ada alasan!"


Di malam hari nya Dimas baru bisa pulang, dia sangat ingin cepat menyelesaikan pekerjaan nya agar segera pulang ke rumah kekasih nya.


Sesampainya di depan rumah Bela. Vira menyambut nya dan menarik tangan Dimas ke arah dapur.


"Kakak sudah datang?"


Dimas mengangguk dia mendekati Bela, tidak lupa untuk menutupi mata Bela dan mencium bibir Bela.


Bela hanya tersipu malu.


"Om Dimas kenapa menutup mata ku?" tanya Vira kesal.


Bela tersenyum. "Ayo kita Makan."


Dimas Dari tadi menahan rasa laparnya agar bisa makan bersama di rumah.


Layak nya Keluarga bahagia mereka makan bersama di meja makan.


"Oh iya Bela, dua hari lagi aku sudah memutuskan untuk pergi ke sel tahanan."


"Kalau kakak belum terlalu siap, kakak tidak perlu memaksa kan diri."


Dimas tersenyum. "Tiga hari sudah cukup untuk ku menyiapkan diri." Bela tersenyum.


"Tin….... Tin....." Klakson mobil Roi tidak berhenti sebelum Serli keluar dari dalam apartemen nya.


Serli sudah mengatakan kalau dia tidak mau pergi. Dia tidak menyangka kalau Roi akan melakukan hal yang gila.


"Apa-apaan sih? Apa mau kamu?" tanya Serli.


Roi melihat Serli masih menggunakan piyama.


"Apa kamu lupa hari ini kita makan malam di luar?"


"Roi, aku sudah bilang kalau aku tidak mau, aku juga Kenyang."


Roi menggendong Serli langsung ke dalam mobil.

__ADS_1


Serli hanya bisa pasrah, dia sangat malu masuk ke dalam restoran menggunakan piyama tidur nya dan penampilan yang sangat berantakan.


Dia tidak mengatakan apapun selain cemberut dan memasang wajah kesal, dia juga tidak mau makan hanya Rio yang makan.


"Sebenarnya Pria ini memiliki perasaan atau tidak sih? Kenapa dia melakukan apapun sesuka hati nya?" batin Serli.


Setelah selesai, Roi mengantar kan Serli pulang.


Serli sangat muak dengan sikap Roi yang membuat nya sangat risih.


Dua hari kemudian Roi benar-benar membuat Serli sangat kesal sekali. Dia sudah kehilangan kesabaran di pagi hari Roi datang menjemput nya.


Namun Serli tidak di apartemen, dia berangkat menggunakan taksi.


Roi menyusul nya ke kantor. Serli bersembunyi. Roi putus asa akhirnya dia memutuskan menunggu di luar.


Tidak beberapa lama Dimas mendatangi Roi.


"Pak Dimas, kenapa bapak bisa tau aku di sini?"


"Saya sudah mendengar keluhan Serli. Sebaik nya kamu berhenti mengganggu dia, jangan membuat nya risih seperti itu."


"Bukan kah Bapak yang bilang kalau dia baik, orang tua dan keluarga saya akan menerima dia."


"Cara nya tidak seperti itu Roi, Serli memang wanita baik, tapi kalau sifat kamu yang seperti ini bisa membuat dia membenci mu."


"Sekarang dia sudah sangat membenci mu, dia bahkan pindah tempat tinggal untuk menghindari mu."


"Saya rasa dia sudah tidak menyukai mu seperti dulu, Berhenti lah mengganggu nya."


Roi menghela nafas panjang. "Saya di besar kan tampa kasih saya seorang ibu, saya tidak tau caranya. Kalau begitu saya akan berhenti."


Dimas tersenyum dia menepuk pundak Roi.


"Terimakasih sudah mendengar kan kata-kata saya."


"Apakah hari ini Bapak jadi ke sel tahanan?" tanya Roi. Dimas mengangguk.


"Kenapa wajah bapak seperti ini?" tanya Roi.


"Saya sedikit ragu," ucap Dimas.


"Humm seperti nya saya menemui Bela terlebih dahulu, kamu temanin saya."


Mereka langsung pergi meninggalkan perusahaan.


"Hufff.. Akhirnya pria gila itu pergi juga," ucap Serli.


"Apa kamu mengatakan pak Dimas gila?"


"Aaaaa!!!" Serli sangat kaget karena tiba-tiba Roi ada di belakang nya.


"Kamu yang gila! Kamu adalah pria gila tidak punya perasaan, dan juga menakutkan, aku tidak suka pria seperti mu!"


Roi terdiam. Serli menatap wajah Roi.

__ADS_1


"Aku mohon berhenti mengganggu ku, aku berjanji akan berhenti menyukai mu dan tidak akan mencari masalah dengan mu lagi," ucap Serli.


__ADS_2