
Bela sudah mengantuk akhirnya mereka masuk ke dalam tenda.
Sementara di tenda Kayla paling sudut tiba-tiba terbangun karena sangat dingin sekali.
Dia membuka mata nya ternyata lampu di dalam tenda nya mati.
"Kenapa sangat menyeramkan sekali?" ucap Kayla takut. Berusaha untuk tidur lagi karena sudah sepi namun dia mendengar suara yang tidak nyaman.
Dia langsung keluar dan menggoyang kan tenda Fahri.
Fahri mendengar suara Kayla dia langsung keluar dari tenda.
"Aku mau tidur di sini," ucap Kayla langsung menerobos masuk ke dalam tenda Fahri.
"Apa yang terjadi mbak?" tanya Fahri kaget karena Kayla Tampak ketakutan.
"Aku takut, aku mau tidur di sini saja," ucap Kayla.
"Tapi bagaimana kalau ada yang melihat, mereka akan berfikir yang aneh-aneh Mbak."
"Tidak perlu perdulikan mereka, aku mau tidur kamu jangan pergi kemana pun."
Keesokan harinya... Dimas bangun lebih awal. Dia keluar dan menghirup udara yang sangat segar.
Dia melihat ke arah tenda Bela, dan ternyata Vira juga ikut bangun.
"Pagi Om.." sapa Vira.
"Pagi juga, apa kamu tidur sangat nyenyak?" tanya Dimas.
"Iyah Om, aku tidur sangat nyenyak sekali walaupun sangat dingin tapi mbak Bela memeluk ku sepanjang malam."
Dimas tersenyum, setelah Vira keluar tidak beberapa lama Bela juga keluar dia melihat Dimas menghidupkan api unggun agar bisa menjadi penghangat badan.
"Hoammm!!!!" Kayla bangun. Semua mata tertuju kepada kayla yang keluar dari tenda Fahri.
"Apa yang kalian lihat? apa aku terlihat sangat cantik ketika baru bangun?" tanya Kayla masih belum menyadari.
Tidak beberapa lama Fahri keluar.
"Arrghh!! badan ku sakit-sakit sekali, mbak tidur sangat aktif sekali," ucap Fahri.
Dimas dan Bela semakin heran. Kayla dan Fahri langsung sadar.
"Jangan salah paham dulu, ini tidak seperti apa yang kalian pikirkan."
"Kenapa kalian dalam satu tenda?" tanya Dimas.
"Tadi malam aku pindah karena takut."
__ADS_1
Dimas menatap curiga kepada Fahri.
"Benar pak, tadi malam mbak kayla ketakutan itu sebab nya dia tidur di tenda saya."
Mereka berdua berusaha menjelaskan agar tidak salah paham sampai akhirnya kedua nya jenuh.
"Kamu tau sendiri Tante sangat penakut," ucap Kayla kepada Dimas.
"Kalau sudah tau penakut kenapa Tante masih ngotot mau ikut sama ku?" tanya Dimas.
"Karena Tante ingin ikut kamu, Tante juga bosan di rumah, Tante juga sesekali ingin ikut Bareng kamu."
Dimas menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau begitu, sarapan kita sudah datang," ucap Dimas.
Mereka tidak membuat sarapan sendiri melainkan memesan yang khusus ada di sana.
Setelah selesai makan mereka siap-siap mau berkeliling sekitar sana untuk melihat-lihat pemandangan hutan yang sangat bagus sekali.
Vira dan Kayla tinggal di tenda karena Kayla tidak bisa ikut. Dimas melarang nya karena hanya akan merepotkan dia dan Fahri saja.
"Tante..." panggil Vira.
"saya bukan Tante kamu," ucap Kayla.
"ini untuk Tante," ucap Vira memberikan buku gambar dan juga pewarna.
"Mumpung kita di sini, ayo lomba menggambar pemandangan yang ada di sini."
"Tante jangan sombong dulu, ayo kita lomba," ajak Vira.
"Huff aku pasti sudah kalah, gambar nya saja sudah di Pampang di rumah Dimas karena bagus," ucap Kayla dalam hati.
Namum dia pasti sangat malu kalau menolak tantangan dari anak kecil.
Mereka menggambar sambil menunggu Bela dan yang lain nya keluar dari hutan.
Beberapa jam akhirnya Dimas dan Bela berhasil keluar dan mendapatkan banyak foto-foto bagus.
"Wahh aku tidak pernah berfikir di jaman sekarang masih ada hutan yang bagus dan terawat seperti ini," ucap Fahri.
"Vira, om pulang," ucap Dimas.
"Lihat deh Om, aku memang lukis dari Tante galak," ucap Vira.
Dimas melihat Kayla yang sudah cemberut.
Dimas melihat gambaran Tante nya dan juga Vira sangat berbeda jauh.
Vira sudah cukup mahir sementara Kayla tidak memiliki bakat di bidang itu.
__ADS_1
Namun tiba-tiba Kayla memeluk Dimas. "Walaupun aku kalah, tapi tetap saja Dimas akan memilih ku," ucap Kayla.
Mereka berdua memperebutkan Dimas.
Fahri menggeleng kan kepala nya.
"Umur dan badan nya saja yang sudah tua, yang lain nya masih seperti anak kecil," ucap Fahri.
Setelah puas di sana akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kota lagi.
Di malam hari mereka baru saja sampai, Dimas mengantar kan Bela dan Vira sendiri karena Fahri dan Kayla memilih Langsung ke rumah karena sudah sangat lelah.
Dimas menggendong Vira masuk ke dalam apartemen sementara Bela mengangkat barang-barang.
"Kamu istirahat lah, saya akan pulang," ucap Dimas kepada Bela.
"Tapi kelihatan nya kakak sudah sangat lelah, untuk malam ini kakak tidur di sini saja," ucap Bela.
Dimas menggeleng kan kepala nya. Dia harus pulang karena Besok dia harus bekerja, sebenernya lebih dekat dari apartemen Bela hanya saja dia tidak memiliki baju ganti untuk besok.
Namun ternyata Bela menyimpan baju Dimas satu pasang yang tidak sengaja tertinggal di rumah nya itu.
"Baiklah kalau begitu saya akan tidur di sini," ucap Dimas berjalan ke arah kamar Vira namun tidak sengaja dia kehilangan keseimbangan sehingga menabrak Bela.
Mereka berdua terjatuh ke sofa yang Untung saja ada di belakang Bela.
Dimas Mencium bibir Bela Tampa sengaja membuat mereka berdua terkejut satu sama lain.
Dimas langsung berdiri dan minta maaf, dia sangat takut Bela marah.
"Saya minta maaf, saya benar-benar tidak sengaja, saya minta maaf." ucap Dimas.
Dia langsung pamit masuk ke dalam kamar Vira sebelum kena marah oleh Bela.
Bela memegang bibir nya. Dia tersenyum manis dan malu setelah nya. Sementara Dimas dia langsung tidur karena sangat lelah sekali.
Sementara Bela harus bersih-bersih dulu sebelum tidur.
Di rumah Dimas..Bibik baru saja keluar dari kamar dan sangat kaget melihat Fahri ketiduran di sofa dan terlihat sangat nyenyak sekali.
"Jangan di ganggu bik, biar kan saja," ucap Kayla.
"Kenapa non?"
"Dia pasti sangat capek bik, sepanjang perjalanan dia yang menyetir dan dia juga Bergadang, di tambah lagi banyak aktifitas yang dia lakukan sehingga kurang tidur."
"Huff Fahri sangat kebiasaan seperti ini, karena hasrat untuk bersenang-senang dia tidak perduli kesehatan nya," ucap Bibik.
"Kenapa Bibik belum tidur? sebaik nya Bibik juga tidur," ucap Kayla.
__ADS_1
Bibik mengangguk. Dia meninggalkan Kayla di ruang tamu.
Kayla mendekati Fahri. "Kenapa sih aku jadi seperti ini kepada Fahri? Setiap kali bersama nya ada perasaan yang aneh yang aku rasakan, jantung ku berdetak lebih cepat ketika tidak sengaja berdekatan," ucap Kayla.