
Dimas langsung menunduk kan kepala nya dia memukul tubuh nya sendiri.
Bela mencoba menghentikan nya.
"Aku sangat jahat, aku sangat jahat tidak bisa mengontrol emosi ku, aku melukai wanita ku," ucap nya sendiri.
"Ini tidak apa-apa, ini sudah sembuh, ini sudah tidak sakit."
"Hikss... Hiks.. Hiks... Dimas menangis sambil mengelus lengan Bela.
Bela kaget kenapa Dimas menangis tersedu-sedu seperti itu.
"Aku sudah tidak apa-apa kak," ucap Bela mengelus kepala Dimas.
Bela memeluk Dimas menepuk-nepuk punggung nya.
"Aku minta maaf, aku tidak akan melakukan nya lagi, sekarang kamu harus membalas nya," ucap Dimas.
Dimas menyiapkan wajah nya di pukul oleh Bela.
"Kakak yakin aku bisa membalas nya?" tanya Bela. Dimas mengangguk.
"Kamu harus melakukan yang setimpal," ucap Dimas.
Bela mengangguk dia menyiapkan tangan nya, Dimas menutup mata nya, walaupun Bela perempuan tapi dia tau kalau tamparan wanita sangat lah sakit sekali.
Dimas menutup mata nya berharap tidak terlalu sakit.. Namun sudah menunggu lama Bela tidak kunjung melakukan nya.
Dimas kaget karena Bela tidak menampar nya melainkan menghapus air mata nya.
Dimas membuka mata nya. "Kenapa?" tanya Dimas.
Bela hanya tersenyum saja.
Dimas hanya diam saja. "Aku ingin kedepannya kita saling memperbaiki diri masing-masing, aku tidak ingin melihat kakak kasar seperti itu lagi. Aku sangat takut dan itu rasanya sangat sakit sekali."
Dimas mengangguk, dia memeluk Bela.
Setelah banyak nya drama di dalam ruangan tinju, akhirnya mereka keluar.
Saat mereka keluar semua mata tertuju kepada mereka berdua.
"Ada apa?" tanya Dimas. Mereka diam.
"Non Bela, ayo duduk di sini sudah ada makanan yang sangat Non Bela suka."
Bela langsung di tarik duduk, sementara Dimas duduk di kursi biasa nya.
"Om Dimas, om Dimas tadi berantem sama mbak Bela setelah itu berciuman, apa itu yang di lakukan orang dewasa?" tanya Vira.
__ADS_1
Tadi nya suasana meja makan sangat hangat, ceria dan menyenangkan. Setelah pertanyaan Vira semua nya langsung diam.
Dimas kaget dengan pertanyaan Vira, dia melihat ke arah Kayla dan juga Fahri.
"Humm kami hanya tidak sengaja melihat nya saat mau mencari mu di sana," ucap Kayla.
"Apa om Dimas dan mbak Bela mau menikah?" tanya Vira lagi.
"Vira.. Ayo lanjut makan, tidak baik ngomong sambil makan."
Vira mengangguk dan lanjut makan. Vira dan Dimas jadi sangat canggung sekali di depan semua pelayan dan juga Kayla, Fahri.
Di tempat lain...
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Serli melihat Rio sudah di depan kantor.
"Aku ke sini menjemput mu, bukan kah pria yang sedang mengejar wanita melakukan hal semacam ini, walaupun ini terdengar sangat konyol dan membuang waktu ku."
"Aku tidak meminta nya, aku sudah bilang kalau aku tidak menyukai mu lagi, aku juga tidak mau pacaran dengan mu."
"Humm seperti yang aku pelajari, kalau perempuan mengatakan tidak berarti sebaliknya, sama seperti sekarang, aku sudah mengerti. Ayo masuk ke dalam mobil."
Serli di paksa masuk ke dalam mobil nya sambil Serli menjerit, namun karena malu dia akhirnya pasrah dan masuk ke dalam mobil.
"Roi! Hentikan hal konyol ini, aku tidak tau apa maksud dan tujuan kamu seperti ini!"
"Aku sudah bilang kalau aku ingin memiliki pacar dan juga setelah kita jadian aku ingin membawa mu ke rumah orang tua ku."
Roi menghela nafas panjang. "Sudah diam saja, ayo makan sebelum kembali ke rumah."
"Aku tidak lapar."
Namun Roi tetap membawa ke tempat makan.
Roi membawa nya ke tempat makan yang cukup sederhana.
"Aku tidak suka makan di sini," ucap Serli.
"Bukan hanya Makanan di Restoran yang enak, di tempat seperti ini jauh lebih enak."
"Sampai kapan aku harus menghadapi sifat nya yang konyol ini."
Setelah selesai makan Roi mengantarkan nya pulang.
Roi memastikan Serli terlebih dahulu masuk ke dalam rumah.
Keesokan paginya dia datang lagi Sangat pagi sehingga tidur serli terganggu.
"Kamu sangat gila, kenapa kamu datang sepagi ini?" tanya Serli.
__ADS_1
"Mulai hari ini dan seterusnya aku akan menjemput dan mengantar kan mu bekerja."
Serli menghela nafas panjang, dia menatap Roi.
"Apa yang terjadi kepada mu? Sekarang katakan yang sebenarnya apa yang kau inginkan! Jangan mengganggu kehidupan ku!"
Roi tidak menjawab pertanyaan Serli.
"Kenapa kamu marah-marah pagi-pagi? sebaiknya kamu pergi mandi."
Serli sangat kesal. Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia mau berangkat ke kantor. Di saat dia mau mengambil kunci mobil nya tiba-tiba Roi menahan nya.
"Berapa kali harus aku katakan kalau mulai dari sekarang aku akan bertanggung jawab atas berangkat bekerja dan pulang bekerja."
"Aku tidak tau apa yang merasuki mu!"
Bela di antar oleh Dimas ke kampus hari ini. "Kamu yakin bisa belajar dengan tangan yang sakit?" tanya Dimas menahan Bela sebentar sebelum turun dari mobil.
"Aku sudah bilang aku sudah membaik, dan ini tidak terlalu sakit kalau tidak di sentuh."
Dimas melihat lengan Bela. "Kamu pasti sangat membenci ku bukan?"
Bela menggeleng kan kepala nya. "Mana mungkin aku bisa marah kepada anak laki-laki yang sangat cengeng, manja, ngambekan dan juga emosian seperti ini," Bela mengelus rambut Dimas.
Dimas akan memasang wajah manja nya membuat Bela semakin gemes.
"Ya sudah kalau begitu kakak sekarang harus kembali bekerja, Serli sudah sangat khuwalahan bekerja sendiri."
Dimas mengangguk. "Aku akan menjemput kamu setelah selesai kuliah."
"Tidak perlu kak, kakak fokus saja bekerja, datang lah ke rumah setelah selesai bekerja karena aku akan masak yang enak."
Dimas mengangguk sambil tersenyum. Setelah Bela turun Dimas pun langsung pergi.
"Mobil mewah itu seperti tidak asing," ucap salah satu mahasiswa.
"Iyah, aku juga pernah melihat itu, tapi aku tidak ingat."
"Huff Kenapa aku membiarkan kak Dimas menurun kan ku di depan kampus sih, semua orang hampir saja tau." Batin Bela.
"Bela..." ucap Yana yang baru saja sampai, dia turun dari mobil kekasih nya.
"Yana,"
"Kamu cepat banget hari ini," ucap Yana karena biasanya Yana yang pertama sampai. Karena Bela setiap hari naik bus kalau tidak ojek, bisa saja taksi namun kali ini dia di antar oleh kekasih nya.
"Aku bangun lebih pagi."
"Oh iya ngomong-ngomong kamu gak apa-apa kalau menunjuk kan kekasih mu kepada semua orang?"
__ADS_1
"Bela.. pacar ku dengan pacar mu sangat berbeda. Aku sangat bangga orang lain bisa tau hubungan ku dengan pria kaya itu."