
"Jangan seperti itu, ayo masuk ke dalam," ajak Bela.
Keesokan harinya...
"Aku berangkat bekerja dulu yah sayang," ucap Dimas kepada istrinya. Namun tiba-tiba Bela menahan tangan suami nya. Dimas menoleh ke arah nya.
"Iyah, kenapa sayang?" tanya Dimas.
"Aku mau ikut," ucap Bela. Dimas menatap heran. "Tumben banget kamu mau ikut seperti ini? Ada apa?" tanya Dimas kebingungan.
"Tidak apa-apa, aku ingin ikut saja," ucap Bela.
Dimas menghela nafas panjang. "Aku menghentikan kamu kuliah, aku ingin kamu istirahat di rumah, kamu malah mau ikut sama aku bekerja," ucap Dimas.
"Emang nya aku gak boleh ikut bekerja sama kakak? Nanti Kalau aku Capek aku bisa pulang dengan supir."
Dimas tidak bisa mengatakan apapun akhirnya dia menginyakan saya, dan membawa istrinya.
"Sayang... aku sudah menunggu atau jam, aku bisa telat meeting kalau seperti ini," ucap Dimas mengetuk pintu kamar karena Bela sedang siap-siap.
"Iyah kak, sabar sebentar kenapa sih?" ucap nya sambil keluar dari kamar. Dimas melihat penampilan Bela.
"Apa yang mau kamu lakukan sehingga berpenampilan seperti ini?" tanya Dimas.
"Aku hanya ingin dandan agar kakak tidak malu membawa ku ke kantor kakak."
"Tapi seperti ini berlebihan sayang, bagaimana kalau ada Pria yang mau menggoda kamu?"
"Bagus dong kalau begitu, itu artinya aku menarik dan sangat cantik."
Dimas menghela nafas panjang. "Kamu tukar pakai baju yang lebih sopan dan rambut kamu di urai saja jangan di ikat seperti ini," ucap Dimas karena leher jenjang, putih dan mulus milik istrinya terlihat sangat jelas dan siapapun yang melihat itu pasti tertarik.
Tidak beberapa lama Bela keluar, dia berpenampilan biasa, namun tetap saja terlihat sangat cantik.
"Nah, gini jauh lebih cantik dan sangat sopan," ucap Dimas. "Huff, giliran istri kakak berpakaian seperti ini saja di larang, melihat wanita seksi dan cantik di luar sana kakak sangat tertarik bahkan melihat nya terus menerus," ucap Bela dengan sangat kesal.
"Apa maksud kamu sayang? kenapa kamu berbicara seperti itu?" tanya Dimas. Bela membuka handphone nya dia menunjuk kan sesuatu kepada Dimas.
Seketika Dimas menghela nafas panjang. "Kamu jangan salah paham, itu adalah anak klien ku "
__ADS_1
"Terus? Seharusnya kakak berbicara dengan klien kakak, bukan malah berbicara dengan dia, bilang saja kakak sangat suka karena dia cantik kan?" tanya Bela.
"Dia akan menjadi penerus Ayah nya, jadi aku menjelaskan dan membicarakan banyak tentang pekerjaan kepada nya. Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh," ucap nya ke kepada Bela.
"Bagaimana tidak berfikir yang aneh-aneh? Lihat lah perbuatan kakak saja seperti ini!" ucap Bela.
"Aku minta maaf kalau itu membuat kamu salah paham, pokoknya kamu gak bole berfikir yang aneh-aneh yah, ayo berangkat dengan ku karena hari ini aku akan bertemu dengan mereka juga."
"Aku akan memperkenalkan kamu kepada mereka, siapapun itu aku akan memberi tau kalau kamu adalah istri ku."
bela tersenyum. "Baiklah kalau begitu."
Mereka segera berangkat meninggalkan rumah itu. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di kantor.
"Selamat pagi Pak," sapa Serli.
"Serli... sudah lama kita tidak pernah bertemu, kenapa kamu tidak pernah datang berkunjung ke rumah?" tanya Bela.
"Aku sangat sibuk bekerja mbak Bela, aku tidak mendapatkan hari libur," ucap Serli. Bela langsung menoleh ke arah Suaminya.
"Kalian berbicara saja dulu, aku akan ke ruangan ku terlebih dulu."
"Enggak mbak, mana mungkin aku pacaran sama dia," ucap Serli..
"Hummm, apa kamu yakin tidak berpacaran dengan dia? Aku melihat kamu dan dia kemarin abis makan malam bersama," ucap Bela.
Serli seketika langsung terdiam. "Itu mungkin mbak salah lihat, gak mungkin lah, aku saja tidak pernah bertemu dengan dia lagi."
"Hummm," ucap Bela seperti tidak percaya. "Kamu jujur saja deh, kalau kamu tidak jujur kepada ku, aku akan mengumumkan ke semua orang kalau kalian memiliki hubungan."
"Jangan mbak, baiklah-baiklah aku akan jujur, kami sudah menjalani hubungan pacaran beberapa bulan, tapi aku mohon jangan bilang kepada orang lain yah," ucap Serli..
"Aku tidak berjanji," ucap Bela.
Serli menghela nafas panjang. "Mbak, aku mohon jangan beri tau kepada pak Dimas, kalau dia tau mungkin aku akan di marahin mbak, ." ucap Serli.
"Loh kenapa di marahin?" tanya Bela. "Karena berpacaran dengan Roi, pak Dimas akan berfikir pekerjaan ku dengan pekerjaan Roi tidak akan beres," ucap Serli.
"Gak mungkin lah seperti itu, jangan berfikir seperti itu. Kamu harus membicarakan ini segera, karena tidak mungkin selama nya kamu menyembunyikan ini," ucap Bela.
__ADS_1
"Baiklah Mbak," ucap Serli. "Sayang... Ayo ke sini," panggil Dimas dari arah ruangan nya.
Bela mengangguk dia langsung menyusul suami nya. "Apa yang kamu bicarakan dengan Serli seperti nya sangat serius sekali?" tanya Dimas.
"Tidak ada yang penting, hanya basa-basi seperti biasa, kelihatan kakak sangat penasaran sekali."
"Bagaimana tidak penasaran, kan kamu tau sendiri kalau Serli itu sangat misterius sekali."
"Maksud nya?"
"Dia berfikir kalau aku tidak tau kalau dia berpacaran dengan Roi, berusaha untuk terus menutupi nya dari ku," ucap Dimas.
"Kakak sudah tau?" tanya Bela. "Mereka setiap hari mereka bersama ku, tidak mungkin aku tidak tau "
"Jadi kakak tidak marah?" tanya Bela. "Ngapain marah kalau tidak melakukan kesalahan?" tanya Dimas.
"Sebenarnya mereka tidak jujur karena takut kakak akan marah kalau mereka berpacaran," ucap Bela.
"Sudah beberapa bulan ini mereka berpacaran namun belum melakukan kesalahan, semua nya berjalan dengan baik, aku berharap selalu seperti itu selama nya."
"Iyah kak, aku juga berharap demikian," ucap Bela.
Dimas menarik tangan istrinya ke pangkuan nya. "Apa yang kakak lakukan? Nanti kalau ada Staf yang masuk bagaimana?" tanya Bela.
"Tidak apa-apa, mereka tidak akan mengatakan apapun karena kita sudah suami istri," ucap Dimas.
"Tapi malu Kak," ucap Bela.
Dimas mencium pipi Bela, "Untuk apa kamu malu?" tanya Dimas.
Dimas terus menghujani nya dengan ciuman di pipi, bela sudah menghindar namun tetap saja di cium oleh Dimas Tampa henti.
Tiba-tiba Serli masuk dan melihat adegan itu. Dia berbalik badan langsung. "Ada apa?" tanya Dinas.
"Maaf pak, seharusnya saya mengetuk pintu terlebih dahulu kalau ada istri bapak," ucap Dimas.
"Kamu sudah tau, namun kenapa masuk begitu Saja?" tanya Dimas.
"Sudah tidak apa-apa Kak," ucap Bela.
__ADS_1
"Saya mau bilang kalau Klien kita sudah sampai dan menunggu di loby Pak," ucap Serli.