Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 116


__ADS_3

"Aku minta maaf, Bibik melakukan ini juga demi kebaikan aku dan juga Vira."


"Apa saya boleh melihat letak rumah nya? Apa itu sangat jauh dari kediaman saya?" tanya Dimas.


"Aku belum tau kak, aku masih mencoba memikirkan nya lagi."


"Kamu pindah saja, di sini tidak baik untuk Vira karena di sini sangat sempit dan juga jauh dari keramaian. Kalau terjadi sesuatu bagaimana?"


"Justru yang aku pengen itu seperti ini kak."


"Banyak kok rumah di luar sana yang Bagus dan tidak di keramaian tapi terjaga, tidak seperti apartemen ini."


"Huff menurut ku apartemen ini sudah sangat bagus, biayanya juga sangat mahal," ucap Bela.


Dimas berusaha menyakinkan Bela untuk tetap pindah.


Bela akhirnya mau, dan memutuskan pindah setelah Vira Tamat.


"Oh iya kamu dari rumah Ayah kamu, apa kabar di sana?" tanya Dimas.


"Tidak ada yang berubah," ucap Bela.


Dimas menatap Bela.


"Apa kamu tidak berniat untuk tinggal di rumah Ayah mu?"


Bela menggeleng kan kepala nya. "Selain jauh aku juga tidak ingin tinggal di rumah yang begitu besar."


Dimas tersenyum. "Baiklah kalau begitu saya akan membeli rumah yang sederhana agar kamu mau tinggal dengan saya."


"Maksud kamu bukan kakak," ucap Bela.


"Saya akan melakukan apapun yang kamu suka, dan menjauhi apa yang tidak kamu sukai," ucap Dimas.


Bela tersenyum mendengar nya. "Ini sudah malam, apa kakak tidak pulang?" tanya Bela.


Dimas melihat jam.


"Seharusnya saya sudah pulang, tapi saya masih sangat merindukan kamu dan masih ingin di sini," ucap Dimas.


"Masih ada hari esok," ucap Bela.


"Kamu benar, kalau begitu saya pamit dulu, tidur yang nyenyak yah," ucap Dimas mencium pipi Bela.


Bela menghela nafas panjang karena terkejut. Dimas tersenyum gembira dia akhirnya pergi.


Bela menutup pintu dan Langsung masuk ke dalam kamar nya.


Namun baru saja keluar dari parkiran apartemen Bela, Dimas melihat Mobil yang tidak biasanya dia lihat baru saja datang.

__ADS_1


Dimas tidak jadi pergi dia menunggu pengendara mobil itu keluar.


Namun setelah keluar ternyata isinya perempuan.


Dimas sudah curiga awalnya, setelah itu dia langsung pergi.


Keesokan harinya...


Bela dan Dimas mau melihat di mana letak rumah yang akan di tempati oleh Bela dan di antar oleh Bibik.


Setelah sampai di tempat Bela dan Dimas sangat kaget ternyata tidak jauh dari rumah Dimas. Di tambah lagi sekolah itu adalah sekolah di mana Dimas akan memasuk kan Vira SD.


Dimas memaksa Bela untuk setuju dan segera pindah ke sana. Bela masih berfikir namun Dimas sudah memaksa nya untuk menyetujui pindah ke sana.


Rumah yang di beli ternyata cukup mewah namun tidak terlalu besar. Cocok banget untuk Bela dan Vira.


Dimas sangat bersemangat sekali, namun Bela masih memikirkan Banyak hal.


Setelah itu mereka mampir untuk makan siang bersama.


"Bibik, kalau belum sembuh aku bisa mengantar kan Bibik pulang," Ucap Bela.


"Bibik sudah membaik, lagian Bibik harus melihat keadaan pak Irfan ke penjara."


"Keadaan Bibik seperti ini tidak menyakinkan ke sana sendirian."


Setelah selesai makan Bibik memesan taksi dan meninggalkan Bela dan Dimas.


Bela melihat Dimas hanya diam saja.


Bela memegang tangan Dimas. Mereka saling tatap.


"Aku tau dalam situasi seperti ini tidak nyaman kan? Kalau pun nanti kakak sudah tidak betah bersama ku, katakan saja, aku tidak akan banyak tanya apa alasan nya."


Dimas menatap Bela. "Apa maksud kamu?"


"Memiliki hubungan spesial dengan anak pembunuh orang tua kakak pasti sangat sulit kan?" tanya Bela.


"Iyahh cukup sulit, tapi saya tau ini adalah ujian di hubungan kita. Dan satu hal lagi sebelum maut yang memisahkan kita berdua saya tidak akan pernah meninggalkan kamu dan saya juga tidak akan membiarkan kamu meninggalkan saya."


"Apa kakak tidak malu memiliki pacar seperti aku?"


Dimas menggeleng kan kepala nya.


"Saya selalu bangga kepada wanita kuat dan penyayang seperti kamu."


Bela tersenyum. Tidak beberapa lama Fahri dan Kayla datang membawa Vira karena mereka yang menjemput Vira.


Bela sangat senang banyak yang sayang sama Vira, apa lagi Kayla sudah mulai dekat dengan Vira karena Vira sangat mudah dekat dengan orang lain.

__ADS_1


Kayla melihat Dimas dan Bela dan di tengah-tengah ada Vira.


"Mereka sudah seperti keluarga, apa aku membiarkan saja mereka berbaikan?" batin Kayla.


"Mbak sedang memikirkan apa? Kenapa tidak makan?" tanya Fahrii.


"Fahri! Kamu membuat ku kaget saja."


"Ya lagian kenapa melamun?" tanya Fahri.


Kayla langsung lanjut makan sebelum makanan nya dingin.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Bela dan Vira pulang duluan. Sementara Dimas kembali ke kantor nya.


Fahri dan Kayla ada urusan di luar. Namun saat sampai di kantor Dimas mendapatkan kabar kalau salah satu klien nya mencoba bermain curang kepada perusahaan mereka.


Dimas tidak bisa tinggal diam, dia harus mengetik pelajaran dia langsung menghubungi Fahri datang mengawal nya menemui klien nya itu.


Dimas sangat heran kenapa ada saja orang yang mencari masalah Kepada nya. Mungkin mereka menganggap Dimas tidak akan Perduli.


Dimas dan Fahri sudah sampai di tempat.


"Akhirnya pak Dimas datang juga," ucap klien nya laki-laki yang sudah lanjut usia.


"Apa maksud Bapak melakukan kecurangan seperti ini? Bukan kah dari awal kita sudah setuju dengan perjanjian yang ada?"


"Ini bukan tentang perjanjian, saya hanya merasa rugi karena tidak ada keuntungan bekerja sama dengan bapak karena perusahaan Bapak mengambil keuntungan yang sangat besar sekali."


Dimas menghela nafas panjang. "Saya tidak mengambil keuntungan besar dari perusahaan kecil. Seperti yang tertulis di suruh kontrak."


"Bohong! Anda adalah penjahat, akibat ini saya merasakan kerugian ratusan juga."


Tiba-tiba pengawal Dimas menahan klien nya agar tidak menyentuh bos nya itu.


"Kalau bapak tidak ingin bekerja sama dengan saya, kita bisa membatalkan nya."


"Saya akan mendapatkan denda yang sangat tinggi kalau membatalkan nya, anda memang sangat licik sekali sama seperti ayah anda, pantesan saja mereka di bunuh."


Tiba-tiba Fahri melayang kan tangan nya ke wajah pria itu dengan sangat kuat sekali.


"Jangan mengotori tangan anda sendiri pak, saya akan menangani nya."


Namum ternyata pengawal Nya tidak sedikit, melainkan sangat banyak, sementara Dimas datang hanya dengan Fahri dan dua pengawal nya yang lain.


Mereka menghajar Fahri ramai-ramai, sementara Dimas menangani klien nya itu.


"Hentikan semua ini! Jangan sampai saya meminta pertanggungjawaban anda!"


"Saya tidak akan menyerah sebelum anda membayangkan kerugian saya."

__ADS_1


__ADS_2