Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 222


__ADS_3

"Tidak perlu khawatir, ada Serli dan Fahri di kantor."


Bela hanya bisa menghela nafas panjang melihat suami nya itu.


Tidak bisa di pungkiri kalau Dimas harus was-was kepada istri nya takut di ambil oleh orang lain, dan dia juga harus memikirkan keselamatan anak nya.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai menonton. "Kamu mau makan?" tanya Dimas kepada istri nya.


Bela menggeleng kan kepala nya. "Kamu mau beli sesuatu?" Bela menggeleng kan kepala nya.


"Kamu mau kemana lagi? Aku anterin yah," ucap Dimas.


"Gak usah kak, kakak kembali bekerja saja ,aku bisa sendiri kok."


Dimas menghela nafas panjang menatap istrinya. "Kenapa sih kamu tidak mau aku anterin? Kamu marah? apa aku ada Melakukan kesalahan?"


"Gak ada sayang, sebaik nya kakak pergi bekerja sekarang," ucap Bela.


"Aku juga setelah ini langsung pulang ke rumah, kasian Vira."


"Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati yah, jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai di rumah.


Dimas mencium kening istrinya dan setelah itu pergi.


Setelah Dimas pergi, Bela pergi ke salah satu toko pakaian.


Bela membeli satu pakaian. "Aku yakin kak Dimas pasti pengen aku pakai yang seperti ini," batin Bela.


Tidak beberapa lama dia keluar dari sana namun dia sangat kaget ketika melihat kekasih Yana bersama wanita masuk ke dalam toko perhiasan.


Bela tidak akan tinggal diam saja, dia mengikuti nya dan mengambil foto dan video.


Saat dia mau mengirim nya kepada Yana, dia menghentikan niat nya.


"Jangan sekarang deh, seperti nya besok saja kalau Yana sudah mulai percaya, kalau seperti ini dia akan berfikir aku berusaha membuat mereka putus.


Bela langsung pulang. Tidak beberapa lama dia sampai di rumah.


"Yuda... Kamu di sini?" tanya Bela melihat Yuda di ruang tamu.


"Iyah Mbak."


"Apa orang tua kamu gak nyariin?" tanya Bela karena sudah sore juga.


"Orang tua Yuda tidak di rumah Mbak, jadi dia gak apa-apa gak pulang," ucap Vira.


"Oohh begitu," ucap Bela.


"Apa kalian sudah makan? Lihat nih mbak bawa banyak makanan."


"Kamu ajak lah Yuda makan, mbak mau mandi dulu."


Hari semakin sore.. Latihan Roi sudah sampai selesai.

__ADS_1


"Bro, apa nanti malam loe ikut nongkrong sama anak-anak?" tanya teman nya.


"Untuk malam ini seperti nya enggak bro, aku menunggu pacar ku."


"Ya sudah kalau begitu, setelah punya pacar kau jadi jarang ikut nongkrong bersama teman-teman yang lain."


"Jangan lupa Bro, setelah ketua kita keluar, loe yang bakal gantikan."


"Iyah bro. Aku tidak ikut nongkrong bukan berarti kita tidak dekat."


"Gua paham kok," tidak beberapa lama akhirnya latihan selesai.


"Seharusnya satu jam yang lalu dia sudah selesai bekerja dan dia sudah sampai di sini.. Namun sampai latihan selesai kenapa dia belum datang?" batin Roi.


"Masih mau nungguin pacar loe itu? Dia sekertaris di perusahaan, tentu nya dia sangat sibuk tidak sempat datang ke tempat ini," ucap teman-teman nya.


Roi hanya bisa diam ketika teman-teman nya mengejek nya.


Sirkuit sudah mulai Sepi, matahari juga sudah tenggelam.


Roi bahkan sudah ketiduran namun Serli tak kunjung tiba.


"Apa dia benar tidak akan datang?" batin Roi.


"Hei anak muda! Tempat ini sudah mau di tutup keluar lah!" ucap penjaga sirkuit.


Roi beranjak dari tempat duduk nya, dia mengepak semua barang-barang nya dan berjalan meninggalkan sirkuit.


"Seharusnya aku tidak perlu menunggu nya di sini, lagian dia tetap tidak akan datang walaupun aku paksa," ucap Roi.


Dia ke rumah Serli.


"Tok!!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu Serli.


Serli membuka pintu dia melihat Roi di balik pintu.


"Aku menunggu kamu di sirkuit, kenapa kamu sama sekali tidak datang menjemput ku?"


"Tampa aku jemput kamu bisa pulang sendiri kan?" ucap Serli.


"Aku memang pulang cepat hari ini, tapi bukan berarti aku tidak memiliki pekerjaan yang harus di selesaikan."


"Kamu bisa lihat kan sampai malam seperti ini aku masih harus bekerja di depan laptop."


Serli menunjuk di atas meja ruang tamu karena dia masih bekerja.


"Tapi setidaknya kamu bisa bilang."


"Gak usah kekanak-kanakan Roi, kita sama-sama memiliki urusan masing-masing."


Roi terdiam. "Untuk apa kamu ke sini? Sebaik nya kamu pulang dan istirahat."


Roi mengangguk. "Baiklah aku tidak akan menggangu kamu.

__ADS_1


Roi berbalik, dia Tidak sempat masuk ke dalam namun sudah di usir oleh kekasih nya itu.


Dengan sangat lesu dia harus meninggalkan rumah Serli.


Di rumah Bela sedang menemani Vira tidur karena Dimas belum pulang.


Namun Bela malah ketiduran di kamar Bela. Saat Dimas pulang dia bingung kenapa istri nya tidak ada di kamar.


Melihat Bela ketiduran di kamar Vira, dia segera memindahkan nya.


"Kenapa kamu tidur dikamar Vira?" tanya Dimas setelah sudah di kamar mereka.


Bela tersenyum setengah sadar. "Aku tadi ketiduran, kenapa kakak sangat lama?" tanya Bela.


"Aku sudah bilang aku akan pulang telat hari ini," ucap Dimas.


"Apa kakak sudah makan?"


"Kamu lanjut tidur saja, aku sudah makan diluar."


Bela tersenyum. Dimas mengelus kepala istri nya mencium kening nya agar istri nya segera tidur.


Beberapa hari kemudian...


Hari ini Kayla tidak bekerja alias libur, jadi dia datang ke rumah Bela untuk belajar masak.


Hanya saja dia harus menunggu bela pulang dari kampus terlebih dahulu.


Di kampus Bela baru saja selesai membalas pesan dari Kayla.


Dia berjalan ke arah kelas, namun dia melihat pohon mangga yang sedang berbuah.


"Kenapa buah nya itu terlihat sangat menggoda sekali," batin Bela.


"Kamu mau?" tanya Kevin datang entah dr arah mana.


Bela dengan polos nya mengangguk. Yuda langsung mencari cara mengambil buah mangga yang masih muda itu.


"Terimakasih banyak," ucap Bela.


"Yahh, baju kamu jadi kotor," ucap Bela sambil membersihkan baju Kevin.


Dan ternyata seseorang mengambil foto mereka dan mengirim nya di medsos sehingga bisa di lihat oleh B


Dimas.


Dimas laki-laki yang sangat Posesif, cemburu dan emosional ingin marah namun tidak tau kepada siapa pun.


Foto itu terlihat biasa saja, namun Dimas tidak bisa melupakan kalau Kevin menyukai Bela.


Saat sudah di dalam kelas Bela baru menyadari banyak pesan dari suami nya.


Melihat foto yang beredar dia hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Huff ada-ada saja orang yang membuat hal seperti ini," ucap Bela.


Tidak melakukan pembelaan diri terhadap suami nya, dia hanya menjawab dengan jujur kalau Kevin hanya membantu nya mengambil buah mangga karena dia sangat pengen.


__ADS_2