Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 186


__ADS_3

Dimas terdiam sejenak. "Nenek dan kakek ngapain ke sini? Kenapa mereka tidak bilang mau ke sini?" tanya Dimas.


Dimas menghubungi Tante kedua nya, mereka juga tidak tau alasan orang tua mereka memaksa kan diri datang ke rumah Dimas.


Kayla merapikan semua barang-barang nya dari rumah Fahri dan segera pulang ke rumah Keponakan nya itu.


"Semua yang! Jangan ada yang bilang kalau saya dengan Dimas jarang pulang dan tidur di rumah ini kepada nenek dan Kakek," ucap Kayla kepada para pelayan.


"Baik non," ucap mereka dengan sangat kompak.


"Ada apa yah mamah sama papah ke sini? Tidak biasanya, aku sangat penasaran dan aku tidak berhenti memikirkan ini."


"Apa ada sangkut pautnya dengan bela dan Dimas, tapi bukan kah mereka sangat membenci bela, tidak mungkin datang ke sini hanya karena itu."


"Ah sudahlah, sebaiknya aku membantu menyiapkan penyambutan untuk mereka."


Dimas meninggal kan kantor setelah pekerjaan penting nya selesai.


Dia menemui Bela, dia ingin membawa Bela menyambut Nenek dan Kakek nya.


Dimas pulang saat Kevin masih di rumah dia. melihat Kevin bersama Bela membuat Dimas kesal dan cemburu.


"Kalau begitu aku pulang dulu yah Bela, besok aku akan ke sini lagi," ucap Kevin. Bela mengangguk.


Kevin pergi karena sudah takut kepada Dimas yang menatap nya sedikit tidak enak.


"Berani-berani sekali dia mendekati kekasih ku, apa dia ingin mendapatkan pelajaran dari ku?" ucap Dimas dengan kesal sekali.


"Tumben banget kakak pulang cepat? Apa karena Kevin di sini?"


"Iyah, aku tidak akan membiarkan dia bersama kamu."


Bela tertawa melihat Tingkah Dimas.


"Oh iya kamu harus segera siap-siap, Nenek dan kakek datang ke sini dan sebentar lagi mereka Akan sampai di rumah ku."


"Hah? Apa iya kak?" tanya Bela kaget. Ternyata mimpi nya menjadi kenyataan.


"Kita harus menyambut nya bersama, agar Nenek dan kakek tau kita selalu bersama."


Bela dan Vira langsung menukar pakaian, tidak menunggu lama mereka langsung berangkat ke rumah Dimas.


Semua orang sudah menunggu di depan rumah. Mobil yang menjemput nenek dan kakek sudah datang.


"Mamah, Papah...." ucap Kayla memeluk mereka ketika turun dari mobil.


"Aku sangat merindukan kalian, kenapa tidak bilang kalau datang ke sini?" tanya Kayla.


"Kami mau memberikan kejutan kepada kamu," ucap Nenek.

__ADS_1


"Ayo aku bantu Nek," ucap Dimas.


Nenek dan kakek melihat Bela yang berdiri bersama Vira.


Tidak mengatakan apapun mereka masuk ke dalam.


"Ini pertama kali nya Nenek sama Kakek ke rumah ku," ucap Dimas. Menyambut dengan sangat baik, dan di temani oleh beberapa pengawal.


"Kalian sangat berlebihan menyambut kami, tidak perlu seperti ini."


"Mamah sama papah sudah tua, seharusnya tidak baik melakukan perjalanan yang jauh berdua saja, bagaimana kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan" tanya Kayla.


"Buktinya kami selamat sampai tujuan," ucap Kayla.


"Iyah sih Mah, tapi aku tetap saja khawatir," ucap Kayla.


Bela menyiapkan makanan, minuman.


"Aku sangat gugup sekali bik," ucap Bela. "Non Bela harus Santai, jangan gugup dan takut."


"Non Bela di panggil oleh bapak ke depan," ucap pelayan.


Bela mengangguk dia ke depan.


"Ayo duduk," ucap Kayla membawa Bela duduk di samping nya.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Kakek.


"Kedatangan kami ke sini ingin bertemu dengan orang tua kamu."


Semua nya yang mendengar itu kaget.


"Kenapa kalian kaget? Apa kami tidak bisa bertemu dengan orang tua Bela?"


"Bukan seperti itu Kakek, tapi untuk apa?" tanya Dimas.


"Kalian semua tidak perlu mengkhawatirkan apapun, karena kami tidak akan melakukan hal yang negatif."


"Tidak seperti itu kek, tapi mereka di tahanan."


"Kalau begitu bawa kami ke sana," ucap Kakek.


"Kalau Kakek dan nenek ingin bertemu dengan mereka tidak apa-apa, tapi aku khawatir Kakek emosi dan sakit lagi."


"Kamu mengkhawatirkan kami? Setelah yang kami lakukan kepada kamu, kamu masih mengkhawatirkan kami?"


Bela terdiam. "Jangan membahas itu lagi, sekarang mamah sama papah menceritakan bagaimana perjalanan ke sini tadi?" tanya Kayla.


"Semua nya baik-baik saja, kami sudah terbiasa waktu muda jalan-jalan seperti ini."

__ADS_1


Kayla tersenyum. "Kenapa dari tadi Fahri dan Serli tidak di sini?" tanya Nenek.


"Humm Fahri bekerja Nek, Serli juga masih bekerja, mungkin Nanti malam mereka akan ke sani," yang ucap Dimas.


"Kami Sangat merindukan calon menantu kami."


"Maksudnya Fahri mah?" tanya Kayla.


Mereka menoleh ke arah Bela. "Iyah Fahri, maksud kamu siapa lagi?" ucap kakek langsung.


"Bela kamu kuat, kamu pasti kuat. Apapun itu rintangan nya aku tidak akan menyerah.


Bela dan Bibik memasak di dapur. Mereka ingin memasak sesuatu yang enak agar nanti Nenek dan Kakek tidak marah.


Kedatangan mereka membuat seisi rumah sangat terkejut, mereka juga sangat berharap tidak melakukan kesalahan apapun.


Tidak beberapa lama akhirnya masakan selesai. Mereka menata di meja makan.


Semua nya berkumpul di meja makan. "Wangi nya sangat enak sekali, rasanya pasti sangat enak kan?" ucap Kayla.


"Kelihatan nya biasa saja," ucap Nenek.


Bela tidak berani ikut duduk bersama mereka.


"Mau kemana kamu? sudah berkumpul seperti ini apa kamu mau kami semua makanan ini begitu saja?" tanya Kakek.


"Aku tidak memasuk kan apapun kedalam nya kek. Aku Memasak bersama Bibik dan juga ramai orang di dapur."


"Kalau begitu kamu duduk dan mencicipi nya."


Bela mengangguk, dia duduk di samping Dimas. Dimas Memegang tangan Bela menguatkan nya.


Bela mencicipi semua nya. Setelah itu Kakek dan nenek makan.


Dimas dan Kayla sangat tidak tega melihat Bela harus tertekan seperti itu, baru beberapa hari Bela merasa bahagia, tapi dia sekarang sudah harus bersedih lagi sekarang.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan, masakan Bela habis Tampa tersisa sama sekali. Bela sangat senang.


"makanan yang kamu masak sangat enak," ucap Nenek kepada Bela.


Bela sangat senang mendapatkan pujian itu, dia tersenyum sambil mengucapkan terimakasih.


"Kayla, kamu sudah mau menikah dengan Fahri, kamu juga harus belajar masak, jangan hanya bisa berhias diri saja," ucap Kakek.


"Iyah-iyah Pah, aku juga lagi belajar," ucap Kayla.


Hari semakin gelap, Roi sudah menunggu Serli dari tadi di depan perusahaan.


"Bu Serli... Di luar sudah di tungguin sama pak Roi, dia sudah lama menunggu di bawah, Kasian sekali, apa tidak di suruh masuk saja?" tanya Staf.

__ADS_1


"Biarkan saja dia menunggu di sana, aku sebentar lagi selesai."


"Mbak serli, ayo kita pergi bersama ke rumah pak Dimas x ucap Fahri datang ke ruangan Serli.


__ADS_2