Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 203


__ADS_3

Vira sangat sibuk bersama teman-teman nya, Bela duduk bersama Dimas di teras sambil melihat anak-anak berkumpul.


"Apakah kamu tidak ingin berkunjung ke panti asuhan kamu sebelum nya?" tanya Dimas kepada Bela.


"Sebenarnya aku sangat ingin, hanya saja perjalanan ke sana cukup jauh, aku harus memiliki waktu libur, Vira juga harus sekolah."


Dimas tersenyum. "Lain kali cari waktu yang tepat yah," ucap nya kepada istri nya. Bela mengangguk sambil tersenyum.


Dimas bergabung bermain dengan anak-anak, sementara Bela berbincang-bincang dengan guru-guru yang ada di sana.


Bela akan menjadi donatur baru di panti asuhan itu, dia ingin panti asuhan itu lebih maju dan semua anak-anak di sana terjamin masa depan nya.


Bukan hanya Bela saja yang menjadi donatur tapi Dimas ikut juga. Pengurus yayasan sangat senang sekali mereka tidak berhenti berterimakasih.


"Seharusnya kakak tidak perlu melakukan nya? Pengeluaran kakak akhir-akhir lumayan banyak," ucap Bela.


Dimas tersenyum. "Apa kamu meragukan ku?" tanya Dimas.


"Bukan seperti itu, hanya saja aku tidak enak sama Nenek dan kakek kalau tau tentang ini."


Dimas berusaha menyakinkan istri nya kalau itu adalah hal yang wajar dan justru sangat bagus untuk mereka.


Setelah selesai di panti asuhan mereka ijin pamit pulang, hari ini menjadi hari bahagia bagi Vira karena bertemu dengan teman-teman lama nya.


Sepanjang perjalanan Vira tidak berhenti bercerita sampai dia kelelahan dan tidur di kursi belakang.


Dimas tersenyum. "Apa kamu mau beli sesuatu mumpung lagi di luar?" tanya Dimas kepada Bela.


Namum ternyata Bela juga sudah tidur. Dimas menghela nafas panjang.


"Humm seperti nya mereka sama-sama kecapean."


Setelah sampai di rumah Dimas menggendong Bela masuk ke dalam bergantian dengan Vira.


Namun sebelum menggendong Bela, dia melihat mobil yang masuk ke halaman rumah.


"Fahri.. Tante kayla," ucap Dimas.


"Kalian baru pulang? Dari mana?" tanya kayla.


Dimas bingung menjawab dari mana, dia bilang dari luar saja jalan-jalan.


Bela terbangun karena mendengar suara di luar.


"Eh Tante Kayla, Fahri, kalian di sini?" tanya Bela.


"Kami baru saja pulang, ayo masuk dulu," ucap Bela.


"Gak apa-apa di sini saja, kami cuma bertemu sebentar saja," ucap Kayla.

__ADS_1


"Tapi seperti nya kalian sangat lelah, istirahat saja kami akan pulang, sampai jumpa besok."


Kayla langsung pamit pulang membuat Dimas dan Bela heran.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Dimas.


Bela menggeleng kan kepala nya karena tidak tau ada apa dengan Kayla dan Fahri.


"Kenapa kakak tidak bangunin aku? Padahal Sud sampai di rumah," ucap Bela.


"Tadi kamu sangat nyenyak, aku tidak tega bangunin kamu."


Bela melihat Vira masih tidur di dalam. "Huff aku dan Vira kebiasaan tidur siang, jadi ketiduran di dalam mobil."


Dimas tersenyum. "Ya sudah kalau begitu kamu masuk gih, aku akan gendong Vira."


Setelah Vira tidur di kamar nya Bela menyusul Dimas.


"Kenapa kamu masih belum mandi? Sebelum terlalu malam kamu mandi dulu," ucap Dimas.


Bela menunduk kan kepala nya sambil menggoyang badannya.


"Kenapa?" tanya Dimas.


"Humm apa Kakak mau mandi bareng?" tanya Bela.


"Sayang... jangan menggoda ku seperti ini," ucap Dimas.


Dimas tersenyum, dia tidak bisa menahan melihat wajah Bela yang sangat gemas.


"Baiklah," Dimas masuk ke kamar mandi bersama Bela.


Tidak beberapa lama akhirnya keluar, Dimas membantu mengeringkan rambut Bela. Namun mata nya tidak lepas dari pundak Bela yang sangat putih ketika rambut di sibakkan.


"Sebaiknya kita tidur," ucap Dimas langsung berbaring di tempat tidur.


Bela tersenyum dia ikut berbaring di lengan suami nya.


"Terimakasih yah hari ini sudah buat aku dan Vira bahagia," ucap Bela.


"Sama-sama sayang, karena kebahagiaan kamu dan Vira adalah kebahagiaan aku juga."


Bela tersenyum. Keesokan harinya...


"Ayo bangun Kak, ini sudah telat, bagaimana kalau kakak telat mengantarkan Vira dan juga ke kantor?" Bela marah-marah karena Dimas tidak kunjung bangun sementara dia sudah rapi dan juga sudah selesai membuat sarapan.


Dimas bangun. "Ayo bangun kak," ucap Bela.


"Kamu jangan ganggu aku tidur, aku masih sangat ngantuk."

__ADS_1


"Kebiasaan banget deh, ayo bangun kak!"


Tidak beberapa lama Dimas sudah rapi. Dia mengantar Vira sebentar ke sekolah.


"Sayang, aku berangkat dulu yah," Ucap nya sambil mencium kening istrinya.


"Maaf aku bangun kesiangan, ya abis nya tadi malam..." tiba-tiba Bela menutup mulut Dimas.


"Jangan membuat aku semakin kesal!" ucap Bela. Dimas tersenyum.


Setelah Dimas berangkat, Bela juga berangkat ke kampus nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Ekhem-ekhem.. Apa sebelum berangkat ke kampus kamu tidak memeriksa leher mu?" tanya Kevin kepada Bela.


"kenapa? Apa leher ku ada sesuatu?"


Yana dengan cepat memberikan cermin. Dia sangat kaget melihat bekas merah di leher nya bukan hanya satu tapi ada tiga.


"Ya ampun kenapa aku tidak melihat nya?" batin Bela.


Yana melihat tatapan Kevin yang sangat kesal melihat itu. "Seperti nya suami mu cukup ganas sehingga kamu seperti ini," ucap Yana.


"Iihh Yana, kamu jahat banget godain aku, ayo bantu bagaimana cara menutupi nya."


Yana mengeluarkan bedak nya untuk menutupi itu.


Sementara di kantor, Dimas dan Fahri istirahat setelah selesai Bekerja.


"Bagaimana hubungan mu dengan Tante Kayla?" tanya Dimas kepada Fahri.


"Humm semua nya baik-baik saja, hanya saja akhir-akhir ini dia lebih sering ngambek."


"Sifat nya benar-benar sangat berbeda dari umur nya, dia sangat manja, terkadang seperti anak kecil, terkadang marah-marah, aku tidak paham," ucap Fahri.


Dimas tertawa kecil. "Kenapa?" tanya Fahri heran.


"Ternyata bukan hanya aku saja yang baru tau sifat istri ku yang selama ini tidak aku tau," ucap Dimas.


"Emang nya Bela kenapa?" tanya Fahri.


"Dia memang kelihatan nya baik, tapi aslinya sangat cerewet dia akan marah ketika aku meletakkan handuk sembarangan, kaus kaki sembarangan dan juga kalau aku lupa membersihkan bekas makan kuaci."


"Tidak hanya itu, dia akan menghukum ku kalau aku membeli Vira yang melakukan kesalahan."


"Tidak cukup menghukum, dia juga akan berteriak di pagi hari kalau aku bangun lambat dan tidak mengantarkan Vira ke sekolah."


Mendengar cerita Dimas membuat Fahri tertawa. "Tapi itu semua membuat ku semakin mencintai nya. Terkadang dia sangat menggemaskan ketika lagi marah," ucap Dimas.


Kayla mendengar itu dari pintu ruangan Dimas yang tidak ditutup.

__ADS_1


"Seperti nya Dimas benar-benar bahagia menjalani rumah tangga nya," batin Kayla.


"Humm Kayla memang tidak terlalu cerewet, hanya saja dia selalu sangat lembut ketika membangun kan ku, dia berusaha melakukan apapun untuk ku, walaupun sebelumnya dia tidak pernah melakukan nya," batin Fahri.


__ADS_2