
"Aku baik-baik saja kak, sebaiknya kakak urus diri kakak sendiri yang terlihat sangat berantakan."
"Saya sangat pusing Bela, bukan hanya karena Tante Kayla dan juga kamu, tapi karena Vira dan juga kasus orang tua saya, sampai sekarang saya belum menemukan titik terang nya, maaf terkadang saya harus melampiaskan nya kepada kamu," batin Dimas.
"Kakak terlihat banyak beban pikiran."
Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Kamu tidak boleh mengkhawatirkan saya karena saya baik-baik saja, kamu tidak boleh sakit karena saya pasti akan sangat sibuk di luar tidak sempat memiliki waktu dengan kamu."
Bela mengangguk, dia mengingat yang di katakan Kayla tadi, dia sangat penasaran namun itu bukan urusan nya.
Dimas makan di temani oleh Bela.
Sementara di luar Tami berusaha menormalkan jantung nya yang kaget melihat Dimas berciuman dengan Bela.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Fahri kepada Tami.
"Tidak ada, kamu mau kemana?"
"Aku mau ke dalam."
"Sebaik nya nanti saja, sekarang kamu temanin aku beli makan siang."
"Tapi saya ingin berbicara dengan Pak Dimas."
"Sebentar saja." ucap Tami menarik tangan Fahri pergi dari sana.
Fahri tidak bisa menolak akhirnya dia mengikuti Tami untuk keluar mencari makan siang.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di kantin.
Sementara Di ruangan Dimas tiba-tiba Kayla menghubungi nya dan bilang kalau dia akan ke kantor Dimas dan sudah di dalam perjalanan.
Dimas menghela nafas panjang.
"Baru saja mau berduaan dengan Bela namun dia sudah datan," batin Dimas.
"Siapa yang nelpon kak?" tanya Bela.
"Tante saya, dia sudah dalam perjalanan ke sini, sebaik nya kamu juga pulang dan hati-hati di jalan."
Bela mengangguk. "Oh iya kak, kapan kita akan menemui Vira?" tanya Bela.
"Secepat nya, saya akan mencari waktu yang baik."
Bela tersenyum.
"Ya udah kalau begitu aku pamit dulu yah kak." ucap Bela.
Dimas mengangguk membiarkan Bela pergi.
Namun dalam perjalanan pulang Bela kefikiran untuk bertemu dengan Vira diam-diam tampa ijin dari Dimas karena dia juga sudah sangat merindukan Vira.
"Pak saya turun di sini saja, bapak pulang saja." ucap Bela.
"Loh non mau kemana?" tanya supir.
__ADS_1
"Saya ada urusan penting, hati-hati yah pak."
Bela menghentikan taksi dan berangkat menuju panti asuhan.
Untung saja dia membawa uang cukup banyak karena di berikan oleh Dimas.
"Semoga saja kekhawatiran ku terhadap Vira hanya sekedar pikiran saja, firasat ku cukup buruk dan selalu kefikiran tentang dia."
Kayla bersama Dimas sedang membahas beberapa hal penting sehingga telpon dari supir tidak di dengar oleh nya.
"Dimas kapan kamu akan menikah?" tanya Kayla.
Dimas menghela nafas panjang.
"Aku tidak akan menikah sebelum dendam ku terbalas kan dan semua nya terungkap Tampa ada yang tersisa sama sekali.
"Aku yakin semua nya itu sudah tidak ada Dimas, mau sampai kapan kamu akan menghabis kan waktu untuk ini semua?" tanya Kayla.
"Sampai aku mati, aku akan tetap mencari tau nya."
"Dimas kamu sudah tau pasti kalau pembunuh nya adalah Pak Irfan dan juga istri nya, kenapa tidak langsung bertemu dengan mereka?" tanya Kayla.
"Awalnya aku berfikir demikian Kayla. Hanya saja semakin ke sini aku tidak percaya bahwa dia lah orang nya."
Kayla menghela nafas panjang.
"Lalu siapa lagi Dimas? Kamu tau sendiri kan kalau Pak Irfan dan Papah kamu ada berselisih paham sebelum nya," ucap Kayla.
"Apa kamu tau apa yang membuat mereka berselisih paham?" tanya Dimas.
Kayla menggeleng kan kepala nya.
Dimas menghela nafas panjang.
"Aku tidak tau sampai kapan aku akan mencari tau kebenaran nya, Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja."
Kayla menatap Dimas.
"Terserah kamu saja, aku tidak bisa melakukan apapun untuk kamu."
"Oh iya akhir-akhir ini kamu terlihat sangat berbeda, dari postingan, sifat, apa kamu sedang jatuh cinta lagi?" tanya Kayla.
Dimas terdiam. "Kalau kamu memiliki kekasih yang benar-benar kamu cintai kenapa tidak langsung nikah saja? Bukan kah semakin lama hubungan tidak baik?" tanya Kayla.
Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak akan menikah sebelum kasus ini selesai."
"Apa itu arti nya kamu sudah memiliki calon?"
Dimas diam saja.
"katakan saja, aku janji deh gak ngomong sama nenek dan kakek kamu."
"Aku tidak bisa percaya sama kamu."
"Aku adalah Tante kamu, kamu harus percaya.
__ADS_1
"Aku tidak bisa percaya!"
Kayla memasang wajah kesal.
"Jangan sampai aku meminta Mamah dan papah yang bertanya kepada kamu."
Dimas diam. "Diam lagi, ya sudah deh kalau kamu tidak mau ngasih tau, aku tidak bisa memaksa kamu."
Cukup lama Kayla di sana karena Kayla sudah memutuskan untuk tinggal sementara waktu belajar tentang perusahaan dari keponakan nya itu.
Sementara Bela sudah sampai di panti asuhan.
"Assalamualaikum Bu."
"Walaikumsalam," jawab ibu yang sedang mengajar anak-anak.
"Non Bela, kenapa non di sini?" tanya Bu guru.
Mereka membawa Bela masuk ke dalam, awal nya mereka berfikir kalau Bela datang berdua dengan Dimas namun ternyata tidak membuat mereka heran.
Bela menanyakan Vira ada di mana, mereka menjelaskan kalau Vira sudah tiga hari tinggal bersama orang tua angkat nya.
Bela meminta alamat orang tua Vira namun mereka tidak bisa memberikan nya sembarangan.
Bela berusaha membujuk namun percuma saja karena mereka tidak memberikan nya.
Namun hari semakin sore Bela berusaha terus membujuk mereka sampai pada akhirnya mereka memberikan alamat nya.
Bela berangkat menuju ke rumah Orang tua Vira.
"Kenapa sangat jauh sekali? Apa ini benar alamat nya?" ucap Bela.
Namun semakin jauh jalan yang dia lewati semakin tidak asing bagi nya.
"Loh kenapa jalan ini sangat dekat dengan Panti asuhan aku sebelum nya?" ucap Bela.
Dia terus meminta supir untuk ke alamat yang ada.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai. Berhenti di rumah yang lumayan besar.
"Permisi... Permisi... Apa ada orang?" tanya Bela dari luar gerbang.
Tiba-tiba pelayan membuka pintu.
"Maaf mau mencari siapa yah?" tanya Pelayan.
Bela bertanya terlebih dahulu apa benar itu rumah yang mengadopsi Vira.
Dan ternyata benar dia langsung menyampaikan niat nya mau bertemu dengan Vira.
Pelayan meminta persetujuan yang punya rumah terlebih dahulu.
Bela di ijinkan masuk.
"Assalamualaikum Bu, Pak. Saya bela."
"Kami tau, ada urusan apa kamu ke sini?" tanya mereka.
__ADS_1
"Saya ingin bertemu dengan Vira Bu," ucap Bela sedikit takut ternyata mereka terlihat sangat galak dari yang pertama kali dia lihat.