Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 239


__ADS_3

"Tapi..."


"Aku sudah pesan, kalau kamu masak sekarang sama saja kita membuang-buang makanan!" ucap Fahri.


Kayla menghela nafas panjang. "Baiklah-baiklah kalau begitu," ucap Kayla. Mereka keluar menunggu makanan yang baru saja mereka pesan dari luar.


"Makasih yah sudah mau belajar masak karena aku, tapi kamu tidak perlu sering masak sayang," ucap Fahri.


Kayla hanya mengangguk saja. Dia tau sebenarnya Fahri senang dia memasak untuknya, namun dia tidak ingin terlalu merepotkan istrinya itu.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai makan mereka segera istirahat.


Keesokan harinya...


"Kak.. Kak Dimas..." bela membangun kan suami nya. "Kenapa sayang? kenapa Kam membangun kan aku tiba-tiba seperti ini? Ini masih sangat pagi," ucap Nya.


"ini sudah jam tujuh pagi kak, ayo bangun." ucap Bela menarik tangan suami nya. Dimas duduk dia belum sadar sepenuhnya. Namun dia kembali tidur sambil menarik Bela kepelukan nya.


Tidak sengaja Yana lewat dari depan kamar mereka. Dia segera berjalan dengan cepat karena sangat malu kalau sampai bela nya tau dia melihat adegan romantis mereka pagi itu.


"Aku hari ini seperti nya udah bisa masuk kuliah kak, terlalu banyak tidak masuk, aku khawatir nanti nilai ku tidak bagus.'


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu," ucap Dimas.


"Huff, jangan mencoba berfikir untuk membayar nya kak, itu semua tidak selesai hanya karena uang saja, aku tidak mau kakak ikut campur," ucap Bela.


Dimas menghela nafas panjang. "Baiklah sayang, terserah kamu saja bagaimana nyaman nya," ucap Dimas.


Dia segera bangun mau berangkat ke kantor, sebelum istri nya marah-marah tidak jelas.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka berdua siap. Yuda dan Vira sudah berangkat dari tadi.


"Loh, Yana, apa yang kamu lakukan di dapur?" tanya Bela.


"Aku hanya memasak untuk sarapan pagi, ayo kita sarapan dulu," ucap Yana." ucap Yana pagi-pagi sudah di dapur saja.


"Ya ampun Yana, kamu kenapa jadi repot-repot gini sih, aku tidak mau merepotkan kamu, kamu masih kurang enak badan, kamu sebaiknya istirahat saja," ucap Bela.

__ADS_1


"Aku sudah lebih baik sekarang," ucap Yana. "Kamu yakin?" tanya Bela. Yana tersenyum sambil mengangguk.


"Ayo sarapan dulu," ucap Yana. Mereka sarapan setelah itu Bela dan Dimas segera berangkat.


"Beruntung sekali Bela memiliki pak Dimas karena dia sangat di sayangi sekali," ucap Yana dalam hati.


Di tempat lain...


Serli terbangun karena alarm handphone nya. "Huff aku pikir tadi nya ini adalah Roi," ucap Serli walaupun Roi tidak tidur di sana tapi dia akan menelpon Serli agar bangun berangkat ke kantor.


Serli segera bangun dan siap-siap ke kantor, sebelum berangkat dia buah susu hangat dan roti terlebih dahulu. Namun dia heran kenapa tidak ada pesan dari Roi.


"Tumben banget dia gak heboh menghubungi ku? biasanya dia selalu sibuk,,x ucap Serli dalan hati.


"Humm tapi bagus deh, aku jauh lebih tenang dari sebelumnya, lagian aku yang minta dia melakukan ini," ucap Serli.


"Bela...." Panggil Kevin sangat senang melihat Bela datang.


"Untung nya kamu masuk hari ini, karena dosen kita masuk pagi hari ini," ucap Kevin. Bela mengangguk sambil tersenyum.


"Kenapa kamu melihat badan ku seperti itu?" tanya Bela. "Tidak apa-apa, seperti nya kmu terlihat semakin berisii karena di rumah Saja," ucap Kevin.


Bela tersenyum. "Iyah, akhir-akhir ini makan ku juga cukup banyak," ucap Bela. "Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam," ajak Kevin.


"Huff kenapa aku masih belum bisa melupakan perasaan ku kepada nya sih? Aku sangat merindukan dia tapi tidak ada yang bisa aku lakukan lagi," ucap Kevin.


Di sore hari nya...


Dimas sudah sampai di rumah nya namun Bela sampai di rumah. Dimas mau menjemput istrinya namun di larang oleh Bela karena dia belum selesai dan akan pulang sendiri di jemput supir.


"Ah sudahlah tidak perlu lagi repot-repot menjemput ku kak, aku bisa pulang sendiri," ucap Bela. Dimas juga sangat lelah dia mau langsung pulang saja itu sebabnya dia langsung ke rumah.


Namun setelah sampai di rumah dia sangat kaget melihat Yana tergeletak di lantai ruang tamu.


"Yana. Kamu kenapa?" tanya Dimas tidak berani menyentuh Yana.


"Aku mohon bawa aku ke rumah sakit, bawa Ku ke rumah sakit sekarang," ucap Yana. Tidak berfikir panjang, melihat wajah Yana pucat dia memberanikan diri untuk mengangkat tubuh Yana.

__ADS_1


Dia juga kaget karena badan Yana sangat panas, dia segera membawa ke rumah sakit. Saat Dimas keluar, Bela baru saja sampai di rumah.


"Loh kak Dimas mau kemana lagi?" batin Bela.


"Ah sudahlah, mungkin dia mau pergi mencari sesuatu, atau ada urusan lain."


"Mbak bela...." Vira dan Yuda baru saja pulang. "Kenapa kalian baru pulang?" tanya Bela.


"Ada les mbak, mbak lupa kalau aku di masukin les?" tanya Vira.


"Oh iya dek, maaf mbak lupa," ucap Bela.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka masuk ke dalam. "Apa hari ini kamu masih mau tidur di sini?" tanya Bela kepada Yuda.


"Iyah mbak, kasihan dia," ucap Vira. "Huff sebenarnya yang mau itu kamu kan? kamu yang pengen Yuda di sini," ucap Bela.


"Aku kok Tante, di rumah gak ada teman," ucap Yuda.


"Ya udah kalau begitu, bagaimana kalau Tante menghubungi orang tua kamu, agar kamu tinggal di sini saja?" tanya Bela.


Yuda terlihat sangat senang dia langsung mengangguk. "Tapi bagaimana Tante berbicara dengan orang tua ku?" tanya Yuda.


"Nanti Tante berbicara dengan om Dimas dulu, kamu dan Vira masuk gih, mandi dan setelah itu makan," ucap Bela sambil memesan makanan karena tidak sempat masak.


Mereka masuk namun rumah sangat sepi sekali. "Apa Yana tidak di rumah? Kenapa rumah sangat sepi sekali?" tanya Bela dalam hati.


"Yana... Yana..." dia mengetuk pintu kamar sambil memanggil Yana, namun tidak ada jawaban, dia membuka pintu namun ternyata kosong.


Dia khawatir dan segera menghubungi nomor Yana, ternyata handphone nya jatuh di lantai. "Kok bisa sih ini di sini?" tanya Bela.


Dia menghubungi Dimas. "Kok gak di angkat sih?" batin Bela.


Namun tiba-tiba telpon balik dari Dimas.


"Halo kak, kakak di mana?" tanya Bela. "Aku di rumah sakit sama Yana, tiba-tiba Yana jatuh di ruang tamu dan dia demam tinggi, aku membawa nya untuk meriksa kesehatan nya."


"Kok bisa kak?" tanya Bela sangat kaget.

__ADS_1


__ADS_2