Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 214


__ADS_3

"Sama saja, kamu menyusahkan mbak mu."


Vira yang tadi nya mau makan, namun tidak jadi.


Dia jadi tidak berselera karena perkataan Yuda. "Kenapa kamu tidak makan? Mbak mu sudah susah-susah bikin itu namun kamu malah gak makan," ucap Yuda lagi.


"Kamu mau nya apa sih? kenapa kamu berbicara seperti itu, waktu aku gak makan makan kamu malah bilang seperti ini."


"Aku selalu salah sama kamu, aku bikin kaya gini biar bisa makan bareng kamu."


"Aku gak ngajak kamu makan bareng, aku juga gak suka dekat-dekat sama anak manja seperti kamu."


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya wali kelas mereka.


"Yuda Bu, dia selalu nyalahin aku."


"Huff masalah ini lagi, masalah ini lagi. Yuda, Vira itu mau berteman sama kamu," ucap Bu guru.


"Aku tidak mau berteman sama dia Bu," ucap Yuda.


"Ya sudah kalau begitu, mulai hari ini Vira gak akan gangguin kamu lagi," ucap Bu guru.


Bu guru membawa Vira pergi dari sana. Yuda duduk sendiri di teras sekolah.


Tidak beberapa lama waktu nya pulang sekolah. Biasanya Vira menemani Yuda menunggu jemputan nya namun Vira langsung pulang ke rumah nya.


"Papah...." Yuda kaget melihat Papah nya datang untuk menjemput nya.


"Maaf yah papah datang telat jemput kamu."


"tumben Papah yang datang jemput aku?" tanya Yuda.


"Hari ini papah bisa cepat pulang."


"Apa Mamah ikut?" tanya Yuda.


"Mamah masih sibuk, dia belum bisa datang jemput kamu."


Yuda diam saja dia masuk ke dalam mobil papah nya. Sebelum pulang mereka makan siang terlebih dahulu di luar.


Yuda hanya anak satu-satunya namun papah dan Mamah nya sudah bercerai ketika dia lahir.


Dia lebih banyak bersama pengasuh nya, orang tua nya sangat jarang datang bersama nya.


Yuda jadi anak yang sangat sensitif dan juga sering membuly Vira karena cemburu.


walaupun Vira tidak memiliki orang tua tapi dia sangat di sayangi oleh mbak nya dan juga om nya.


Selain itu Vira juga di sayangi nenek dan kakek, guru-guru juga sangat dekat dengan Vira. Berbeda dengan nya yang selalu kesepian.


"Kamu jangan sedih yah cuman papah yang bisa datang," ucap Papah nya kepada Yuda.


"Kapan sih papah sama mamah datang bersama? aku sangat merindukan papah sama Mamah."

__ADS_1


"Nanti yah sayang, kami bekerja untuk kamu juga," ucap papah nya.


Vira sampai di rumah nya dia sangat lemas karena tidak Makan, akhirnya dia langsung makan di meja makan.


"Apa aku selalu menyusahkan mbak Bela? apa aku anak yang manja?" ucap Vira.


"Kamu ngomong apa Vira?" tanya Bela.


Bela sudah pulang dan mendengar perkataan Vira.


"Eh mbak sudah pulang?" ucap Vira.


"Ayo kita makan, Vira berubah menjadi bahagia seperti tidak terjadi apa-apa.


Bela tidak membahas itu lagi, namun sifat Vira berubah.


Di malam hari nya...


"Kak.. Ajarin Vira mengerjakan tugas nya, aku mau nyetrika pakaian besok," ucap Bela kepada suami nya.


"Gak usah om, aku bisa mengerjakan nya sendiri, Om bantuan mbak Bela saja. Mbak Bela pasti lelah."


Vira langsung pergi ke kamar nya. Dimas Menatap Bela kedua nya sama-sama bingung karena Vira lebih banyak menolak bantuan mereka berdua.


"Sudah lah, biarkan dia mengerjakan sendiri. Aku bantuin kamu saja yah," ucap Dimas.


"Emangnya kakak bisa nyetrika?"


"Bisa dong," ucap Dimas.


Bela mengangguk. Dimas mengetuk pintu kamar Vira sebelum masuk.


"Loh belum tidur? Ini sudah malam."


Dimas melihat ternyata Vira belum menyelesaikan tugas nya.


"Sini om bantuin," Dimas membantu nya dan pada akhirnya selesai juga.


"Seperti nya kamu ada masalah, coba cerita sama Om," ucap Dimas.


"Gak apa-apa kok om, aku mau tidur."


"Cerita dulu," ucap Dimas.


"Aku gak mau nyusahin om sama Mbak Bela," ucap Vira.


Dimas menatap heran. "Maksud kamu apa sayang?" tanya Dimas.


"Teman ku bilang aku anak yang manja, aku selalu menyusahkan mbak sama Om," ucap Vira.


"Jangan bilang anak laki-laki itu yang berbicara seperti itu?" ucap Dimas. Vira diam.


"Mau manja atau tidak itu bukan urusan dia, Om sangat senang kalau Vira menyusahkan om karena itu sudah jadi tugas Om sama mbak untuk mengurus kamu."

__ADS_1


Vira memeluk Dimas. "Om gak marah kan sama aku?"


"Enggak sayang, kenapa om harus marah?" ucap Dimas.


Bela mendengar percakapan mereka. Dia masuk langsung memeluk Vira.


"Besok kamu harus bilang kepada anak itu kalau kamu itu bukan anak manja, kamu itu anak pintar selalu bikin mbak sama Om bangga."


"Sebenarnya Mamah sama Papah tinggal di mana Mbak? Kenapa banyak orang bilang kalau mamah sama papah di penjara?" tanya Vira.


"Huff pasti Vira tau dari berita online," batin Bela.


"Mamah sama papah bekerja di luar negeri, mereka tidak bisa ada di sini karena pekerjaan."


"Aku sangat malu ketika teman-teman ku mengejek Mamah sama Papah di penjara, mereka juga bilang kalau Papah masuk penjara karena membunuh orang tua om Dimas."


"Sudah-sudah, kenapa kamu memikirkan apa kata mereka, biarkan saja mereka berbicara seperti itu," ucap Dimas.


"Itu benar kan Om?" tanya Vira.


Dimas Menatap Bela.


"Vira bukan anak kecil seperti biasanya yang bisa di bohongi, sekarang dia sudah tanggap kepada apapun yang terjadi," batin Dimas.


"Itu benar dek," ucap Bela.


Dimas kaget mendengar Bela jujur.


"Jadi kita adalah anak pembunuh seperti yang mereka katakan?" tanya Vira lagi.


Bela mengangguk. "Waktu nya tidur, jangan membicarakan tentang itu lagi," ucap Dimas.


Dimas meminta Vira tidur, dia juga membawa istri nya tidur ke kamar.


Dimas membawa Bela kepelukan nya.


"Vira sudah besar dan paham hal seperti ini kak, kita tidak bisa menutupi nya lebih lama."


"Iyah, aku paham kok, kamu tidak perlu memikirkan hal itu berlebihan karena kam akan sakit."


Bela memeluk suaminya erat, "aku takut nanti anak kita akan merasakan pembulyan yang sama kak," ucap Bela.


"Aku sudah bilang jangan memikirkan hal seperti itu, ayo kita istirahat," ucap Dimas.


Dimas memaksa Bela untuk tidur agar tidak memikirkan itu.


Keesokan paginya...


"Ini bekal untuk kamu," ucap Bela karena Vira tidak sarapan.


"Gak usah mbak, aku sarapan di rumah saja," ucap Vira. Vira sarapan setelah itu dia memakai sepatu nya.


"Tunggu Om Dimas selesai siap-siap dulu dek," ucap Bela.

__ADS_1


"Gak apa-apa mbak, aku bisa ke sekolah sendirian, lagian sangat dekat kok," ucap Vira menyalim tangan Bela dan langsung pergi membuat Bela terdiam Heran.


__ADS_2