Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 147


__ADS_3

Namun Dimas belum ingin mengantar kan Vira pulang.


"Oh iya besok Om tidak ada kerjaan, bagaimana kalau besok kita berkunjung ke panti asuhan?" tanya Dimas kepada Vira.


"Om serius? Aku mau Om."


"Tapi kamu harus membujuk mbak Bela ikut," ucap Dimas.


"Baik om, aku akan membujuk mbak Bela."


Dimas tersenyum. Akhirnya dia menemukan ide untuk membuat Bela tidak bisa pergi dengan Kevin.


Keesokan harinya..


Bela cukup cepat pulang dari kampus hari ini. Dia sampai di rumah jam sebelas siang dia heran kenapa ada Dimas di rumah nya.


"Kak Dimas tidak bekerja? Kenapa bisa di sini?" tanya Bela.


Dimas melihat Bela pulang, dia tersenyum manis seperti tidak ada masalah.


Dimas berdiri dia mendekati Bela. Namun tiba-tiba Vira keluar dari kamar dan memeluk Bela.


"Mbak Bela sudah pulang? Bagus deh, ayo kita pergi berkunjung ke panti asuhan Mbak."


"Panti asuhan? Kenapa mendadak?" tanya Bela heran sambil menoleh ke arah Dimas.


"Aku rindu sama teman-teman di sana, aku juga rindu sama Bunda- bunda itu Mbak."


Bela tau kalau ini adalah rencana Dimas mengajak Vira.


"Tidak pernah kita datang ke sana setelah Vira resmi di asuh oleh ku," ucap Dimas, karena Dimas sudah mengurus semua nya dan sekarang Vira ada di kartu keluarga nya.


"Tapi tidak sekarang juga kak, aku sama sekali tidak menyiapkan apapun. Bagaimana kalau di hari weekend saja?"


"Tapi hari ini adalah waktu yang tepat untuk pergi kesana karena aku juga tidak memiliki pekerjaan."


"Ayo mbak, aku sangat ingin pergi," ucap Vira.


"Humm, mbak sebenarnya sangat ingin pergi, tapi mbak ada janji hari ini."


Dimas terdiam kesal. "Yah.. Aku ingin mbak pergi."


"Bagaimana kalau kamu dengan om Dimas saja yang pergi? Kamu bisa kan Tampa mbak?"


Vira tidak bisa mengatakan apapun dia melihat Bela masuk ke dalam kamar nya.


"Kalau begitu kita saja yang pergi om," ucap Vira. Namun Dimas sudah berbaring di sofa sambil memasang wajah yang sangat murung."


Tidak beberapa lama Bela keluar dengan pakaian rapi dan dandan cantik.

__ADS_1


"Mbak mau kemana?" tanya Vira.


"Loh, Kalian tidak jadi berangkat?" tanya Bela.


"Om Dimas tiba-tiba pusing, om Dimas juga bilang pergi nya hari Minggu saja."


"Oohh bagus deh kalau begitu, kamu tinggal dengan om Dimas sebentar yah, mbak ada urusan," ucap Bela.


Dimas melihat Bela pergi meninggalkan mereka berdua di rumah.


"Cihh. Bagaimana bisa dia mengabaikan ku dan tidak ijin sama sekali kepada ku."


Dimas melihat ke arah Vira yang sedang asik main. Tiba-tiba saja perut nya berbunyi karena kelaparan.


"Vira, Apa kamu tidak lapar?" tanya nya kepada Vira.


"Hum, aku sedikit lapar Om, tapi mbak Bela tidak masak."


"Kalau begitu, kita masak di dapur," ucap Dimas.


"Tapi Om, masakan Om Dimas terkadang enak terkadang tidak."


Dimas menghela nafas panjang. "Huff aku sudah lama tidak masak, aku tidak menjamin masakan ku enak seperti biasanya, tapi aku yakin pasti bisa."


Dimas dan Vira masuk ke dalam dapur. Semua bahan-bahan lengkap.


Sementara Bela baru saja sampai di mall dia melihat Kevin sudah menunggu nya.


"Iyah gak apa-apa kok."


"Oh iya ngomong-ngomong, kamu ganteng kalau pakai baju seperti ini.".


Kevin tersenyum. "Ya udah kalau begitu ayo masuk ke dalam."


Mereka membeli makanan, minuman dan juga tiket Flim.


Setelah selesai menonton film sekitar dua jam, Kevin juga ngajak Bela makan, belanja dan juga yang lain nya seperti main-main.


Jam lima sore dia baru saja sampai di rumah. "Mobil kak Dimas masih di sini, bagus deh, aku tidak perlu khawatir mereka pergi keluar."


Dia masuk membuka pintu. Dia sangat kaget kenapa banyak asap dan juga aroma yang sangat menyengat.


"Apa-apaan ini?" tanya Bela kaget melihat ruang tamu berserak dengan mainan, bungkus makanan dan jajanan Vira.


Dia tidak melihat Dimas dan juga Vira. Dia mengikuti bau yang sangat menyengat itu.


"Ya ampun kak, apa yang terjadi?" tanya Bela kaget melihat oven nya sudah meledak dan dapur nya berserak.


Bela sangat emosi dia sangat kesal karena semua kekacauan itu.

__ADS_1


"Berdiri di sana!" Bela berteriak kepada Vira dan Dimas yang masih belum menyadari kesalahan mereka.


Mereka berdua langsung berjalan ke arah sudut ruangan dan berdiri di sana sana sambil memasang wajah yang murung.


Dimas sangat berantakan, sementara Vira penuh dengan adonan kue.


"Aku minta maaf, ini semua salah ku."


"Diam!" Bela melihat seperti nya Dimas mencoba untuk membuat kue.


"Mbak Bela jangan marah, awal nya tidak seperti ini, awalnya om Dimas masak sangat enak karena kami lapar, tapi tiba-tiba saja aku ingin makan kue."


"Terus?"


"Aku tidak tau suhu nya, aku tidak sadar ternyata sudah gosong sehingga tidak beberapa lama meledak."


"Kalian berdua sudah membuat kekacauan ini, bersihkan tampa bantuan orang lain sampai semua nya benar-benar bersih."


Bela keluar dari sana dan duduk di sofa sambil menikmati cemilan.


Dimas dan Vira membagi tugas. Dimas menyapu ruang tamu setelah Vira mengumpulkan semua mainan nya.


"Sayang... ini semua sangat sulit di bersihkan, bagaimana kalau kita meminta jasa pembersihan saja?" tanya Dimas memohon ketika di depan Bela yang asyik menonton.


"Belajar tanggung jawab, bagaimana kalau Vira meniru ini di kemudian hari?!"


"Tapi aku sudah sangat lelah," Dimas mau memeluk Bela namun Bela melarang nya.


"Bersihkan semua nya sampai benar-benar bersih!"


Dimas menghela nafas panjang.


"Huff hanya karena rasa cemburu, aku sampai tidak sadar melakukan kesalahan seperti ini."


Dimas berencana masak agar melupakan cemburu nya, namun ternyata itu menjadi musibah.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, Vira langsung mandi ke kamar nya, begitu juga dengan Dimas karena mereka sudah sangat kotor.


Bela melihat semua nya sudah bersih, dia berjalan ke arah dapur sudah rapi juga.


"Kenapa sudah sangat sepi? apa mereka berdua sedang merenung kan kesalahan nya?"


Bela melihat ke kamar Vira dan ternyata Vira sudah tidur. Dia menyelimutinya Vira dan mematikan lampu.


Dia mencari Dimas ke kamar nya. Dan ternyata Dimas sedang duduk di sofa dan memeriksa laptopnya.


Dimas tidak sadar Bela mengintip nya. Tidak beberapa lama Bela kembali dia melihat Dimas ketiduran sambil duduk di sofa.


Bela menghela nafas panjang. Dia menutup Laptop Dimas, dia mau membantu membaringkan badan Dimas namun Dimas terbangun.

__ADS_1


"Aku ketiduran, aku akan segera pulang, kamu bisa istirahat," ucap Dimas langsung berdiri.


Bela menatap Dimas yang langsung mengumpulkan barang-barang nya.


__ADS_2