Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 76


__ADS_3

"Ibu bisa menggerakkan tangan ibu?" Bela sangat senang dia memeluk ibu nya.


"Aku akan meminta ijin kepada ayah agar bisa menjaga ibu lebih sering di sini."


Bela melihat Vira yang hanya diam saja, sama sekali tidak mengatakan apapun.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka keluar dari sana.


"Vira kenapa sih kamu diam saja tadi? Apa kamu tidak merindukan ibu?" tanya Bela.


Vira menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak merindukan Ayah, aku juga tidak merindukan ibu, aku hanya ingin bersama mbak Bela dan juga Om Dimas." ucap Vira.


"Jangan berbicara seperti itu, mbak sudah bilang kalau kamu harus berperilaku baik jangan sampai membuat Ayah dan ibu marah."


Vira lagi-lagi harus berpura-pura biasa saja, padahal dia sangat takut sekali.


Bela dan Vira sampai di rumah.


"Kalian sudah pulang, lihat Ayah membawa apa untuk kalian." Pak Irfan menunjuk banyak baju yang di beli untuk mereka berdua dan mainan untuk Vira.


"Ayah dari mana? Kenapa Ayah baru pulang?" tanya Bela karena tadi malam Ayah nya tidak pulang."


"Ayah ada kerjaan dari luar."


"Sudah kalian pergi ke kamar mandi dan setelah itu keluar agar kita makan malam bersama." ucap Pak Irfan.


Bela dan Vira mengangguk.


Sementara Kayla sudah sangat panik karena sampai sekarang keponakan nya itu tak kunjung pulang. Di tambah lagi Serli yang datang ke rumah mengabarkan kalau file perusahaan di curi lagi.


Kayla bertemu dengan Rio dan juga Fahri.


"Kalian harus segera membawa Dimas kembali ke sini, kalian harus membawa nya kembali ke sini." ucap Kayla.


"Mbak tenang dulu, kita sedang mengatur strategi."


"Sudah dua hari kalian sibuk dengan ini, sekarang Dimas pasti sudah mau mati di hajar oleh pembunuh itu!" ucap Kayla.


Kayla terus memaksa, dia sampai tidak berselera makan, minum dan bahkan tidak bisa tenang.


Rio meminta Fahri membawa Kayla keluar agar dia bisa fokus bekerja mencari kelemahan pak Irfan.


"Lepas kan saya! Lepas kan!" ucap Kayla setelah sudah di luar.


"Maaf mbak, hanya saja Rio butuh ketenangan untuk bekerja."


"Saya tidak mau tau Kalian harus membawa nya pulang ke sini dengan keadaan selamat. Saya mohon..." ucap Kayla sambil menangis dan memukuli Dada Fahri.

__ADS_1


Fahri memberanikan diri untuk menenangkan Kayla.


"Fahri pokoknya kamu harus bisa membawa Dimas pulang, jangan biarkan pria itu membunuh Dimas."


Kayla semakin menangis. Fahri memeluk Kayla agar Kayla berhenti memukul dada nya.


"Mbak jangan terlalu memikirkan ini, kami akan berusaha karena malam ini kami akan berangkat ke sana."


Kayla menatap wajah Fahri.


"Kamu harus pulang dengan selamat membawa Dimas, jangan pulang kalau Dimas tidak ikut."


Fahri mengangguk. Kayla menghela nafas panjang dia berharap rencana mereka akan berhasil.


Sementara Bela tengah malam tidak kunjung bisa tidur, dia selalu mengkhawatirkan Dimas yang di bawah tanah.


Akhirnya dia memutuskan untuk ke penjara bawah tanah untuk memberikan makanan kepada Dimas.


Dia melihat penjaga nya sudah ketiduran dia mengambil kunci dan perlahan masuk ke dalam Dia melihat Dimas juga yang tidur sambil duduk.


Namun mendengar suara Bela dia langsung bangun.


"Ssttt!!" ucap Bela.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana kalau pak Irfan tau?" tanya Dimas.


Dimas menggeleng kan kepala nya.


"Saya tidak mau! Saya akan mati di sini bersama kamu."


"Jangan keras kepala kak! Setelah kakak sembuh keluar lah dari sini dan bawa lah ini."


Bela memberikan flash disk dan juga memberikan jas yang dia temukan.


"Aku mendapatkan ini dari kamar Ayah, kalau yang kakak katakan itu benar kakak bisa membuktikan nya dengan bukti yang ada, aku harap ini lah yang kakak cari selama ini."


Melihat itu Dimas sungguh kaget.


"Saya akan membuktikan nya Bela," ucap Dimas.


"Kakak jangan terlalu senang, kalau tidak terbukti apa-apa aku tidak bisa kembali kepada kakak, dan kakak tidak akan pernah bertemu dengan ku dan juga Vira.


"Bela.."


"Aku sudah memeriksa ini masih hidup, aku tidak mengerti cara nya, aku akan membantu kakak keluar dari sini malam ini." ucap Bela.


"Bagaimana dengan kamu?"

__ADS_1


"Setelah semua nya sudah terbukti, kakak datang lah dan jemput aku bersama Vira, dan ketika tidak benar kakak jangan pernah datang lagi."


Dimas mengiyakan, tiba-tiba Bela mencium bibir Dimas, Dimas membalasnya.


"Saya sangat mencintai kamu Bela."


Namun tiba-tiba penjaga terbangun, Dimas segera kabur dan Bela bersembunyi.


mereka semua mengejar Dimas, Dimas yang masih sakit harus menahan rasa sakit agar bisa bebas.


Namun sayang nya dia terkepung oleh pengawal yang bangun, tidak banyak hanya tiga orang saja, namun tiba-tiba ada peluru yang membuat mereka semua mati.


Dimas melihat Rio dan Fahri serta pengawal nya. Namum karena suara tembakan semakin banyak yang datang dan pengawal Dimas membantu Dimas kabur.


Dan pada akhirnya Dimas berhasil kabur.


Keesokan paginya pak Irfan sangat marah sekali, tidak ada yang bisa mencari tau bagaimana Dimas bisa kabur, dan pak Irfan menggulung penjaga penjara di tuduh membiarkan Dimas kabur.


Sementara Bela sudah sangat takut, dia benar-benar takut mendengar suara ayahnya walaupun dia tidak melihat nya.


Dimas tidak langsung kembali ke rumah dia bersembunyi terlebih dahulu dan memberikan Rekaman Cctv kepada Rio.


Setelah di periksa itu benar Cctv kejadian dan terlihat jelas orang tua Dimas dibunuh, namun orang yang membunuh tidak kelihatan sama sekali, seperti nya rekaman itu sudah di potong.


Dimas sangat kesal dia benar-benar tidak menyangka kalau pak Irfan sudah mengatur semua nya.


Dimas terlihat sangat stres sekali.


"Jangan menyerah pak, kita masih ada harapan satu lagi."


"Apa?" tanya Dimas.


"Kita menemui Bu Enjelita!"


"Untuk apa? Dia sekarang sudah lumpuh total tidak bisa berbicara."


"Saya mendengar kalau Bu Enjelita sakit karena di suntik oleh pak Irfan, kita harus tau alasan pak Irfan melakukan itu."


Dimas mendengar itu memikirkan nya dia memutar kembali pikiran nya, namun tidak ada salah nya mendatangi wanita yang ikut di saat pak Irfan membunuh kedua orang tua nya.


"kalau begitu kita berangkat sekarang."


"Jangan sekarang pak, mereka semua pasti sedang berkeliaran mencari bapak, sebaik nya bapak melakukan pengobatan untuk luka-luka bapak dan istirahat karena keadaan bapak sangat buruk.


"Keadaan Bela sedang tidak baik-baik saja, bagaimana saya bisa istirahat. Dia yang membantu saya kabur."


Fahri terdiam sejenak.

__ADS_1


"Walaupun Bela sudah melakukan kesalahan namun pak Dimas masih tetap memikirkan nya, seperti nya cinta mereka adalah cinta sejati," batin Fahri.


__ADS_2