Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 21


__ADS_3

"Sesekali Bapak harus mencoba rasa baru." ucap Bela.


"Saya tidak menyukai dimsum buatan orang lain."


"Tapi kelihatan nya dimsum nya sangat enak sekali, pengunjung nya juga sangat ramai." ucap Bela.


Dimas penasaran karena Bela akhirnya Mereka masuk ke dalam dan memesan dimsum.


Dimas baru mencoba satu namun rasanya nya tidak sesuai seperti apa yang dia mau. Dia tidak menghabis kan nya meminta bela menghabis kan nya.


"Dimsum ini sangat enak." ucap Bela.


Dimas hanya memasang wajah datar melihat Bela yang makan begitu lahap. Bela sadar kalau dia sedang di perhatikan oleh Dimas dia langsung kalem dan menyudahi makanan nya.


Selesai makan mereka keluar dari sana. Bela berjalan terlebih dahulu melihat taman yang di samping mereka penuh dengan lampu-lampu kuning dan banyak juga orang berpacaran di sana.


"Jadi mereka pasti sangat enak, bebas dan juga bahagia. Mereka bisa tertawa sepuas nya dan melakukan apapun yang mereka mau." batin Bela.


Dia tidak sadar kalau Dimas sudah tidak di samping nya lagi.


"Pak Dimas..." dia mencari-cari Dimas kemana-mana namun tidak ada. Bela sudah sangat panik melihat keramaian dan juga tidak ada orang yang dia kenal.


Terus mencari sampai mengelilingi tempat itu. Dia juga mencari mobil mereka di parkir namun tetap saja tidak ketemu.


"Ya Allah kenapa aku harus Melihat lampu itu tadi? Sekarang aku jadi di tinggal." ucap Bela menangis duduk di salah satu kursi taman itu sambil memegang belanjaan mereka tadi.


"Pak Dimas di mana sih? kenapa dia meninggal kan aku di sini? Apa dia sengaja mengajak ku keluar dan setelah itu meninggalkan aku di sini." ucap Bela.


"Kamu selalu berprasangka buruk kepada saya!" ucap Dimas membuat Bela kaget Dimas ada di depan nya.


"Pak Dimas dari mana saja? kenapa bapak meninggal kan aku di sini?" tanya Bela.


"Saya ke kamar mandi sebentar."


"Kenapa bapak tidak bilang mau ke kamar mandi? Saya sangat takut." ucap Bela.


"Saya sudah Ijin namun kamu mengabaikan saya." ucap Dimas.. Bela langsung diam.


Melihat wajah panik Bela membuat nya kasihan.


"Sebaik nya kita pulang saja Pak." ucap Bela.


Dimas membawa Bela pulang.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Semua orang sudah menunggu mereka berdua pulang termasuk Fahri.


Bela dan Dimas heran melihat mereka semua terlihat sangat khawatir.


Dimas tidak mengatakan apapun dia masuk ke kamar.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa kan bela? Kamu tidak di apa-apakan sama Tuan Dimas kan?" tanya teman-teman nya.


Bela menggeleng kan kepala nya. "Aku dengan pak Dimas keluar hanya mau membeli Bekal ini Saja." ucap Bela.


"Hah! Hanya Bekal?" ucap Mereka kaget karena sudah berfikir yang aneh-aneh.


Bela mengangguk.


"Kamu tidak membeli yang baru untuk aku?" tanya Fahri. Bela menggeleng kan kepala nya.


"Maafin aku, aku tidak memiliki uang untuk membeli nya." ucap Bela. Fahri tersenyum.


"Aku hanya bercanda." ucap Fahri.


"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat gih." ucap Fahri.


Keesokan harinya seperti biasa Bela melakukan aktivitas nya menyiapkan sarapan untuk Fahri dan juga bos nya.


Sebelum berangkat ke kantor Bela memberikan Bekal mereka masing-masing.


"Bela baru saja datang ke rumah ini namun dia sudah berperan seperti ibu yang harus menyiapkan bekal untuk suami dan anak nya." ucap Teman nya.


"Justru Bela kasian. Coba saja kalau kita bisa membantu dia." ucap mereka.


"Ya Lagian kita di sini memiliki pekerjaan masing-masing. Sudah tidak perlu berbicara seperti itu." ucap Bibik.


"Hari ini saya akan pulang terlambat." ucap Dimas.. Bela menatap nya bingung karena tidak biasa nya Dimas pamit.


"Baiklah Pak." ucap Bela. Dimas melihat wajah Bela seperti mau mengatakan sesuatu namun tidak jadi dia memutuskan untuk segera pergi.


Namun baru saja sampai di kantor Vivi sudah menunggu nya.


"Kamu dari mana saja tidak menjawab telpon ku Dimas? Kenapa kamu mengabaikan aku seperti ini?" tanya Vivi.


"Ini kantor Vivi, jangan seperti ini." ucap Dimas.


Dimas membawa Vivi keruangan nya.


"Aku melakukan kesalahan apa sehingga kamu mengabaikan aku seperti ini?" tanya Vivi..


Dimas menghela nafas panjang.


"Sudah tidak perlu ribut, aku minta maaf karena mengabaikan kamu." ucap Dimas.


"Aku tidak butuh maaf kamu, aku mau kamu jujur kalau kamu memiliki selingkuhan kan?" tanya Vivi.


Dimas menghela nafas panjang.


"Apa kamu pernah melihat aku pergi dengan wanita lain?" ucap Dimas.

__ADS_1


"Kamu memiliki banyak orang yang bisa menutupi nya." ucap Vivi.


"Aku hanya mencintai kamu, tidak mungkin aku selingkuh." ucap Dimas.


Vivi menangis "Aku tidak mau kehilangan kamu sayang." ucap Vivi sambil memeluk Dimas.


Dimas membalas pelukan Vivi.


"Sudah-sudah jangan menangis." ucap Dimas.


Di malam hari nya Dimas membatalkan semua janji dan rencana nya agar bisa menemani Vivi yang masih merajuk.


Dia dan Vivi tidur di apartemen Vivi.


"Sayang kamu udah dong kerja nya." ucap Vivi yang baru saja selesai mandi dan duduk di pangkuan Dimas.


Dimas melihat dada Vivi yang selalu menjadi Favorit nya namun tiba-tiba dia teringat dada Bela.


"Sayang kenapa kamu membuang pandangan mu? apa aku tidak terlihat menarik?" tanya Vivi.


"Aku sedang bekerja, jangan ganggu aku dulu yah, sebaik nya kamu istirahat." ucap Dimas.


Namun Vivi tidak mau, dia menggoda Dimas yang berusaha menolak nya.


Namun Vivi sudah sangat paham dengan Dimas. Dia sangat pintar membuat Dimas terbuai oleh nya.


Dimas berhubungan badan dengan Vivi namun sepanjang itu berlangsung dia terus membayangkan wajah Bela.


Tiba-tiba saja dia berhenti membuat Vivi bingung.


"Aku sangat lelah." ucap Dimas tidak berselera dan langsung tidur.


Vivi memasang wajah cemberut namun Dimas memeluk nya sampai mereka berdua ketiduran.


Sementara di tempat lain Bela sangat senang karena Dimas di kabar kan tidak pulang. Dia bisa tidur dengan tenang.


Namun sudah tengah malam dia tidak bisa tidur karena memikirkan di Mana Dimas sedang bersama siapa.


"Kenapa aku harus memikirkan dia sih? Padahal kan ini waktu nya aku bisa tidur dengan tenang." ucap nya sendiri.


"Bela berhenti memikirkan dia, mau dia kemana saja itu bukan urusan kamu." ucap Bela.


Tiba-tiba saja dia teringat kepada orang tua angkat nya.


"Bagaimana yah keadaan mereka sekarang. Apa mereka sangat bahagia sehingga tidak datang mencari ku." ucap Bela.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu membuat nya terkejut berfikir kalau itu Bos nya namun ternyata Fahri.


"Fahri kenapa kamu belum tidur?" tanya Bela.

__ADS_1


"Aku belum bisa tidur. Kamu mau ikut aku duduk di luar melihat bintang?" tanya Fahri.


__ADS_2