Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 96


__ADS_3

"Hufff apa salah nya sih aku kepada mereka semua? Mereka tau jelas yang bersalah adalah orang tua ku, bukan aku, namun kenapa mereka terus menghina ku," Bela duduk sendirian di taman kampus.


Tidak beberapa lama kevin datang.


"Pantesan saja aku cari di kelas tidak ada, ternyata kamu di sini."


"Ada apa? aku minta maaf,"


"Tidak perlu minta maaf, nih untuk kamu."


Seperti biasa kalau bukan Yana, Kevin yang membeli kan Bela makanan karena Bela tidak berani ke kantin kalau sedang ramai.


Bela makan bersama Kevin, tidak beberapa lama Yana datang.


"Kenapa kalian tidak ngajakin aku sih? Kalian sangat jahat," ucap Yana.


"Kamu tadi sangat asik dengan teman-teman mu, aku tidak berani mengajak mu," ucap Bela.


"Humm baiklah, aku memaafkan kamu," ucap Yana dan duduk disamping Bela.


"Oh iya ini aku mau ngasih undangan buat kalian," ucap Yana.


"Ini undangan apa?" tanya Kevin.


"Ini pernikahan mbak ku, kalian datang yah. Hanya kalian berdua yang aku undang di dalam kelas kita."


"Tapi aku takut adik ku tidak ada teman," ucap Bela.


"Kamu bawa saja."


"Hum kamu tau sendiri kalau orang lain gak boleh tau aku memiliki Adik."


"Ya sudah kalau begitu kamu titip kan saja pada Bibik mu," ucap Yana.


"Mbak ku sangat ingin kalian berdua datang, sebentar saja tidak menjadi masalah," ucap Yana.


"Aku tidak ada partner, kamu ikut aku aja yah Bel," ucap Kevin.


"Nah bagus banget, jadi kalian bisa datang bersama."


"Aku pikir-pikir dulu,"


"Acara nya Besok Bela," ucap Yana.


"Hufff baiklah aku akan pergi, kamu pasti akan memaksa ku walaupun aku tidak mau pergi," ucap Bela.


Yana tersenyum. "Nah gitu dong, jangan lupa menjemput Bela ke apartemen nya," ucap Yana kepada kevil.


"Tidak perlu, kita bertemu di acara saja."


"Bela, jangan membuat orang lain berfikir kalau kamu jomblo yang kesepian, biarkan kevin datang menjemput kamu."


Bela menghela nafas panjang. "Iyah Bela, kamu tenang saja aku tidak akan menyebarkan Alamat kamu kok," ucap Kevin.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengabari kamu."


Setelah selesai kuliah dia segera ke sekolah Vira.


"Mbak Bela..." panggil Vira dari dalam sekolah.


"Mbak kenapa sangat lama? Hanya aku yang belum pulang," ucap Vira.

__ADS_1


"Mbak minta yah, tadi mbak pulang lebih lama."


"Ya sudah deh, sekarang ayo kita ke kantor om Dimas," ajak Vira.


"Kantor Om Dimas? Ngapain?" tanya Bela.


"Aku ingin ketemu om Dimas mbak."


"Tidak bisa sayang, tunggu saja om Dimas datang ke rumah."


"Tapi aku mau sekarang."


Tiba-tiba handphone Bela berbunyi.


"Halo. Saya tidak bisa datang menjemput Vira seperti yang saya janjikan, apa kamu sudah menjemput nya?" tanya Dimas.


"Vira sudah bersama ku," ucap Bela.


"Bagus deh kalau begitu, saya sedang di luar kota. Katakan pada Vira saya tidak bisa menemui nya hari ini."


Bela menoleh ke arah Vira.


"Tu dengan kan," ucap Bela setelah panggilan mati.


Keesokan harinya Bela dan Vira baru saja pulang ke rumah.


"Mbak aku kangen sama om Dimas, kenapa sampai sekarang om Dimas belum datang?" tanya Vira.


Bela melihat jam.


"Om Dimas janji akan datang sore, kamu tunggu saja."


"Tapi Om Dimas selalu sibuk, dia pasti tidak sempat datang ke sini kalau sudah sore."


"Aku jadi ikut mbak?" tanya Vira senang.


Bela mengangguk, terpaksa dia membawa Vira karena Bibik tidak bisa datang dan dia tetap harus pergi karena sudah janjian.


Vira akhirnya mau tidur siang.


Tidak terasa hari semakin Sore, Kania baru saja selesai bersih-bersih rumah mumpung lagi ada waktu.


Setelah selesai dia mau mandi terlebih dahulu.


Tidak lupa membangun kan Vira agar siap-siap karena Kevin sudah menuju ke apartemen nya.


Namun tiba-tiba bel apartemen nya berbunyi ketika mereka sudah siap.


Bela bergegas membuka pintu karena dia berfikir itu adalah Kevin. Bela membuka pintu sambil berbicara.


"Kenapa kamu sangat cepat? Perasaan rumah kamu sangat jauh dari sini," ucap Bela. Namun kaget karena bukan Kevin melainkan Dimas.


"Bapak sudah di sini?" tanya Bela.


"Siapa yang kamu maksud rumah nya jauh?" tanya Dimas.


"Enggak, tadi aku berfikir Teman ku yang datang. Silahkan masuk pak," ucap Bela.


"Om Dimas...." ucap Vira berlari ke arah Dimas dan Dimas langsung menggendong nya.


"Tunggu, kalian mau kemana sudah rapi seperti ini?" tanya Dimas.

__ADS_1


"Humm, saudara teman ku menikah, aku di undang."


"Kamu akan membawa Vira?" tanya Dimas.


"Rencananya pak, karena Vira tidak ada teman di rumah."


"Gak apa-apa aku tinggal mbak, aku mau sama Om Dimas aja."


"Iyah, kamu pergi saja sendiri, saya akan menjaga Vira."


Dimas tau kalau Bela menyembunyikan identitas Vira agar tidak di bully.


"Humm tapi aku tidak mau merepotkan bapak."


"Saya sudah tidak ada kesibukan, saya bisa menjaga Vira di sini, kamu tidak perlu khawatir."


"Bapak yakin?" tanya Bela. Dimas mengangguk.


"Permisi...." ucap Kevin mengetuk pintu.


Dimas melihat ke arah pintu yang terbuka ada pria tampan yaitu Kevin.


"Eh kevin kamu sudah sampai, aku ngambil tas dulu," ucap Bela.


Kevin melihat Dimas, begitu juga dengan Dimas menatap kevin dengan tatapan tajam.


"Vira, kamu tidak jadi ikut?" tanya kevin.


"Enggak om ganteng, aku mau sama Om Dimas saja."


Kevin tersenyum.


"Pak, aku titip Vira yah, aku akan pulang cepat." ucap Bela.


"Vira kamu baik-baik yah, Jangan nakal-nakal," ucap Bela.


setelah itu dia langsung bergegas pergi meninggalkan apartemen nya.


"Vira! Jelaskan siapa pria itu tadi, kenapa kamu memanggil nya dengan om tampan?" tanya Dimas dengan kesal.


"Nama nya om Kevin, tapi dia sangat tampan dan juga baik."


Dimas sangat cemburu mendengar nya.


"Apa hubungan nya dengan mbak Bela? kenapa dia bisa tau apartemen mbak Bela?"


"Mungkin mereka pacaran, karena om Kevin sangat baik kepada mbak bela."


Dimas seperti terbakar oleh api, dia melonggarkan dasinya.


"Jadi kamu lebih memilih siapa? Om Dimas atas Pria itu!"


"Nama nya om Kevin, bukan Pria itu!" ucap Vira.


"Terserah siapa saja namanya, sekarang katakan siapa yang kamu suka," ucap Dimas.


"Aku tetap suka sama om Dimas," ucap Vira memeluk Dimas cukup menenangkan hati Dimas.


Di dalam mobil perjalanan ke acara tersebut.


"Bagaimana bisa pak Dimas di apartemen kamu?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Loh kamu kenal sama pak Dimas?" tanya Bela. Kevin mengangguk.


"Aku tidak terlalu kenal, tapi tau dia karena kasus kemarin," ucap Kevin.


__ADS_2