Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 219


__ADS_3

Dimas menoleh ke arah wanita di samping nya.


"Ini adalah teman saya, dia ikut olahraga di sini juga," jelas nya.


"Oohh," ucap Dimas terlihat sangat cuek.


"Siapa pria itu Sayang? Kenapa kamu lepas tangan ku?" tanya wanita itu dan masih bisa di dengar oleh Dimas.


"Itu adalah teman ku," jawab pria itu.


Dimas tertawa kecil mendengar jawaban pria itu.


Dimas langsung pulang, namun sebelum pulang dia harus membeli beberapa titipan istri nya.


"Apa-apaan ini? Apa dia tidak salah meminta ku membeli hal seperti ini?" ucap Dimas.


Dimas membeli sabun cuci pakaian, sabun di kamar mandi, cuci piring dan sabun untuk buah.


Semua perempuan yang ada di sana menatap nya. Karena penampilan nya yang sangat laki tidak cocok berbelanja seperti itu.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. "Bela benar-benar keterlaluan," ucap nya.


Lagi-lagi bela menelpon nya dia ingin martabak, sate dan Vira mau eskrim."


Dimas menghela nafas panjang. "Tidak apa-apa, ini demi istri dan anak," ucap nya.


Walaupun sangat malu karena memakai celana pendek dia harus pergi membeli semua itu di tempat yang berpisah.


Walaupun cukup rumit dia tetap mencari semua nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Apa Kakak membeli semua nya?" tanya Dimas.


Dimas mengangguk. "Kamu mengerjai ku, semua mata orang Menatap ku dengan tatapan aneh," ucap Dimas.


Bela terkekeh mendengar nya. "Ya walaupun pun begitu aku tetap mendapatkan nya demi kamu," ucap Dimas.


"Ya sudah kalau begitu sebaiknya kakak pergi mandi," ucap Bela.


"Apa Yana sudah pulang?" tanya Dimas.


"Baru saja pulang kak, emang nya kenapa?" tanya Bela.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin tau."


"Tapi wajah Kakak tidak bisa berbohong, ada apa? Tidak biasanya kakak tanya dia."


"Ya wajar lah aku tanya sayang, tadi nya dia di sini sekarang dia tidak kelihatan," ucap Dimas.


Bela menggeleng kan kepala nya. "Tapi seperti nya Kakak ingin mengatakan sesuatu," ucap Bela.


Dimas menghela nafas panjang. "Baiklah kamu benar, hari ini aku melihat kekasih nya bersama perempuan lain di Gym."


"Loh kenapa bisa? Bukan nya hari ini dia ada acara keluarga?"


"Aku tidak tau, tapi dia bersama perempuan."

__ADS_1


"Apa kelihatan nya mereka keluarga atau teman, atau Kakak adik?" tanya Bela bertanya sangat penasaran.


"Yang saya lihat mereka melakukan sesuatu," ucap Dimas.


"Melakukan apa?" tanya Bela.


Dimas langsung mencontoh kan nya dengan cara mencium bibir Bela.


Bela memukul dada Dimas. "Apa yang kakak lakukan? aku sedang makan!" ucap Bela kesal.


"Tunggu, apa mereka melakukan hal seperti itu?" tanya Bela baru paham.


Dimas mengangguk. Bela langsung berdiri. "Ini tidak bisa di biarkan, aku harus bilang kepada Yana."


"Jangan sekarang, nanti kita jadi terlibat, biarkan Yana tau sendiri."


"Tidak bisa kak, dia pasti tetap tidak akan tau," ucap Bela.


"Apa kamu mau aku terlibat? karena hanya aku yang melihat itu, tentu dia akan mudah menebak nya," ucap Dimas.


"Iyah juga sih, ya sudah deh besok saja," ucap Bela.


Dimas tersenyum. "Vira mana?" tanya Dimas.


"Lagi main sama anak-anak yang lain di luar," ucap Bela.


"Oohh, aku sudah sangat gerah, apa kamu bisa mengambil kan handuk dan pakaian ku?" tanya Dimas.


"Aku mau makan kak," ucap Bela.


"Nanti saja, sekarang aku sudah sangat gerah," ucap Dimas memaksa istri nya.


"Wahh otot-otot kakak semakin bagus saja," ucap Bela sambil menekan-nekan nya.


"Kamu suka?" Bela mengangguk.


"Tapi seperti ini sudah bagus, jangan berlebihan aku tidak suka," ucap Bela.


Dimas mencium Bela. "Kenapa kamu bau keringat sih? Ayo mandi bareng," Dimas menarik tangan Bela ke kamar mandi.


"Kak Dimas!!!!!" Bela sangat kesal karena suami nya selalu mengambil kesempatan saja.


Satu jam di kamar mandi akhirnya mereka keluar..Bela terlihat sangat lemas sekali sementara Dimas tersenyum bahagia wajah nya tampak begitu cerah.


"Mau aku bantu mengeringkan rambut?" Dimas langsung mengeringkan rambut istri nya.


"Hufff, semakin hari stamina kakak semakin bertambah, aku tidak ingin kakak melakukan olahraga lagi," ucap Bela.


"Walaupun saya tidak olahraga tapi stamina saya akan tetap sama, karena kamu terlihat sangat seksi dan menggoda sekali."


"Mungkin kalau aku sudah hamil besar dan juga gemuk kakak tidak akan berselera."


"Kata siapa? Justru kamu terlihat lebih cantik ketika lebih berisi, saya tidak sabar melihat perut rata mu ini membuncit," ucap Dimas.


"Dasar menyebalkan!" ucap Bela. Dimas yang sudah puas hanya bisa tertawa saja.

__ADS_1


"Ini adalah hukuman kamu karena sudah mengerjai ku dengan meminta membeli semua itu."


"Banyak bicara, aku tidak akan meminta kakak membeli nya," ucap Bela.


Saat sedang berantem, tiba-tiba handphone Dimas berdering. "Dari Tante Kayla," ucap Dimas.


Bela meminta Dimas menjawab nya.


"Halo Tante?"


"Kalian di rumah kan? Aku dengan Fahri sekarang menuju ke rumah kalian."


"Di rumah kok Tante, tapi kenapa Tante gak bilang mau ke sini?" tanya Dimas."


"Kejutan, aku mau makan malam bersama Bela dan Vira."


"Baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan."


"Mereka sudah dalam perjalanan ke sini," ucap Dimas.


Bela menghela nafas panjang. "Apa yang mereka katakan kalau melihat ku seperti ini," ucap Bela.


Dimas melihat beberapa jejak yang dia tinggal kan di leher dan dada istri nya.


Dan lagi cara jalan Bela yang sangat berbeda. "Kamu bisa memakai jaket menutupi leher kamu," ucap Dimas.


Tidak beberapa lama akhirnya Kayla sampai.


"Ante cantik...." Vira melihat Kayla dan langsung berlari ke arah mereka.


"Ini sudah sore, kenapa kamu belum mandi dan sangat berkeringat?" tanya Kayla.


"Kau masih mau main Ante, kenapa Ante ke sini gak bilang-bilang?" tanya Vira.


"Tante sangat merindukan kamu," ucap Kayla.


"Apa kabar kamu?" tanya Fahri.


Vira melihat Fahri.


"Om Fahri makin ganteng saja," ucap Vira. "Kamu masih anak kecil tapi sangat pintar menggoda," ucap Fahri.


"Badan mu semakin berisi, jadi nya makin tampan," ucap Bela yang baru saja keluar dari rumah.


"Kamu bisa saja Bela," ucap Fahri.


"Ayo masuk ke dalam," ajak Bela.


"Aku masih mau main mbak," ucap Vira.


"Ini sudah sore, jangan lama-lama main nya," ucap Bela.


"Baiklah Mbak, setelah selesai main aku pasti mandi."


Mereka masuk ke dalam, sementara Vira langsung pergi menyusul teman-teman nya.

__ADS_1


"Rumah mu sangat bersih walaupun kamu sedang hamil," ucap Kayla.


"Kak Dimas membantu aku membersihkan nya, dan lagi Vira anak nya bersih jadi dia tidak mampu membuat mainan nya berantakan," ucap Bela.


__ADS_2