Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 201


__ADS_3

Setelah selesai sarapan, Dimas berangkat bekerja, ada pekerjaan yang harus di kerjakan sedikit di luar oleh nya.


Setelah satu bulan pernikahan. Dimas setiap hari semakin bucin kepada istri nya.


Dimas sekarang sudah tidak segan-segan lagi mengumbar kemesraan nya di publik dan juga di depan keluarga nya. Sementara Bela masih enggan karena belum di umbar saja semua orang sudah meledek nya.


Bela hari ini ada jadwal kuliah sampai sore. Dimas pulang cepat karena pekerjaan nya tidak terlalu banyak.


Berdua saja di rumah bersama Vira membuat dua manusia itu bosan sekali.


Akhirnya Dimas mengajak Vira jalan-jalan keluar, kebetulan keluarga nya juga sudah satu bulan tidak dia ajak keluar.


Bela sedang bersama Yana dan Kevin dan beberapa teman nya yang lain.


"Pesan dari siapa tuh?" tanya Yana karena Bela senyum-senyum membalas pesan di handphone nya.


"Pasti dari suami nya lah, mau dari siapa lagi?" saut teman-teman nya yang lain.


Setelah Bela berani untuk mengubah diri, terbuka dan berani sekarang dia memiliki banyak teman dan juga sudah sangat jarang orang yang berani menghina nya karena mereka semua takut kepada Dinas.


Satu kata yang menyakiti perasaan Bela, Dimas akan turun tangan itu sebabnya mereka takut.


"Hari ini Kak Dimas dan keluarga nya jalan-jalan di luar," ucap Bela.


"Loh kamu gak ikut?"


"Bagaimana bisa aku ikut, jam kuliah saja belum selesai."


Mereka semua tersenyum. "Humm kamu tampak jauh lebih bahagia setelah menikah," ucap Yana.


"Humm aku juga curiga sebentar lagi kamu akan hamil," ucap teman nya yang lain.


"Gak mungkin lah, aku masih sangat muda dan masih ingin fokus belajar."


"Yah kita gak tau rejeki kan, justru memiliki anak di usia yang muda itu bagus."


"Sudah lah, kenapa jadi membahas itu, ayo lanjut belajar," ucap Kevin.


Mereka lanjut belajar lagi.


Di malam hari nya Bela menemui Kayla yang mengajak nya bertemu.


"Maaf yah Tante, aku membuat Tante lama nunggu," Ucap Bela.


"Iyah gak apa-apa kok," ucap Kayla. Bela duduk di depan Kayla.


"Humm kalau boleh tau, ada apa yah Tante tiba-tiba ngajak aku bertemu di sini?" tanya Bela karena tidak biasa mengajak bertemu mendadak.


"Ada apa Tante?" tanya Bela.


"Aku boleh minta tolong sama kamu kan?" tanya Kayla.

__ADS_1


"Boleh," jawab Bela.


"Kamu tau kan kalau Fahri sekarang ada di luar kota mengerjakan proyek baru nya," ucap Kayla. Bela mengangguk.


"Aku ingin ikut dia ke sana, tapi dia tidak mengijinkan aku ikut ke sana."


Bela menghela nafas panjang. Dia pikir masalah yang sangat serius ternyata tentang itu saja.


"Kenapa tidak di bicarakan baik-baik saja ?" tanya Bela.


"Sudah, tapi Fahri tidak mau membawa ku karena takut kecapean."


"Niat Fahri sangat baik Tante, sebaiknya Tante fokus saja di sini. Lagian Tante juga memiliki pekerjaan di sini."


"Tapi..."


Bela tersenyum. Dia tau kalau pengantin baru pastiau nya sama-sama terus. Tapi Fahri tetap harus bekerja keras untuk istri dan masa depan nya nanti.


Sudah malam akhirnya Bela pulang ke rumah di antar oleh Kayla.


Dan ternyata Vira dan Dimas sudah menunggu di depan teras sambil melipat kedua tangan di dada nya.


"Aku berfikir setelah pulang bersama Vira, kamu sudah di rumah, namun ternyata kamu masih belum pulang dan baru pulang jam delapan malam."


"Humm aku minta maaf kak, tapi tadi aku ketemu sama Tante kayla sebentar."


Dimas menghela nafas panjang. Dia mau memeluk Bela namun di tahan oleh Bela karena ada Vira.


"Mbak Bela dari mana? dari tadi Om Dimas tidak berhenti nelpon mbak."


Bela membawa mereka masuk ke dalam. "Sekarang kami sangat lapar," ucap Dimas.


Bela melihat ke arah dapur. "Apa kalian tidak makan dari luar?" tanya Bela.


"Sudah makan mbak, tapi om Dimas lapar lagi," jawab Vira.


Bela menoleh ke arah Dimas.


"Baiklah, aku masak sebentar yah," ucap Bela.


Dimas mengangguk.


Menunggu makanan masak, seperti biasa Dimas akan menemani Vira bermain.


Mereka makan bersama karena Bela masak cukup banyak, kebetulan diri nya belum makan.


Setelah selesai makan, dia pergi tidur.


"Besok adalah hari ulang tahun Vira, aku ingin membawa nya ke panti asuhan."


Bela menggeleng kan kepala nya. "Sebaiknya jangan di rayakan di sana kak,"

__ADS_1


Dimas kebingungan kenapa Bela melarang.


"Anak-anak yang di sana pasti merasa cemburu melihat ulang tahun Vira di rayakan di sana, sebaik nya kita datang berkunjung dan membawa makanan dan kue saja."


"Baiklah kalau begitu sayang," ucap Dimas.


Selesai makan. "Aku mandi dulu yah," Ucap Bela. Sementara Dimas seperti biasa akan menonton film di ruang tamu.


Merasa ngantuk, dia memeriksa Vira terlebih dahulu, mematikan lampu dan setelah itu dia masuk ke dalam kamar mereka.


Namun saat dia masuk dia melihat Bela yang duduk di ujung kasur sambil tersenyum ke arah nya.


"Sayang.. apa yang kamu pakai?" tanya Dimas.


lingerie warna merah yang sangat seksi di pakai oleh Bela membuat Dimas tersipu malu.


"Apakah kamu sudah selesai Menstruasi?" tanya Dimas.


Bela mengangguk. Selama satu Minggu Dimas harus menahan diri, namun malam ini dia sangat bahagia sekali.


"Apakah kamu menggoda ku dengan pakaian ini? Apa kamu baru membeli nya?"


"Humm aku tidak membeli nya, ini hadiah dari Nenek."


Dimas yang tadi nya sangat bergairah Menatap Bela mendengar baju itu dari Nenek membuat nya langsung sadar.


"Ini seriusan dari Nenek?" tanya Dimas. Bela mengangguk.


Dimas menutup wajah nya karena sangat malu sekali.


"Aku sangat malu sekali," ucap Dimas.


"Sebenarnya aku juga sangat malu, tapi ini sangat bagus dan juga nyaman," ucap Bela.


Dimas membuka tali di leher Bela.


"Aku boleh melakukan nya kan?" tanya Dimas. Bela mengangguk.


Dimas mematikan lampu sebelum melakukan nya.


Sementara Kayla di kamar nya sedang berusaha untuk tidur.


Kayla sangat sedih, karena masih pengantin baru tapi harus di tinggal oleh suami nya sendiri."


Kayla sudah mengatakan kepada Fahri untuk memindahkan proyek nya, namun karena sudah berhasil di sana Fahri tidak mau memindahkan nya.


Kayla membuka laptop nya. "Kenapa di tidak mengganti kan posisi ku saja? Bisa bekerja di mana pun tampa harus turun kelapangan setiap hari nya."


Handphone nya berdering telepon dari suami nya, namun tidak di jawab oleh nya.


Kayla sudah mengabaikan suami nya semenjak Fahri pergi.

__ADS_1


Kayla sangat tidak suka pas lagi sayang-sayang nya malah di tinggal.


"Biarkan saja dia kebingungan mencari ku, aku tidak perduli, Lagian siapa suruh ninggalin istri sendirian di sini," ucap Kayla.


__ADS_2