
Fahri sangat senang ketika melihat ekspresi kayla di kegelapan itu.
"Aku pikir di balik sifat agresif mu, kamu tidak pemalu, namun ternyata kamu memiliki dua kepribadian," bisik Fahri.
Kayla tersenyum malu. "Humm apa kita harus melakukan nya malam ini?" tanya Kayla.
Fahri mengangguk. Kayla tersenyum.
Setelah dapat persetujuan dari Kayla Fahri siap mengambil hak milik nya.
Kayla menjerit sepanjang malam karena untuk di awal masih terasa sakit. Fahri sama sekali tidak memberikan ampunan kepada Kayla karena Kayla juga menikmati nya.
Keesokan harinya...
Mereka semua berkumpul di rumah Dimas. Bela sedang menyiapkan sarapan pagi karena semua nya sudah kembali dari hotel.
"Bela.. Apa kamu butuh bantuan?" tanya Kayla.
"Eh Tante, tidak apa-apa, aku bisa melakukan nya."
"Humm sebaiknya aku bantuin yah, aku juga mau belajar sama kamu."
Bela tersenyum. Mereka pun sangat kompak di dapur.
"Oh iya Bela, bagaimana tadi malam?" tanya kayla.
Bela tersenyum. "Bagaimana apa nya Tante?"
"Tadi malam dengan suami kamu? Apa Dimas sangat kasar?"
Bela tersenyum. "Semua teman-teman ku tidur di kamar,"
"Apa itu artinya kalian belum melakukan nya?" Bela mengangguk.
Kayla sangat malu sekali. "Apa Tante sudah?" Kayla mengangguk.
Bela menatap Kayla. "Bagaimana Tante? apa rasanya sakit?" tanya Bela.
"Ekhem-ekhem!!!" tiba-tiba Nenek datang. Mereka langsung berhenti dan berencana membicarakan nya nanti.
Saat selesai sarapan Fahri minta ijin membawa Kayla pindah ke apartemen nya. Sementara Dimas dan Bela akan tinggal di rumah Bela. Namun sesekali akan kembali ke rumah Dimas.
Nenek dan Kakek untuk beberapa lama akan tinggal di sana bersama beberapa keluarga yang lain nya.
Malam kedua setelah menikah. Bela dan Dimas masih di rumah bersama keluarga nya karena Nenek meminta mereka tinggal di sana satu Minggu sebelum pindah.
Bela melihat Dimas sedang bermain bersama Vira, sementara kayla baru saja selesai berbincang-bincang dengan Nenek.
Bela lewat dari depan Dimas, namun Dimas mengedip kan mata nya sebelah untuk menggoda Bela.
Bela hanya bisa tersenyum. Karena seharian Dimas tidak berhenti menggoda istri nya.
Malam hari nya..
"Vira tidur sama nenek dan Kakek yah," ucap Nenek.
__ADS_1
"Iyah Nek."
Vira ikut mereka ke kamar. Bela melihat Dimas fokus dengan laptop dan beberapa kertas di depan nya.
Bela tidak mau mengganggu nya, dia langsung ke kamar terlebih dahulu.
Bela melihat kamar Dimas sekarang sudah menjadi kamar nya juga. Dia melompat ke kasur dengan sangat gembira.
"Aku nyonya Dimas sekarang.. Hahahaha...." Bela tertawa seperti orang gila.
Semua orang menggoda nya dengan sebutan nyonya Dimas, terdengar tidak nyaman namun setelah di pikirkan itu terasa sangat lucu bagi nya.
Sebelum tidur dia berbicara dengan Yana terlebih dahulu. Yana menggoda nya, dan mengakui kalau dia juga ingin menikah.
Tidak beberapa lama Dimas masuk ke dalam kamar dia mematikan handphone nya.
"Kamu belum tidur istri ku?" tanya Dimas. Bela menggeleng kan kepala nya.
"Apa kamu belum ngantuk?"
Bela menggeleng kan kepala nya.
"Apa kamu mau melakukan sesuatu sebelum tidur?"
Bela mengangguk. Dimas duduk mendekati Bela.
Dimas mengingat jadwal kuliah Bela besok pagi.
"Apakah sebaiknya kita jangan melakukan nya sekarang?" tanya Dimas.
Bela menatap kebingungan.
Namun Bela tiba-tiba mencium bibir Dimas. Dimas menatap Bela kaget.
"Apa kamu yakin?" tanya Dimas. Bela mengangguk.
Tidak menunggu aba-aba, Dimas membuka baju nya, melakukan ciuman lembut, perlahan mulai merabah badan istri nya.
Dimas bisa menyentuh kulit istri nya yang sangat lembut leluasa tanpa memikirkan apapun karena Bela sudah sah menjadi istri nya sekarang.
Tidak beberapa lama Akhirnya Dimas berhasil membuka semua pakaian istri nya. "Jangan menatap ku seperti itu kak, aku malu."
Dimas tersenyum. "Kamu sangat cantik sekali sayang," ucap Dimas sambil mencium bibir Bela.
Dimas mulai intim, kini Bela mulai merintih kesakitan karena milik Dimas cukup besar dan milik nya masih sangat sempit.
Setelah berhasil menembus milik Bela, Dimas mengucapkan terimakasih karena Bela menjaga kehormatan nya selama ini dengan baik.
Malam yang begitu panjang, malam yang berkesan, romantis semua nya campur aduk menjadi satu kebahagiaan bagi Dimas dan Bela.
Sementara di apartemen Fahri. Kayla sedang menata-nata pakaian, merapikan pakaian nya di lemari.
Untung saja apartemen Fahri cukup luas sehingga semua barang-barang kayla cukup di sana.
Fahri baru saja selesai olahraga malam dan langsung mandi.
__ADS_1
Selesai mandi dia melihat istrinya masih sibuk dengan barang-barang.
"Sayang... apa kamu memilih menyentuh barang-barang ini dari pada menyentuh ku?" tanya Fahri.
Kayla menoleh ke arah Fahri. "Malam ini jangan dulu yah, aku masih kesakitan, bahkan buang air kecil saja sangat sakit."
Mendengar itu Fahri bukan kasian, dia merasa senang mendengar nya.
"Baiklah, sebaiknya kita tidur dan istirahat," ucap Fahri. Bodoh nya Kayla dia percayai suami nya itu.
Ternyata Fahri meminta nya, Kayla tidak bisa berbuat apa-apa tidak bisa menolak karena dia juga ingin.
Keesokan paginya...
"Tok!!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu kamar Dimas dan Bela.
Dimas membuka nya, ternyata Vira yang sudah siap berangkat sekolah dan minta di antar oleh Dimas.
Namun Dimas masih baru bangun, akhirnya dia meminta supir mengantar ke sekolah, tidak lupa Dimas memberikan uang jajan.
"Humm setelah menikah, mereka mengabaikan ku," ucap Vira.
"Jangan berbicara seperti itu, mereka pasti sangat lelah, bagaimana kalau Kakek antar saja?"
"Kakek mau nganterin aku sekolah?" tanya Vira.
"Mau dong."
"Nenek juga ikut yah," Nenek ikut mengantar kan Vira ke sekolah.
Dimas melihat istrinya masih tidur lelap di balik selimut.
"Sayang... Ayo bangun," ucap Dimas. Bela membuka mata nya.
"Ini sudah jam tujuh, Ayo bangun kamu harus ke kampus."
Bela bergeliat. "Seperti nya aku tidak masuk kak, aku takut semua orang meledek ku?"
Dimas tersenyum. "Baiklah kalau begitu, tapi kamu harus mandi, apa kata keluarga ku kalau kamu belum bangun?"
Akhirnya Bela bangun dia menatap Dimas. "Good morning sayang," Dimas mencium pipi Bela.
Bela tersenyum. "Pagi sayang," ucap Bela.
Bela turun dari tempat tidur, namun menjerit karena terasa sedikit ngilu.
Dimas langsung mengangkat nya ke kamar mandi dan mandi bersama.
Setelah selesai mandi, mereka keluar bersama dalam keadaan rambut sama-sama basah.
"Bela, apa kamu tidak pergi kuliah?" tanya Tante kedua Dimas.
"Humm untuk hari ini aku libur dulu kak," ucap Bela.
"Oohh..." mereka tersenyum melihat Bela dan Dimas.
__ADS_1
Bela dan Dimas jadi sangat canggung, mereka berdua jadi malu.
Setelah selesai sarapan, Dimas berangkat bekerja, ada pekerjaan yang harus di kerjakan sedikit di luar oleh nya.