Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 204


__ADS_3

"Humm Kayla memang tidak terlalu cerewet, hanya saja dia selalu sangat lembut ketika membangun kan ku, dia berusaha melakukan apapun untuk ku, walaupun sebelumnya dia tidak pernah melakukan nya," batin Fahri.


Kayla mengetuk pintu sebelum masuk. "Eh Tante di sini?" ucap Dimas.


Kayla tersenyum, dia mau membahas beberapa pekerjaan. Fahri memerhatikan istri nya yang bekerja di depan nya.


"Dia sangat cantik sekali," batin Fahri.


Setelah Kayla selesai mereka makan siang bersama di luar. "Kalau kamu sudah selesai bekerja, sebaiknya kamu pulang istirahat saja," ucap Fahri.


Kayla menatap Fahri. "Aku mau nemanin kamu kerja yah? Aku gak tau mau ngapain kalau sendirian di rumah," ucap Kayla.


Fahri menatap wajah kayla. "Sayang... sebaiknya kamu istirahat," ucap Fahri.


"Tapi aku mau nemanin kamu," ucap Kayla.


Fahri melihat jam.


"Ya sudah kalau begitu," ucap Fahri.


Akhirnya Kayla menemani Fahri sampai dia ketiduran di perusahaan.


Dimas memerhatikan Fahri dan Kayla.


"Fahri apa kamu dengan Kayla belum bisa saling menyesuaikan diri?" tanya Dimas.


"Bukan seperti itu," ucap Fahri.


"Pasti ada rasa canggung, tapi jangan pernah kalian berdua tidak terbuka satu sama lain," ucap Dimas.


Malam hari, Bela menunggu suami nya pulang.


Mendengar suara mobil suami nya dia langsung membuka pintu.


Dengan senyuman dia menyambut suami nya. "Kenapa sangat malam pulang nya?" tanya Bela sambil menyalim tangan suami nya. Dimas mencium kening istrinya.


"Maaf yah, tadi teman-teman ku memaksa untuk ikut mereka makan malam."


"Bagus deh, kebetulan banget aku tidak masak karena persediaan di dapur sudah habis."


Mereka masuk, "Apa Vira sudah tidur?" tanya Dimas.


Bela mengangguk. Dimas langsung mandi sementara Bela menyiapkan pakaian untuk suami nya.


Sama hal nya dengan Fahri di apartemen nya, setelah selesai mandi bersama mereka makan malam yang sudah di pesan dari luar.


"Maaf yah, sampai sekarang aku belum bisa masak untuk kamu," ucap Kayla.


"Iyah gak apa-apa kok, nanti bisa belajar pelan-pelan."


"Aku mau tanya sesuatu boleh gak?" tanya Kayla.


"Boleh, mau tanya apa sayang?" tanya Fahri.

__ADS_1


"Apa kamu menyesal menikah dengan ku?" tanya Kayla.


"Maksud kamu bertanya seperti itu apa?" tanya Fahri.


"Tidak apa-apa, aku hanya penasaran saja karena hubungan kita jauh lebih dingin dari sebelum kita menikah."


"Kamu ngomong apa sih, aku sangat bahagia menikah dengan kamu."


"Tapi ekspresi kamu mengatakan hal yang lain, aku tau kamu pasti tidak bahagia kan sama aku?" ucap Kayla.


Fahri menghela nafas panjang. "Aku sangat bahagia sama kamu, aku mencintai kamu."


"Justru aku takut kamu tidak bahagia sama aku, karena aku belum bisa memberikan yang terbaik kepada kamu," ucap Fahri.


Kayla tiba-tiba menyudahi makan nya. "Kenapa sih kamu tidak ngomong apa yang tidak kamu suka dari aku?" tanya Kayla.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan, apa yang kamu bicarakan?" tanya Fahri.


"Aku mendengar percakapan kamu dengan Dimas di kantor tadi, kamu mengeluh karena aku sangat manja dan sifat kekanak-kanakan."


"Apa kamu tidak suka dengan sifat ku yang seperti ini? Kalau kamu tidak suka kenapa kamu tidak bilang?"


Fahri bingung harus ngomong, apa dia tidak bilang kalau dia tidak suka, tapi istri nya salah paham.


Kayla tidak mau mendengar kan jawaban suami nya dia langsung masuk ke dalam kamar.


"Apa ini? ini semua terasa konyol," ucap Fahri.


Di rumah Bela


"Kepala ku sangat pusing, aku baru saja minum obat," ucap Bela.


Dimas mendekati istri nya dia memeriksa suhu badan istri nya.


"Kamu sedikit panas, kamu berbaring aku akan ambil air untuk mengompres badan kamu."


Bela mengangguk. Bela kelihatan nya sangat lemas sekali.


"Kenapa kamu sakit? Apa karena kamu sering bergadang karena aku?" tanya Dimas.


Bela menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok, mungkin karena saat nya sakit saja," ucap Bela.


Dimas menemani Bela. "Aku sangat khawatir kalau kamu sakit, cepat sembuh," ucap Dimas.


Bela tersenyum. Dia merasa sangat beruntung karena memiliki suami yang begitu perhatian, baik kepada nya.


Beberapa hari kemudian tepat di hari weekend..


Bela dan Vira di ajak oleh Dimas olahraga ke salah satu tempat olahraga Dimas biasanya.


"Wahh badan Om Dimas kuat banget ngangkat alat itu mbak," ucap Vira.


"Iyah dek, bahkan badan itu yang setiap malam menyiksa badan mbak," batin Bela sambil tersenyum malu.

__ADS_1


"Haiii..." sapa salah satu anggota yang latihan di sana juga.


Bela tersenyum ke arah pria itu. "Apa ini adik kamu, kalian sangat mirip sama-sama cantik," ucap pria yang terlihat sangat tampan.


"Iyah om, nama aku Vira," ucap Vira memperkenalkan diri.


"Nama kamu siapa? Apa kita boleh kenalan?" tanya pria itu lagi.


"Nama aku Bela," Bela baru saja mau membalas jabatan tangan pria itu, namun dia sudah terdorong kuat ke dinding.


"Berani-beraninya kamu menggoda istri ku!" ucap Dimas.


"Santai bro, aku hanya mengajak nya berkenalan, aku pikir dia datang sendiri."


"Sudah-sudah Dimas jangan berkelahi di sini, lagian kamu sendiri yang salah membawa istri ke sini," ucap pelatih nya.


Dimas mendekati Bela. Dia melempar jaket nya kepada Bela.


"Lain kali kalau keluar jangan menggunakan Rok pendek seperti itu!" ucap Dimas.


"Kenapa kamu sangat kakak kepada dia? Dia hanya mengajak ku berkenalan?"


"Kamu masih bertanya? apa kamu lebih mengkhawatirkan dia dari aku?" tanya Dimas.


"Om Dimas tidak perlu cemburu karena mbak Bela hanya mencintai Om Dimas saja," ucap Vira.


Dimas meminum air menumpahkan nya ke badan nya.


Setelah itu dia lanjut latihan lagi.


Sementara di tempat lain Fahri dan Kayla baru saja selesai belanja, mereka ingin belajar masak hari ini.


"Kamu harus melakukan nya seperti ini," ucap Fahri mengajari Kayla membersihkan ikan.


Kayla tampak kurang mahir, akhirnya Fahri mengambil alih.


Waktunya menggoreng, namun Kayla sangat takut, dia tidak berhenti menjerit.


"Kamu duduk saja, aku akan melakukan nya," ucap Fahri.


Kayla meninggalkan nya dia duduk. Tidak beberapa lama akhirnya selesai.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Fahri sambil melihat tangan Kayla yang terkena percikan Minyak.


"Kamu marah yah sama aku karena aku tidak bisa melakukan apapun, aku malah merepotkan kamu," ucap Kayla.


"Aku tidak marah, aku hanya mengkhawatirkan kamu."


"Buktinya, kamu tidak membiarkan aku melakukan nya," ucap Kayla.


Fahri menghela nafas panjang, dia melihat Kayla pergi.


"Aku tidak mengerti dengan nya sekarang, apa aku melakukan kesalahan? Aku hanya tidak ingin dia terluka," batin Fahri.

__ADS_1


"Sayang... aku tidak marah, kenapa kamu berfikir aku marah sama kamu?" tanya Fahri.


Kayla diam saja. "Kenapa setiap hari kamu selalu ngambek sih? Aku tidak bermaksud marah atau menganggap kamu tidak bisa," ucap Fahri.


__ADS_2