Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 229


__ADS_3

Dia benar-benar sangat kesal karena harus pasrah.


"Apa kita tidur di satu kamar?" tanya nya kepada Roi.


"Terus kamu mau berapa kamar?" tanya Roi.


"Aku tidak mau satu kamar sama kamu," ucap Serli.


"Aku tidak mau beda kamar sama kamu, lagian tempat tidur nya ada dua, kamu tidak perlu takut aku tidur di samping kamu," ucap Roi.


"Ingat yah, aku masih kesal sama kamu. Mau bagaimana pun kamu harus membuat perempuan itu tidak menggangu hubungan kita lagi!"


"Iyah, aku tau."


"Kamu hanya menginyakan saja, buktinya sampai sekarang dia masih datang mengganggu hubungan kita. "Apa tidak ada laki-laki lain yang mau sama dia?" ucap Serli dengan nada yang sangat kesal sekali.


"Jangan marah lagi sayang," ucap Roi.


Serli masuk ke kamar mandi menenangkan kepala nya yang sangat emosi.


Tidak beberapa lama dia keluar ternyata baju yang di pesan oleh Roi dari toko terdekat sudah sampai.

__ADS_1


Roi juga baru saja selesai mandi. Dia melihat Serli sudah berbaring di tempat tidur nya sambil memainkan ponsel nya.


Roi tidak ingin membuat Serli marah-marah lagi, akhirnya dia juga ikutan tidur.


Serli ingin memastikan perempuan itu sudah pergi apa belum. Namun setelah di periksa di Cctv depan rumah dia sangat kaget ternyata dia masih di sana.


"Dia benar-benar sangat gigih, tidak tau malu duduk di depan rumah orang sampai malam seperti ini," batin Serli.


Dia menoleh ke arah Roi yang berusaha untuk tidur. Tiba-tiba dia berpindah ke samping Roi.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Roi kaget.


"Kamu mengirim sama siapa?" tanya Roi. Dia langsung merebut handphone Serli ketika melihat nama Hana.


"Kembalikan, aku mau bikin dia sadar percuma saja dia menunggu di sana."


"Jangan buat masalah deh, nanti kalau dia ngadu kita nginap di hotel, mamah sama Papah aku akan berfikir yang aneh-aneh."


Serli menghela nafas panjang. Dia memasang wajah cemberut sambil menatap Roi.


"Kenapa sih kamu tidak tegas saja? Kalau kamu tidak mau biar aku saja yang ngomong!"

__ADS_1


"Jangan sayang, sebaiknya kita tidur saja, kita cukup menikmati kehidupan kita berdua saja di sini." Roi mendekap badan Serli.


"Kamu sangat Wangi sekali," ucap Roi.


Serli mau berbicara namun di tahan oleh Roi. "Apa kamu tidak lelah mengoceh sepanjang hari. Telinga ku hampir meledak dan kamu tidak kasihan kepada ku karena sepanjang hari kamu selalu berbicara ketus kepada ku."


Serli menghela nafas panjang. "Jadi kamu tidak mau mendengar aku ngoceh? Kamu muak? Kamu tidak suka?"


"Ya bukan gitu." "Ya sudah kalau begitu, kalau kamu tidak suka aku akan pergi."


"Bukan sayang, lebih baik kita menghabiskan waktu yang ada seperti ini untuk berdua, romantis, bercengkrama bersama dan juga melakukan hal yang baik bersama."


"Karena seminggu penuh kamu akan sibuk dengan pekerjaan kamu, begitu juga dengan aku."


Serli baru sadar kalau dia jadi lebih cerewet setelah bersama Roi padahal sebelumnya tidak seperti itu.


Namun kapan lagi dan sama siapa lagi dia bisa seperti itu kalau tidak kepada kekasihnya.


Yang dia percaya untuk mendengar kan keluh kesah nya hanya kekasih nya.


"Ya sudah deh kalau begitu aku minta maaf," ucap Serli. "Kamu kok jadi sedih sih? Kamu bisa ngomel tapi tenaganya di simpan untuk besok yah," ucap Roi.

__ADS_1


__ADS_2