Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 211


__ADS_3

Bela tersenyum. Kayla mengelus perut Bela.


"Semoga cepat nular sama Tante," ucap Bela.


Kayla tersenyum. "Seperti nya aku masih lama, kamu masih subur sementara kamu tau sendiri aku sudah tua." ucap Kayla.


"Tante percaya saja sama keajaiban Allah, semoga secepatnya di berikan."


"Lagian Tante baru menikah dia bulan, sebaiknya menikmati waktu berdua dengan suami. Karena kalau hamil itu tidak enak," ucap Bela.


"Setiap hari kepala ku sangat pusing, setiap hari kepala ku berat sekali," ucap Bela.


"Selain itu aku juga sering mual, tidak berselera makan," ucap Bela.


"Tapi aku juga sangat bahagia."


Mereka berbicara cukup banyak, saling memberikan nasehat satu sama lain, walaupun Kayla yang lebih tua tapi dia sangat banyak membutuhkan nasehat dari Bela.


Tidak beberapa lama akhirnya Dimas dan juga Fahri kembali.


Tidak ada urusan lagi, mereka kembali ke rumah masing-masing.


"Humm aku boleh beli sesuatu gak?" tanya Bela kepada Dimas.


"Beli apa?" tanya Dimas dengan sangat antusias.


"Humm aku ingin beli perhiasan," ucap Bela.


"Perhiasan? Tumben banget kamu pengen beli yang seperti itu," ucap Dimas.


"Kenapa? Kakak gak mau beliin aku?" tanya Bela.


"Ya bukan gitu, tapi apa harus sekarang?" tanya Dimas.


"Iyah, aku mau sekarang."


"Baiklah kalau begitu, kita beli toko mana?" tanya Dimas.


Bela memberi tunjuk tujuan mereka membeli perhiasan. Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di toko perhiasan yang cukup besar.


"Kamu bisa pilih apapun sesuka hati kamu," ucap Dinas.


Bela mulai memilih nya. Dan ternyata yang dia pilih bukan cuman satu saja ternyata cukup banyak.


Dimas tidak mengeluh membayar nya, hanya saja dia heran kenapa Bela tidak memakai nya setelah sampai di rumah Bela malah menyimpan nya.


"Kenapa kamu tidak memakai nya? semua nya sangat bagus ketika kamu pakai," ucap Dimas.


"Aku tidak ingin memakai nya, aku hanya ingin membeli nya Saja," ucap Bela.


Dimas menghela nafas panjang. "Bagaimana bisa dia membeli sesuatu namun tidak mempergunakan nya," UC Dimas dalam hati.


Tidak beberapa lama Bela meminta sesuatu lagi kepada Dimas.

__ADS_1


Dimas sedang menemani Vira belajar menggambar namun Bela duduk di samping nya tiba-tiba berbisik sesuatu.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Dimas kepada Bela karena tidak mendengar nya.


"Huff, aku mau sesuatu, ikut dengan ku sebentar," ucap Bela. Dimas meninggal kan Vira sementara dan mengikuti ajakan istri nya.


"Ada apa sayang?" tanya Dimas.


Tiba-tiba Bela menarik tangan nya dan menutup pintu. Dimas kaget karena istri nya mendorong nya tiba-tiba Dinding.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Dimas lagi. "Humm aku..." Dimas Menatap mata istri nya yang seperti menggodanya.


"Ada apa?" tanya Dimas karena Bela membuka buah baju nya.


Dimas menahan nya. "Sayang..." Bela menggoda nya.


"Apa kamu mau melakukan nya sekarang?" tanya Dimas.


Bela mengangguk. Dimas menarik tangan Bela ke kasur, kalau begitu mau mu, aku akan melakukan nya dengan senang hati."


Kapan lagi istrinya yang mengajak nya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mengeksekusi.


Sementara di rumah Fahri..


Kayla tidur di pangkuan Fahri yang masih fokus dengan laptop nya.


"Kamu sebaik tidur di kamar sayang," ucap nya kepada Kayla. "Enggak mau.. aku mau tidur di sini," ucap Kayla.


Tidak beberapa lama akhirnya pekerjaan Fahri selesai. Dia mengangkat istri nya ke kamar.


"Seperti nya dia cukup lelah ," batin Fahri.


Fahri juga sangat lelah dia pun dia tidur bersama istri nya.


Sementara Roi dan Serli seperti biasa mereka masih bekerja dan baru pulang.


"Apa kamu sudah makan? sebaik nya kita makan dulu sebelum pulang," ucap Roi.


"Aku sudah sangat ngantuk, aku tidak berselera untuk makan," ucap Serli.


"Tapi kalau kamu tidak makan, kamu bisa kelaparan, sangat sulit mencari makanan kalau sudah malam," ucap Roi.


"Sebaiknya di bungkus saja," ucap Serli.


Roi membeli makanan yang kira nya di sukai oleh Serli.


Roi tidak bekerja dengan Serli, melainkan dia baru saja pulang bermain bersama teman-teman nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Serli. "Apa aku boleh tidur di sini?" tanya Roi.


"Huff kamu tidak perlu bertanya lagi kepada ku, kalau pun aku tidak mengijinkan kamu pasti akan tidur di sini," ucap Serli.


Roi tersenyum. "Apakah sebaiknya kita segera menikah agar tidak ada Batasan lagi di antara kita?"

__ADS_1


"Menikah? Bagaimana caranya nya berbicara kepada pak Dimas," ucap Serli.


Roi tersenyum. "Aku bercanda, sebaiknya nya kita tidur saja."


"Huff aku sangat lelah sekali, walaupun sekarang hari weekend tapi tetap saja karyawan seperti ku harus tetap bekerja," ucap Serli.


Serli langsung mandi agar badan nya bersih dan setelah itu dia langsung tidur.


Tidak menunggu lama Roi juga selesai mandi.


"Sudah mandi kenapa badan ku terasa sangat panas sekali?" tanya Roi. Dia menghidupkan AC padahal sudah malam dan dia juga baru selesai mandi.


"Huff ada apa dengan badan ku? Apa aku akan sakit?" batin Roi.


Melihat Jam sudah di angka sebelas dia memaksakan mata nya untuk tidur, namun percuma saja karena merasa panas.


Terpaksa dia membuka baju nya. Tetap saja masih panas.


Tiba-tiba ada pesan masuk dari teman nya.


"Apa kau sedang menikmati nya? Fadli sudah memasukkan sesuatu keminuman mu tadi," ucap Teman nya.


"Sial! Mereka berani-beraninya melakukan ini," ucap Roi.


"Sialan kalian! Tunggu saja Kalau kita bertemu lagi," ucap Nya membalas pesan teman nya.


"Sebaiknya kau segera mencari wanita sebelum kau menjadi gila di kamar mu," ejek teman-teman nya.


Roi berjalan ke arah dapur, mengelus es batu dan meminum nya dengan air putih cukup banyak berharap panas di badan nya cepat hilang.


"Sial!" dia berlari ke kamar mandi ketika menyadari junior nya sudah bangun.


Cukup lama dia Kamar mandi. Serli terbangun karena mau minum, namun saat ke dapur dia


Mendengar suara air dan suara berisik dari kamar mandi.


"Apa Roi belum selesai mandi? Padahal ini sudah jam sebelas malam," batin Serli.


"Tok!!! Tok!! Tok!!" ketukan pintu kamar mandi.


"Apa yang kamu lakukan di dalam Roi? Kamu nanti masuk angin kalau terlalu lama di dalam," ucap Serli.


"Aku sakit perut," ucap Roi.


"Tapi ini sudah malam," ucap Serli.


"Kamu lanjut tidur saja," ucap Roi.


Serli akhirnya menunggu di meja makan sudah hampir 20 menit namun Roi tak kunjung keluar.


"Kalau kamu tidak keluar sekarang, aku akan paksa masuk ke dalam," Ucap Serli.


Dia mendorong pintu Roi sangat panik.

__ADS_1


__ADS_2