Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 101


__ADS_3

Sampai di sana di siang hari, namun tetap saja di atas sana terasa sangat dingin sekali.


"Dimas ayo bangun," ucap Kayla.


Dimas bangun dan melihat mereka sudah sampai, Bela juga ikutan bangun dan sangat malu karena ternyata dia tidur di pundak Dimas.


"Di sini sangat dingin sekali Om," ucap Vira.


"Sini om peluk biar tidak dingin," ucap Dimas.


Mereka melihat pemandangan dari sana benar-benar sangat bagus sekali.


"Saingi cantik sekali," ucap Bela dia langsung mengambil foto.


"Kamu sudah memiliki banyak uang, kenapa kamu tidak menukar Handphone mu menjadi yang lebih mahal dan jalan-jalan seperti ini kamu pasti bisa," ucap Kayla berdiri di samping Bela.


Bela menurunkan handphone nya, dia hanya bisa diam saja. Tiba-tiba Fahri menarik tangan Kayla dari sana.


"Fahri! Kenapa kamu menarik ku?" tanya Kayla.


"Tidak ada, bantuin aku pegang ini."


"Kamu tidak sopan kepada bos kamu kalau seperti ini."


"Tapi aku benar-benar butuh bantuan, kalau tidak ada yang bantu tenda ini tidak akan jadi."


"Huff ribet banget sih!" ucap Kayla dengan kesal.


Dimas dan Vira baru saja kembali membawa beberapa makanan untuk di makan.


Bela bertugas untuk memasak itu karena sudah ada alat-alat yang di sediakan oleh penyewa tenda.


Bukan hanya mereka saja yang ada di sana, melainkan ada beberapa orang yang tidak di kenal.


Namun rata-rata mereka semua adalah laki-laki.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Bela kepada Vira.


"Ini mbak, aku lagi rapihkan mainan ku," ucap Vira.


"Humm boleh mbak minta tolong?" tanya Bela.


"Minta tolong kenapa kepada anak kecil? Dia tidak akan bisa," ucap Dimas yang sedang bersama Vira.


Sebenarnya Bela mau minta tolong kepada Dimas, namun sungkan.


Dimas tau Bela minta tolong apa. Dia Lang menghidupkan api untuk masak air.


Kayla duduk di tenda yang belum jadi, dia melihat ke arah Bela dan Dimas.


Fahri melihat Kayla yang memerhatikan bos nya itu.

__ADS_1


"Seperti nya mbak Kayla benar-benar sangat menyanyangi pak Dimas," ucap Fahri.


Tidak beberapa lama akhirnya empat tenda terpasang dengan baik.


Mereka tidur di tenda yang terpisah agar saling nyaman.


Bela bingung karena dia sama sekali tidak membawa persiapan apapun untuk di tenda, namun Fahri datang membawa kan barang-barang untuk tidur.


"Maaf yah aku jadi merepotkan kamu, kalau aku tau bakalan nginap seperti ini mungkin aku sudah membawa Persiapan."


"Tidak apa-apa kok." ucap Fahri.


Kayla melihat Fahri berbicara sangat dekat Tampa ada rasa canggung sama sekali.


"Seperti nya aku di sini hanya bisa melihat saja," ucap Kayla dengan wajah yang sangat sedih.


Sebelum matahari terbenam Dimas dan Fahri mau mandi ke air terjun yang tidak terlalu jauh dari sana.


Mereka berenang cukup ramai di sana. Dimas duduk di batu besar dan di susul oleh Fahri.


"Kamu tidak keberatan menjadi pengawal Tante saya Bukan?" tanya Dimas kepada Fahri.


"Tidak pak, saya sangat senang karena saya juga senang bersama mbak Kayla.


"Apa kamu menyukai Tante saya?" tanya Dimas. Fahri terdiam sejenak. Dia tersenyum dan langsung menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin lah pak, lagian orang seperti saya harus sadar diri."


"Saya ingin kamu menjaga Tante saya dengan baik," ucap Dimas. Fahri mengangguk.


Fahri melihat ke dalam tenda Kayla namun tidak ada di sana.


"Kemana dia?" ucap Fahri. "Kamu mencari mbak Kayla?" tanya Bela kepada Fahri.


Fahri mengangguk. "Apakah kamu melihat mbak Kayla?" tanya Fahri.


Bela menunjuk ke arah beberapa tenda para pria yang ikut camping di sana.


Fahri menghela nafas panjang melihat kayla yang mengobrol asik dengan beberapa pria tampan.


"Huff membuat khawatir saja," ucap Fahri.


Bela kembali ke depan tenda setelah mengumpulkan beberapa kayu bakar tambahan untuk api unggun.


"Kamu istirahat saja, biar saya menghidupkan api itu," ucap Dimas. Bela mengangguk dia duduk di samping Vira.


"Aku senang deh mbak, akhirnya kita bisa camping seperti ini."


Bela tersenyum. "Jangan kamu dek, mbak juga sangat senang, di tambah lagi bersama dengan kak Dimas," batin Bela.


Karena api unggun mereka terlihat besar, Dimas mengajak yang camping disana ikut berkumpul dan bernyanyi bersama di dekat tenda mereka.

__ADS_1


Fahri yang hanya bisa diam melihat Kayla menggoda banyak pria.


Hari sudah semakin malam, Vira mengantuk dia langsung masuk ke dalam tenda.


Sementara Bela dan yang lain nya masih di luar sampai pada akhirnya satu persatu mulai ngantuk tinggal hanya Bela dan Dimas di sana.


Dimas menahan tangan Bela.


"Kamu mau kemana?" tanya Dimas.


"Mau melihatnya Vira."


"Dia pasti tidur dengan nyenyak, kamu duduk saja di sini melihat langit yang indah," ucap Dimas.


Bela mengangguk. Namun Bela kaget karena tiba-tiba Dimas mencium punggung tangan nya.


Mereka bertatapan.


"Saya masih mencintai kamu, dan saya tau kalau kamu juga masih mencintai saya. Saya ingin kita balikan seperti dulu lagi," ucap Dimas.


Bela langsung mengalihkan pandangan nya karena dia sudah terpana oleh ketampanan Dimas dan juga kata-kata nya.


Dimas jongkok di depan Bela.


"Saya sudah tidak bisa menunggu lama, saya butuh jawaban kamu agar saya tidak memikirkan hal ini lagi."


"Kamu mau kan kita pacaran lagi?" tanya Dimas.


"Iyah, aku mau kak," ucap Bela.


Dimas baru saja mau menjerit kesenangan namun tiba-tiba ada suara batuk. Dan ternyata itu adalah Fahri yang ternyata belum tidur dan mendengar kan percakapan mereka, walaupun tenda nya berjarak tetap saja kedengaran.


"Jadi kita sudah resmi balikan lagi?" tanya Dimas memastikan.


Bela mengangguk. Dimas tidak ijin dia langsung memeluk Bela.


"Terimakasih banyak sudah mau menerima saya lagi," ucap Dimas. Bela yang masih tersipu malu tidak bisa mengatakan apapun lagi.


Mereka berdua menikmati pemandangan di malam hari.


Bela sudah mengantuk akhirnya mereka masuk ke dalam tenda.


Sementara di tenda Kayla paling sudut tiba-tiba terbangun karena sangat dingin sekali.


Dia membuka mata nya ternyata lampu di dalam tenda nya mati.


"Kenapa sangat menyeramkan sekali?" ucap Kayla takut. Berusaha untuk tidur lagi karena sudah sepi namun dia mendengar suara yang tidak nyaman.


Dia langsung keluar dan menggoyang kan tenda Fahri.


Fahri mendengar suara Kayla dia langsung keluar dari tenda.

__ADS_1


"Aku mau tidur di sini," ucap Kayla langsung menerobos masuk ke dalam tenda Fahri.


"Apa yang terjadi mbak?" tanya Fahri kaget karena Kayla Tampak ketakutan.


__ADS_2