Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 218


__ADS_3

Serli tidak mau melanjutkan perdebatan itu lagi, membuat Tami cemburu saja sudah membuat nya puas.


Di rumah Bela.


"Sayang.. ayo bangun," Bela berusaha membangun kan suami nya.


Dimas yang masih nyenyak tidur tidak menghiraukan istri nya.


"Ayo bangun Kak," ucap Bela.


"Ini hari minggu, biarkan aku tidur lebih lama," ucap Dimas.


Bela menghela nafas panjang. Dia ke kamar Vira.


"Vira bangun, mbak mau merapikan kamar kamu," ucap Bela.


Vira langsung bangun dan keluar dari kamar.


Bela mulai membersihkan kamar Vira dan setelah selesai dia keluar mau masak sarapan.


Namum dia heran kenapa rumah masih sepi, padahal biasanya Vira sudah sibuk dengan mainan nya, Dimas menghidupkan TV dengan suara yang begitu kuat.


Dia mencari keberadaan mereka berdua. "Ya ampun, masih tidur," ucap Bela.


Vira ternyata malah pindah ke kasur Dimas dan tidur berdua.


"Vira... bangun dek," ucap Bela.


"Masih ngantuk mbak, nanti saja," ucap Vira.


"Baiklah, kalau kalian berdua tidak bangun mbak akan pergi jalan-jalan sendiri," ucap Bela.


Dimas dan Vira langsung bangun. "Kamu mau kemana sendirian?" tanya Dimas dengan suara serak sambil mengumpulkan nyawa nya.


"Lihat ini sudah jam berapa," ucap Bela.


"Ya maaf, lagian hari ini tidak ada kegiatan apa-apa," ucap Dimas.


"Ya sudah kalau begitu, kalian lanjut saja tidur," ucap Bela.


Dia keluar dari kamar dan memasak sarapan. Walaupun mual-mual dia terus masak.


"Huff bisa-bisa nya mereka berdua memiliki sifat yang sama," ucap Bela.


Setelah memasak sarapan, merapikan rumah Bela keluar dari rumah.


"Aku sangat ingin jalan-jalan, sebaiknya aku keluar sebentar," ucap Bela.


Bela berjalan ke supermarket terdekat membeli beberapa jajanan.


"Bela," Panggil Yana yang ternyata lewat di sana.


"Eh, kamu kok bisa di sini?"


"Aku mau main ke rumah kamu tadi nya, kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Yana.


"Beli cemilan, aku tiba-tiba pengen ngemil."


"Ya sudah kalau begitu aku temanin yah."


Yana keluar dari mobil.

__ADS_1


"Tumben banget kamu gak sama pacar kamu," ucap Bela.


"Dia ada acara keluarga hari ini," ucap Bela.


"Acara keluarga? Apa kamu tidak ikut?"


"Mana mungkin aku ikut, keluarga nya bahkan tidak mengenali ku."


"Sangat konyol sekali, bagaimana bisa sudah satu tahun pacaran tapi kamu belum di kenal kan kepada keluarga nya," ucap Bela.


"Ya begitulah kalau menjadi kekasih gelap," ucap Yana.


"Apa kamu tidak berfikir untuk berpisah saja dengan nya? Aku yakin dia pasti sudah memiliki wanita yang mau di nikahi nya."


"Di umur nya yang sekarang dia pasti mau menikah," ucap Bela.


"Aku mencintai nya, tidak mungkin semudah itu," ucap Yana.


Bela menghela nafas panjang. "Terserah kamu saja deh, nanti kalau kamu patah hati aku tidak mau ikut campur lagi."


"jadi kamu tidak mau bantuin aku?" tanya Yana.


"Bukan begitu, tapi kamu harus sadar kalau hubungan kalian itu tidak akan langgeng."


"Kamu membuat ku malah kefikiran saja," ucap Yana.


"Aku mengkhawatirkan kamu, itu sebabnya aku mengatakan hal seperti ini."


Setelah keranjang belanjaan mereka penuh, Bela membayar nya terlebih dahulu.


"Kamu bisa mendapatkan lebih dari pria itu," ucap Bela.


Bela kaget mendengar nya. Dia yang minum langsung batuk dan menyembur ke kaca mobil.


"Jangan bilang kalau..."


"Kamu benar, dia yang sudah ngambil keperawanan ku."


Bela menghela nafas panjang. Dia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Humm apa kamu sadar melakukan itu? Bagaimana kalau kamu hamil?"


"Aku sadar melakukan nya, karena aku mencintai dia," ucap Yana.


Bela menggeleng kan kepala nya seperti tidak percaya.


"Aku tidak habis pikir deh sama kamu, bagaimana kalau dia tidak mau menikahi kamu?"


"Itu sudah menjadi resiko ku, Lagian yang dia berikan selama ini sudah sangat banyak. Dia baik banget sama aku."


"Huff aku hampir gila memikirkan nya," ucap Bela.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Bela. Saat dia membuka pintu dia sangat kaget melihat Dimas dan Vira berdiri di depan pintu.


"Kamu dari mana saja? kenapa kamu pergi sendirian dan tidak bilang?" tanya Dimas.


Bela melihat wajah mereka berdua seperti anak kecil yang tinggal oleh ibu nya.


"Maka nya lain kali kalau di bangunin tuh langsung bangun," ucap Bela.


"Kami janji tidak akan seperti ini lagi, kami tidak akan malas-malasan untuk bangun. Tapi kamu jangan tinggalkan kamu," ucap Dimas.

__ADS_1


"Aku keluar membeli ini, namun tidak sengaja bertemu dengan Yana.


Dimas menyadari Yana, dia langsung berubah menjadi cool.


"Ayo masuk dulu," ajak nya.


Mereka masuk ke dalam.


Bela berfikir kalau Dimas dan Vira belum makan karena tidak ada dia, namun ternyata mereka sudah makan terlebih dahulu.


"Kalian sangat takut aku tinggal kan, namun sangat berselera makan," ucap Bela.


"Masakan mbak sangat wangi, kami juga sangat lapar," ucap Vira.


Bela menghela nafas panjang. "Huff kalian berdua lama-lama hampir sama," ucap Bela.


Bela dan Yana duduk di teras belakang sambil menikmati jus buah dan cemilan.


"Kira-kira apa yang sedang mereka bicarakan Vira? Kenapa sangat serius sekali?" tanya Dimas kepada Vira.


"Apa aku harus bertanya om??


"Tidak perlu, nanti mbak Bela bisa marah dan memakan kita," ucap Dimas.


Mereka berdua hanya bisa diam sambil melihat Bela dan Yana.


"Apa kamu mau menemani Om olahraga?" tanya Dimas kepada Vira.


Vira menggeleng kan kepala nya. "Aku harus mengerjakan tugas ku dulu om."


"Ya sudah kalau begitu Om pergi olahraga dulu."


Vira mengangguk.


Setelah Dimas pergi Vira lanjut belajar.


Sesampainya di tempat Gym Dimas melakukan pemanasan terlebih dahulu.


Namun tiba-tiba dia melihat Pria yang tidak asing tidak jauh dari nya sedang bersama perempuan.


"Loh bukannya itu kekasih Yana? Siapa perempuan yang di ajari oleh nya?"


"Tidak mungkin hanya teman," batin Dimas dia melihat pria itu mencium wanita yang sedang di ajarin oleh nya.


Dimas hanya bisa diam melihat Pria itu selingkuh. Mungkin pria itu tidak menyadari Dimas.


Beberapa jam di sana, waktunya pulang. Tidak sengaja mereka berpapasan.


"Pak Dimas," sapa pria itu dengan cepat langsung melepaskan tangan wanita cantik dan seksi itu.


Dimas tersenyum tipis. "Bapak tidak biasanya olahraga di sini," ucap Pria itu.


"Tempat ini terkenal akhir-akhir ini, saya ingin mencoba tempat yang baru."


"Apa anda di sini pelatih?"


"Tidak pak, saya di sini hanya olahraga," ucap Pria itu sambil tersenyum.


Dimas menoleh ke arah wanita di samping nya.


"Ini adalah teman saya, dia ikut olahraga di sini juga," jelas nya.

__ADS_1


__ADS_2