Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 41


__ADS_3

"Saya sudah melakukan apapun agar dia bahagia dan nyaman bersama saya, namun dia masih menyukai Fahri,"


"Heii bro, kenapa sendiri? Mana kekasih mu?" tanya Romi yang baru saja datang entah dari mana."


Dimas tersenyum tipis.


"Bertengkar lagi sama pacar mu?"


Dimas menggeleng kan kepala nya.


"Lalu kenapa?"


"Bro kalau lu cemburu, lu harus bagaimana?" tanya Dimas.


Pertanyaan Dimas membuat Romi heran.


"Loe jangan salah paham dulu, maksud nya aku hanya ingin tau saja."


"Loe tidak pernah merasakan cemburu sama sekali?" tanya Romi.


"Aku hampir tidak pernah merasakan cemburu setelah putus dengan Jihan," batin Dimas.


"Baiklah-baiklah aku akan menjelaskan kalau biasanya kita cemburu itu kepada pasangan bukan?"


Dimas mengangguk.


"Kalau loe cemburu itu hal Wajar saja, itu karena loe mencintai dia dengan tulus."


"Mencintai nya?"


Romi mengangguk.


"Kalau loe cemburu tinggal jujur saja agar hubungan nya awet sama seperti aku dengan Jihan. loe tau sendiri kan setelah berpacaran dengan ku hubungan kami baik-baik saja."


"Mungkin Jihan bahagia bersama loe Rom."


"Jihan pernah bilang kalau loe itu tidak pernah tau bagaimana perasaan loe sendiri. Dan aku yakin sampai sekarang loe pasti belum memahami perasaan Loe sendiri."


Dimas menatap Romi.


"Gua iri sama loe bro, ketika Jihan bersama ku dia sama sekali tidak bahagia dan sekarang dia sangat bahagia bersama loe."


"Gua tau kalau Jihan adalah cinta pertama loe, dan loe berusaha menunjukkan kepada nya kalau loe sudah move on itu sebabnya loe meminta wanita itu menjadi pacar pura-pura loe kan?"


Dimas langsung menghela nafas panjang.


"Sudah bro, kita sudah lama berteman, jangan karena perempuan kita ribut."


"Gua bingung bro, bagaimana cara nya mengetahui kalau kita mencintai seseorang karena aku rasa sekarang aku sangat sulit mencintai dengan tulus atau hanya nafsu saja."


Romi tersenyum. "Biasanya kalau kita mencintai seseorang itu perasaan kita akan berbeda, kalau kita dekat kita Pasti akan sangat gugup dan juga degdegan. Kita tidak berani menatap mata nya dan juga ketika bersama dia pasti sangat nyaman."


"Sial kenapa semua yang di katakan Romi aku rasakan kepada Bela?" batin Dimas.


"Apa kau tau wanita yang kau bawa itu adalah mantan OB di kantor cabang yang sedang ada di bawah tangan ku."


Dimas langsung terdiam.


"Sekali lagi gua minta maaf, gua tidak tau bagaimana dia bisa di Pecat."


"Gua tidak mempermasalahkan itu bro, loe Menejer hal seperti itu tidak mungkin kau tau."


"Bagaimana dia bisa bertemu dengan loe, sehingga dia berpura-pura menjadi kekasih mu?"

__ADS_1


"Cerita nya panjang."


"Jangan bilang kalau wanita yang sedang membuat loe cemburu itu adalah dia!"


Dimas terdiam. "Huff sudah tidak salah lagi." ucap Romi.


"Tidak seperti itu bro."


"Sudah lah Dimas, kamu memang bos ku namun kita sudah lama berteman aku sangat tau kau seperti apa."


Dimas menghela nafas panjang.


"Aku tidak tau pasti nya Rom, aku hanya sangat cemburu melihat dia bersama dengan Fahri, dia jauh lebih akrab dan dekat dengan Fahri."


"Apa loe mau gua bantu dekatin Bela?"


"Bagaimana caranya?"


"langkah pertama loe harus memiliki hubungan yang baik, dan jangan membuat nya takut atau sungkan."


"Bagaimana cara nya?"


"Ya loe harus merubah cara loe berbicara, dan jangan pasang wajah datar, jangan berbicara terlalu formal dan satu lagi berusaha lah mengajak nya berbicara ."


"Gua gak bisa!"


"Kalau loe tidak berjuang percuma saja loe galau di sini memikirkan itu."


Dimas tidak ada pilihan lain, dia akhirnya mengiyakan.


Malam hari nya dia pulang dalam keadaan mabuk. Bela seperti biasa sudah menunggu di depan pintu.


"Bapak dari mana? kenapa baru pulang?" tanya Bela.


"Kamu mengkhawatirkan saya?"


"Tentu pak, ini sudah jam satu malam."


Tiba-tiba Dimas mengingat Fahri dengan Bela.


Dimas langsung memasang wajah datar membuat Bela heran karena tiba-tiba Dimas menjadi dingin dan pergi ke kamar nya begitu saja.


Bela sangat heran, "Bapak tidak mau mandi dulu?"


"Tidak perlu mengurus saya, urus saja Fahri."


Bela menatap bingung.


"Bapak kenapa?" tanya Bela.


"Kamu masih bertanya saya kenapa? Sudah jelas saya cem..." Tiba-tiba Dimas muntah.


Bela membawa nya ke kamar mandi dan memandikan nya .


Bela menghela nafas panjang, dia membaringkan badan Dimas di tempat tidur setelah selesai mandi dan berpakaian.


"Huff Pak Dimas sangat sulit untuk berubah dari kebiasaan nya."


"Bela..." tiba-tiba Dimas menahan tangan Bela.


Bela kaget. "Apa kamu tau? Saya tidak tahan melihat kamu begitu dekat dengan Fahri? Saya sangat cemburu."


Bela kaget mendengar itu.

__ADS_1


"Bapak mabuk, sebaik nya bapak tidur."


Keesokan harinya...


Lagi-lagi Dimas melihat Bela yang sedang bercengkrama dengan Fahri.


"Loh Tuan Dimas kenapa berangkat? bukan nya dia belum sarapan?" ucap pelayan yang melihat Dimas pergi.


Bela dan Fahri bingung.


Dimas sampai di kantor.


"Pak Dimas anak magang sudah mulai masuk hari ini. Apa perlu saya membawa nya ke sini?" tanya Serli.


Dimas mengangguk. Wajah nya sangat datar dan dingin sekali.


"Selamat pagi Pak."


Dimas melihat wanita muda cantik masuk ke ruangan nya.


"Silahkan duduk."


"Ada apa kamu ingin bertemu dengan saya? bukan nya sudah ada sekretaris saya yang akan mengajari kamu?"


"Pak Ijin kan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu."


"Silahkan."


"Nama saya Tami Aulia pak, biasa di panggil Tami. Saya adalah fans berat Bapak, saya memilih tempat ini karena saya sangat ingin bertemu dengan bapak."


Dimas tersenyum tipis.


"Baiklah-baiklah, kalau begitu silahkan duduk."


"Saya sangat senang mahasiswa berprestasi seperti kamu ini magang di tempat saya, kalau kenerja kamu bagus saya akan menerima kamu di sini Tampa persyaratan apapun."


Tami sangat senang sekali.


"Kalau begitu sebagai hadiah nya kamu bisa berfoto dengan saya."


Tami sangat senang sekali.


Sudah siang..


"bagaimana ini bik? Supir tidak kunjung datang, makan siang sudah beberapa menit lagi, kalau Bekal nya belum sampai pak Dimas akan marah." ucap Bela.


"Kalau begitu pergi lah ke kantor dengan Taksi.


Bela awal nya menolak namun dia tetap harus pergi.


Sampai di kantor semua orang heran kenapa ada orang asing masuk ke perusahaan dan mencari Dimas, namun ketika Serli melihat nya dia bisa masuk ke dalam.


Dia memberikan bekal Fahri kepada Serli karena Serli mau Bela lah yang mengantarkan Bekal ke Dimas, melihat wajah Dimas saja Serli sudah sangat takut.


"Tok!! Tok!! Tok!!"


ketukan pintu ruangan Dimas.


"Masuk!"


Bela mendorong pintu dia melihat Dimas ternyata bersama Tami di dalam.


Bela melihat Tami duduk di kursi kekuasaan Dimas dan Dimas membahas pekerjaan dengan jarak cukup dekat dengan Tami.

__ADS_1


__ADS_2