
"Aku berangkat dulu yah, kamu jaga diri baik-baik, sampai jumpa nanti sore," ucap Dimas.
Bela mengangguk. "Terimakasih yah sudah mau membantu aku memakai pakaian ku," ucap Dimas lagi.
"Sebaik nya kakak segera berangkat sebelum telat," ucap Bela.
Dimas keluar dari kamar dia mau berangkat ke kantor. "Bapak sudah mau berangkat?" tanya Yana entah datang dari mana.
Dimas mengangguk, dia mengambil sepatunya. Namun dia tidak mendapatkan kaus kaki di sepatu nya.
"Ini," Dimas berfikir itu adalah istrinya, namun ternyata dia salah, ternyata itu adalah Yana yang memberikan kaus kaki sambil tersenyum.
"Aku membersihkan nya tadi malam, sekarang sudah bersih kok," ucap Yana. Dimas tidak mengatakan apapun dia mengambil nya dan segera memakai nya. Sementara Bela melihat adegan itu.
Dia tersenyum. "Makasih yah sudah mau membantu ku," ucap Bela. Yana mengangguk sambil tersenyum.
Dimas sampai di kantor nya...
"Selamat pagi Pak," sapa Serli. "Pagi, saya mau kamu mengosongkan jadwal saya sampai sore nanti," ucap Dimas.
__ADS_1
"Loh kenapa Pak?" tanya Serli heran.
"Saya harus istirahat cukup di ruangan saya, jangan sampai ada yang menggangu saya," ucap Dimas dan langsung pergi ke ruangan nya.
Serli menghela nafas panjang. "Huff bagaimana ini?" tanya Serli kebingungan.
Dimas sampai di ruangan nya langsung merebahkan tubuhnya di sofa panjang. Tadi nya berpakaian sangat rapi namun dengan sekejap semua kerapian itu hilang, dia melempar kan jas nya ke atas meja, melonggarkan dasi nya dan mengacak-acak rambutnya dan segera tidur.
Mungkin masih terpengaruh oleh minuman alkohol, jadi dia sedikit pusing. Namun dia sangat ngantuk sekali.
"Ada apa sih sayang? Kenapa kamu terlihat pusing seperti itu?" tanya Roi yang ada di ruangan Serli.
"Bagaimana aku tidak pusing, pak Dimas meminta mengosongkan jadwal nya sampai sore nanti."
"Aku juga tidak tau, aku tidak berani untuk mengatakan nya," ucap Serli. "Ya sudah kalau begitu kamu tunggu di sini saja sebentar," ucap Roi.
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu berbicara kepada pak Dimas, karena dia tidak mau di ganggu."
"Harus di bicarakan kak, bagaimana nanti klien kita membatalkan yang, aku sudah sangat bersusah payah mendapatkan nya." ucap Roi.
__ADS_1
"Ya sudah terserah kamu saja bagaimana baik nya," ucap Serli.
Roi langsung berangkat ke arah ruangan Dimas. Dia mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban, akhirnya dia menguatkan nya.
"Ada apa?" tanya Dimas. "Aku sudah bilang aku tidak mau di ganggu!" ucap Dimas.
"Bagaimana bisa Bapak membatalkan pertemuan kita dua jam lagi ,klien kita sudah menunggu, dan kalau membuat mereka kecewa, kita akan kehilangan peluang,," ucap Roi.
"Saya tidak bisa berfikir dengan baik, kepala saya sangat pusing."
"Saya sudah susah-susah pak, kalau sampai Di batalkan, kita sangat rugi sekali," ucap Roi.
"Baik-baik, kalau begitu minta Serli mengabari mereka untuk memajukan jam pertemuan."
"Tidak bisa seperti itu pak. Ini sudah perjanjian sebelumnya."
"Kalau menunggu nanti, saya tidak akan mau bertemu dengan mereka, saya mau tidur," ucap Serli.
Roi menghela nafas panjang. "Baiklah-baiklah Kalau begitu pak," ucap Roi.
__ADS_1
Dia berbicara langsung dengan Serli. "Namun tidak beberapa lama akhirnya mereka kumpul di ruangan nya.
"Saya minta maaf membuat jam pertemuan jadi maju seperti ini," ucap Serli.