Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 184


__ADS_3

"Bagus deh kalau begitu, aku juga lega mendengar nya.


Mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua di apartemen Fahri. Kayla juga membantu Fahri bersih-bersih apartemen Fahri.


Roi dan Serli akhirnya pulang. "Kenapa kamu berani pergi dengan orang lain? Bagaimana kalau orang itu jahat sama kamu?"


"Salah siapa kamu mengabaikan ku?" tanya Serli.


"Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Roi.


"Kamu kan bisa ikut bergabung bersama kami tadi."


"Tidak mungkin aku bergabung dengan kamu, aku sama sekali tidak kenal mereka semua, dan aku juga tidak suka melihat perempuan yang seperti nya menyukai mu."


"Siapa?"


"Perempuan yang memberikan kamu minum."


"Oohh dia itu adalah adik dari teman ku, kita sudah lama dekat," ucap Roi.


"Oohh sudah lama, pantesan saja sangat dekat sekali," ucap Serli.


"Jangan bilang, kamu cemburu yah? Kamu cemburu sama perempuan itu karena memberikan aku minum?"


"Ogah banget cemburu sama dia, lagian ngapain aku cemburu sama kamu?" ucap Serli.


Roi tersenyum tipis, dia memberikan kan helm kepada Serli.


"Apa kamu lapar?" tanya Roi. "Aku sudah makan tadi sama pengurus makanan."


"Bagus deh kalau begitu," ucap Roi.


Mereka meninggalkan area sirkuit.


Selama perjalanan tidak ada percakapan apapun. "Loh kenapa kamu melewati simpan ke rumah ku? Kita mau kemana lagi?" tanya Serli.


"Kamu ikut aku ke rumah ku dulu." ucap Roi.


"ih ngapain? aku tidak mau, aku tidak mau!" ucap Serli.. Namun Roi tidak merespon dia hanya diam saja sambil mengendarai motor nya sampai ke depan apartemen nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sana. Serli sangat kesal di bawa ke apartemen Roi.


Roi seperti tidak merasa bersalah, dia membawa Serli ke dalam apartemen nya.


"Apa yang kita lakukan di sini?" tanya Serli. Dia sangat kesal namun Roi masih berusaha untuk tidak perduli.


"Oh iya apa kamu mau istirahat? Kamu bisa istirahat di kamar ku."


"Aku mau pulang, aku tidak mau di sini! Kamu pikir aku perempuan apa yang mau tidur di kamar laki-laki."

__ADS_1


"Aku tidak berniat apa-apa, aku hanya ingin kamu istirahat di sini."


"Karena nanti malam kamu harus nemenin aku keluar."


"Aku tidak mau, pokoknya aku mau pulang,"


"Aku tidak melakukan apapun kepada kamu, kenapa kamu pengen pulang? Apa kamu berfikir yang aneh-aneh ke pada ku?"


"Terserah kamu mau ngomong apa, pokoknya aku mau pulang!"


Namun tiba-tiba Roi menarik tangan Serli dan mendorong nya ke sofa.


"Kamu istirahat saja di sini karena kamu tidak boleh pulang."


Serli sangat takut melihat ekspresi wajah Roi yang sangat menakutkan.


"Lepaskan aku!" Serli mendorong Roi. Dia tidak berani melawan. Entah apa yang membuat Roi seperti itu, tapi dia tidak berani berbicara.


Karena sangat mengantuk dia memilih untuk tidur.


Baru saja dia terlelap dia merasa kan badan nya ada yang mengangkat, dia di letakkan di kasur.


"Roi, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Serli.


"Aku hanya mau memindahkan kamu ke sini agar lebih nyaman, aku akan bersih-bersih di depan."


"Apa yang kamu lakukan Roi, jangan sampai membuat Serli marah kepada mu karena sangat gegabah."


Roi membersihkan apartemen nya, nanti malam dia ada acara nongkrong dengan teman-teman motor nya, dia ingin membawa Serli karena dia tau semua teman-teman nya pasti membawa pasangan masing-masing."


Setelah beberapa lama akhirnya selesai, dia mau mandi. Serli masih nyenyak tidur.


Roi selesai mandi Serli juga masih tidur.


Tidak beberapa lama dia selesai memakai baju, dia mau membangun kan Serli karena sudah sore.


Namun melihat wajah Serli ketika tidur dia sangat terpana.


"Huff ternyata mencintai seseorang seperti ini rasanya, ingin rasanya aku segera memiliki nya," batin Roi.


Dia mendekati wajah Serli. Dia mau mencium bibir Serli namun terhenti.


"Jangan Roi! Bagaimana kalau tiba-tiba dia bangun?" ucap Roi.


Namun tiba-tiba Serli membuka mata nya, dia mencium aroma wangi dari Roi membuat nya langsung sadar.


"Apa kamu sudah bangun?" tanya Roi. Serli mengangguk. Dia menatap wajah Roi yang sangat dekat dengan nya.


"Serli, aku tidak tau kapan perasaan ini muncul, tapi aku sangat mencintai kamu, aku menyukai kamu."

__ADS_1


Serli kaget mendengar nya, dia menatap wajah Roi dengan tatapan heran.


"Kamu pasti kaget, tapi aku benar-benar sangat menyukai kamu. Aku mau kamu menjadi pacar ku."


"Kamu sedang mabuk kah?" tanya Serli. Roi menggeleng kan kepala nya, dia langsung mencium bibir Serli.


Serli kaget.. Ciuman pertama nya di ambil oleh Roi.


"Aku minta maaf," ucap Roi langsung sadar dan melepaskan bibir Serli.


Serli menutup mulut nya dia menatap Roi. "Kamu boleh marah sama aku, kamu bisa mengatakan apapun kepada ku, aku sangat lancang," ucap Roi.


"Apa kamu sadar mengatakan hal itu? Apa kamu sadar apa yang kamu katakan itu? Bagaimana dengan Clara?" tanya Serli.


"Aku tidak menyukai dia, aku hanya bisa memikirkan kamu setiap kali aku bersama dia, aku mohon kamu menerima aku, aku sangat bodoh sebagai pria tidak tau caranya memenangkan hati perempuan."


"Kamu bukan nya sudah membenci ku?"


"Aku tidak pernah membenci kamu, aku semakin menyukai kamu setiap hari nya, aku sangat menyukai kamu."


Roi berusaha menyakinkan Serli tentang perasaan nya, namun Serli lebih banyak diam, dia seperti tidak menyangka kalau Roi memiliki perasaan kepada nya.


"Kamu pasti lagi ada masalah kan sama Clara?" tanya Serli. Roi menggeleng kan kepala nya.


"Kamu jangan berfikir aku menjadi kan kamu alasan, kamu alat, atau aku memanfaatkan kamu."


"Aku benar-benar tulus, dan aku ingin mengenal kamu lebih jauh lagi, dan aku ingin bertemu dengan keluarga kamu, aku juga akan mempertemukan kamu kepada keluarga ku."


"Apa kamu tidak mau menerima perasaan ku? Apa kamu tidak mau memberikan aku kesempatan?"


"Tapi aku takut kamu hanya main-main saja, aku tidak yakin kamu memiliki perasaan kepada aku."


"Kalau begitu kamu terima aku, dan aku akan menunjukkan nya."


Serli menggeleng kan kepala nya. "Kamu harus menunjukkan nya terlebih dahulu, aku akan memikirkan nya."


Roi menghela nafas panjang. "Baik lah kalau begitu. Aku akan akan memenangkan hati kamu."


"Ini sudah jam berapa?" tanya Serli.


"Sudah jam enam sore."


"Aku harus pulang sekarang."


Namun Roi menahan tangan Serli. "Tidak bisa! Kamu harus menemani aku sebentar nongkrong."


"Aku tidak mau!"


"Kalau kamu tidak mau, aku akan melakukan hal yang tidak kamu inginkan," ucap Roi mengancam serli mendorong nya ke kasur dan menindih nya.

__ADS_1


__ADS_2