Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 208


__ADS_3

"Kira-kira Kapan yah aku menikah," ucap nya sambil menghela nafas berat.


"Yakin mau nikah cepat?" tanya seseorang yang masuk ke ruangan nya.


Serli kaget mendengar nya. Dia berbalik dan ternyata itu adalah Roi.


"Roi, kenapa kamu di sini?" tanya Serli.


"Emangnya aku gak boleh datang ke sini?" tanya Roi.


"Ya bukan gitu, hanya saja seingat ku hari ini kamu tidak memiliki pekerjaan," ucap Serli.


"Aku datang ke sini karena merindukan kekasih ku," namun cepat-cepat Serli menutup mulut Roi dan menarik nya ke dalam sambil menutup pintu karena melihat Dimas keluar dari ruangan nya.


Roi menatap wajah Serli yang sangat dekat dengan nya.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh kamu!" ucap nya langsung melepaskan Roi.


Roi tersenyum.


"Aku mau ngajakin kamu makan siang bersama nanti nya."


"Baiklah, sekarang sebaiknya kamu pergi sebelum ada yang lihat."


"Tapi kita tidak makan siang berdua," ucap Roi.


"Sama teman-teman kamu kan? aku sudah tau, sebaik nya kamu keluar sekarang juga!"


Serli memaksa Roi keluar dari ruangan nya.


Di sekolah Vira...


"Haiii..." sapa Vira kepada Yuda anak laki-laki yang tidak sengaja mendorong nya kemarin.


Anak itu menoleh ke arah Vira. "Humm kamu mau?" tanya Vira memberikan satu permen nya kepada Yuda.


Yuda menggeleng kan kepala nya. Vira kebingungan karena Yuda sangat cuek.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini? Ayo masuk ke dalam kelas," ajak guru nya.


Vira dan Yuda mengikuti guru masuk.


Waktu nya pulang sekolah, Vira diam-diam meletakkan permen tadi di atas meja.


Namun ternyata Yuda mengembalikan nya. "Aku hanya ingin berteman sama kamu, kenapa kamu sangat cuek?"


"Kamu punya banyak teman, Kenapa harus berteman dengan ku? aku tidak suka berteman dengan anak cengeng seperti kamu."


"Aku gak cengeng," ucap Vira.


"Pokoknya aku gak mau berteman sama kamu."


Vira memberikan kembali permen itu ke tangan Yuda.


"Pokoknya mulai hari ini kita berteman!"


Keesokan harinya...


Vira di antar oleh Dimas ke sekolah seperti biasa nya..


"Yuda.." panggil Vira.


"Apakah anak itu yang membuat kamu luka?" tanya Dimas.


"Iyah om, tapi dia tidak sengaja dan asli nya baik kok."


Vira langsung pamit dan mengejar Yuda.

__ADS_1


Terlihat jelas kalau Yuda tidak mau dekat-dekat dengan Vira, namun Vira sangat gigih mau mendekati nya.


Dimas pulang ke rumah. "Kakak sudah pulang, kalau begitu ini tas nya dan sepatu nya."


Bela melihat dasi suami nya belum terpasang. Dia memasang nya sebentar.


"Kenapa kakak senyum-senyum?"


"Hari ini aku melihat pemandangan yang sangat langka."


"Apa? Apa ada fenomena alam?" tanya Bela.


Dimas menghela nafas panjang. "Huff bukan itu,* ucap Dimas.


"Lalu Apa?"


"Hari ini aku melihat seorang perempuan yang berusaha mendekati pria cuek."


Bela menghela nafas panjang. "Hanya itu saja? Hanya karena itu kakak senyum-senyum?"


"Biasa nya laki-laki yang mengejar perempuan, namun kali ini sangat berbeda karena itu adalah Vira bersama teman yang mendorong nya kemarin."


"Ingat kak, Vira masih kecil."


"Yang bilang Vira sudah besar siapa? Hanya saja dia sangat ingin berteman dengan anak laki-laki itu."


"Sudahlah ayo kita berangkat."


"Mereka tidak seperti yang kamu pikirkan," ucap Dimas.


"Masih kecil mereka tidak akan paham hal seperti itu,"


"Iyah kak, aku tau, Vira sudah sering cerita kok."


"Kamu ingat dulu? Vira sama sekali tidak memiliki teman. Semua teman nya jahat."


"Iyah kak, Iyah, ayo kita berangkat sekarang."


"Tunggu dulu, apa kamu sudah sehat?"


"Sudah sih, hanya saja masih lemas."


"Kenapa tidak periksa ke dokter aja sih? Aku takut kamu kenapa-napa."


"Aku baik-baik saja, ayo kita berangkat sekarang."


Tidak beberapa lama akhirnya Dimas dan Bela sampai di depan kampus.


"Kabarin aku kalau sudah selesai, aku akan menjemput kamu."


Bela mengangguk, setelah keluar dari dalam mobil dia melambaikan tangan nya kepada suami nya.


"Bela!" panggil Yana.


Bela mendekati Yana.


"Ada apa?" tanya Bela.


"Nanti malam kamu bisa kan keluar sama para senior?"


"Loh, ada acara apa?"


"Aku juga tidak tau, tapi ini pengumuman dari senior kita."


"Kita harus pergi, kalau tidak pergi gak enak lah sama senior, ini juga sangat bermanfaat bagi kita."


"Ya sudah kalau begitu aku ikut," ucap Bela.

__ADS_1


Di kantor Kayla. "Permisi Bu, ada tamu."


"Saya tidak menerima tamu hari ini, setau saya jadwal hari ini tidak ada klien."


"Tapi ini tamu spesial Bu."


"Saya sedang fokus bekerja, kalian keluar saja!"


"Maaf pak, Bu Kayla tidak bisa di temui," ucap staf kepada Fahri.


Karyawan Kayla tampak sangat takut kepada Kayla.


"Ya sudah kalau begitu, kamu lanjut bekerja saja."


"Sudah saya bilang saya sibuk, jangan ganggu sa..." tiba-tiba dia berhenti berbicara karena melihat suami nya berdiri di balik pintu.


"Selamat Siang Bu Kayla, seperti nya ibu sedang sibuk, saya akan menunggu di luar."


"iiihhhhh....kenapa kamu gak bilang kalau mau datang?" tanya Kayla.


Fahri tersenyum kepada istri nya itu.


"Kebetulan aku dengan Dimas lewat sini."


"Humm pas banget, bagaimana kalau kita makan siang sama-sama?"


"Bisa saja sih, tapi bukan nya tadi kamu bilang sangat sibuk?"


"Lupakan saja itu," ucap Kayla.


Mereka langsung keluar dari ruangan itu.


Fahri hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat istrinya bekerja secara langsung.


Mereka sampai di restoran pilihan Kayla. Seperti biasa Kayla akan memilih kan makanan untuk suami nya.


"Hari ini pekerjaan ku tidak terlalu banyak, itu sebabnya aku datang ke sini," ucap Fahri.


Kayla tersenyum. "Aku minta maaf yah tadi marah sama kamu."


"Tidak apa-apa sih, kamu terlihat sangat cantik ketika lagi marah seperti itu."


"Kamu mengejek ku lagi!"


Fahri tersenyum, dia mengelus pipi istri nya.


"Kamu tampak sangat tegas kepada karyawan kamu."


Kayla mengangguk. "Tapi aku melakukan itu agar mereka semua di disiplin dan takut kepada ku."


"Mereka semua akan bekerja dengan benar kalau aku tegas."


"Kamu memang sangat pintar sekali," ucap Fahri.


Sementara Dimas menyempatkan diri untuk makan siang bersama Bela dan Vira di tempat makan yang tidak jauh dari rumah dan kantor Dimas.


"Bagaimana sekolah hari ini? Apakah kamu berhasil menggoda anak laki-laki itu?" tanya Dimas kepada Vira.


"Dari mana Om tau?"


"Om lihat sendiri."


Vira jadi sangat malu. "Tidak perlu malu, kalau kamu ingin berteman ajak dia terus nanti pasti mau."


"Tapi dia sangat cuek Om, dia bahkan tidak mau berbicara kepada ku."


Melihat wajah Vira sangat sedih. "Humm bagaimana kalau nanti kita om bantuin kamu?"

__ADS_1


__ADS_2