Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 168


__ADS_3

Bela mengangguk. Belum apa-apa dia sudah menangis. Bela tidak bisa membayangkan hidup nya Tampa orang tua sangat lah sakit. Semua penderitaan sudah dia jalani dan lewati.


"Aku akan selalu ada untuk mu."


Dimas memeluk Bela.


"Mbak Bela?" panggil Vira, Bela langsung berhenti nangis.


"Apa dek?" tanya Bela. "Aku sangat lapar, aku mau makan."


"Bagaimana kalau kita makan di luar?" tanya Dimas. Bela langsung menggeleng kan kepala nya.


"Jangan di luar, sebaiknya di rumah saja, aku akan masak sebentar."


"Kamu tidak lelah?" Bela menggeleng kan kepala nya.


"Kalau begitu bagaimana kalau aku bantuin?"


"Kakak hanya bisa gangguin aku saja," ucap Bela. Namun Dimas dan Vira mengikuti nya ke arah dapur.


Bela hanya bisa tersenyum melihat Dimas dan Vira.


Mereka masak bersama, mereka berdua kelihatan sangat lapar sehingga tidak berhenti memerhatikan makanan yang hampir masak.


Tidak beberapa lama akhirnya masak, dengan ligat Vira membawa piring ke atas meja.


"Aku sangat Lapar mbak, aku boleh makan duluan?"


"Eits... Sabar dulu, ayo berdoa." ucap Bela. Setelah selesai berdoa mereka langsung menyantap makanan yang tersaji di atas meja.


Setelah beberapa lama akhirnya selesai makan. "Apakah kamu yakin mau kembali ke rumah utama sekarang?" tanya Dimas.


"Iyah kak, aku harus menitipkan Vira kepada Bibik, dan juga aku harus membawa pakaian ku juga untuk berangkat besok."


"Apa sebaiknya Vira kita bawa saja? Aku tidak yakin kalau kita meninggalkan dia."


"Mbak sama om Dimas mau kemana?" tanya Vira yang mendengar percakapan mereka berdua.


Bela menghela nafas panjang. "Aku ikut, aku gak mau di tinggal."


"Tapi perjalanan mbak sama om sangat jauh, kamu pasti kelelahan."


"Gak apa-apa mbak, aku pasti kuat, aku gak akan menyusahkan mbak Sama om."


Bela menoleh ke arah Dimas. "Sudah biarkan saja dia ikut, dia juga harus di kenal oleh keluarga ku," ucap Dimas.


"Tapi kak."


"Kamu tidak perlu khawatir mengenai itu, aku akan menjaga nya dengan baik."


Bela menghela nafas panjang. "Sebenarnya kakak tidak boleh terlalu memanjakan dan menginyakan semua kata-kata Vira, bagaimana kalau nanti dia ketagihan?"

__ADS_1


"Bela... Jangan seperti itu, kapan lagi dia akan merasakan hal seperti itu kalau bukan sekarang?"


"Kamu ingat dulu dia seperti apa di luar sana?" tanya Dimas.


"Iyah aku tau, tapi..."


"Aku akan menjaga nya, aku tidak merasa kerepotan sama sekali."


Setelah berbicara dengan Bela, tidak beberapa lama supir datang menjemput Bela.


"Besok kakak tidak perlu datang menjemput ku, aku akan datang ke rumah kakak."


Dimas mengangguk, "Baiklah kalau begitu," ucap Dimas.


Setelah itu Bela pun pulang bersama Vira.


Dimas memilih langsung kembali ke rumah nya. Kebetulan sekali dia bertemu dengan Kayla.


"Apa Tante sudah makan? kenapa kelihatan nya sangat murung?" tanya Dimas.


"Pas banget kamu sudah pulang, kamu ikut Tante sekarang," ucap Kayla menarik tangan Dimas masuk ke dalam mobil nya.


"Kemana?" tanya Dimas. "Jangan bawel!" ucap Kayla dia menyetir mobil membuat Dimas ketakutan.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan klinik kecantikan.


"Kita ngapain ke sini?" tanya Dimas.


Kayla menyewa ruangan untuk mereka berdua.


Dimas hanya bisa mengikuti permintaan Kayla.


"Sekarang aku akan menceritakan sesuatu kepada Tante," ucap Dimas.


"Aku tidak ingin mendengar apapun sekarang, sebaik nya nikmati saja perawatan nya."


"Apakah Tante bermasalah dengan Fahri?"


"Apa kamu tidak tau? kamu sangat tidak perduli kepada ku?"


"Bukan seperti itu Tante, hanya saja aku merasa aku tidak baik untuk ikut campur."


"Apa kamu tau? Banyak orang yang menuduh ku yang tidak-tidak karena berpacaran dengan pria yang lebih muda," ucap Kayla.


"Itu hal yang sangat wajar, masalah yang kita alami sekarang Sama."


"Bukan hanya itu saja, yang paling sakit nya itu adalah, Fahri ternyata sangat menyukai Bela sebelum nya."


Dimas terdiam sejenak. "Jangan bilang kamu juga tidak tau? apa mereka sudah membohongi kita?"


"Bukan tidak tau, hanya saja sebelum nya hubungan mereka tidak sejauh itu, mereka hanya berteman biasa."

__ADS_1


"Tidak mungkin! Apa kamu tidak pernah menyadari perlakuan Fahri kepada Bela sangat berbeda."


"Itu hanya perasaan Tante saja mungkin, Fahri tidak mungkin seperti itu."


"Aku yakin Bela juga menyukai Fahri," ucap Kayla.


"Tidak mungkin Tante, kami sudah bersama tidak mungkin itu."


Kayla menghela nafas panjang. "Apa kamu tau? Setelah marahan seperti ini dia tidak berbicara dengan ku, dia juga lebih sering tidur di apartemen nya."


"Bukan seperti itu, memang akhir-akhir ini dia membantu Serli, karena tugas nya bukan hanya menjadi pengawal saja."


"Dia hanya bisa menjadi pengawal, pekerjaan apa yang dia bisa?" ucap Kayla sepele. Karena mengikuti perkataan para orang lain.


Dimas harus mengerti dengan Tante nya yang belum pernah terbiasa dengan hal seperti itu, dia juga tau kalau Tante itu tidak memiliki pendirian dan kepercayaan diri sehingga dia sulit mendapatkan jodoh."


"Oh iya Tante juga harus tau, banyak klien yang sangat puas dengan hasil kerja Fahri, aku juga memberi satu projek yang harus dia kerjakan."


"Kamu yakin memberikan satu projek kepada nya? bagaimana kalau tidak berhasil?"


"Aku sangat yakin kepada nya, aku yakin dia pasti bisa."


"Projek ini cukup besar, melihat tanggung jawab nya dia pasti bisa."


Kayla menghela nafas panjang. "Terserah kamu deh, pokoknya aku tidak ingin kerja sama atau bertemu dengan nya."


"Tante telat, karena yang sedang dia kerjakan adalah projek yang bersangkutan dengan kerja Tante, perusahaan Tante."


Kayla yang sedang maskeran langsung mencabut nya nya. "Jangan bercanda deh Dimas."


"Aku tidak bercanda, aku serius."


Kayla menghela nafas panjang. "Aku tidak ingin melihat nya, aku sangat membenci nya."


"Huff katakan saja Kalau sebenarnya Tante ingin bertemu dengan nya, namun karena gengsi dan malu Tante tidak berani."


"Kata siapa? aku sudah memutuskan hubungan dengan nya."


"Kalau seperti ini terus kapan Tante akan menikah? Apa karena perkataan orang lain yang menjatuhkan harga diri Fahri membuat Tante tidak suka?"


"Fahri adalah pria yang baik, dia pintar, bijaksana, tanggung jawab."


"Pria seperti ini sangat sulit di cari," ucap Dimas.


"Hanya karena rasa cemburu, Tante marah dan mengatakan hal-hal yang menyakiti perasaan nya."


"Jadi kamu membela nya?" tanya Kayla. Dimas menggeleng kan kepala nya. "Siapa bilang, aku membela nya, hanya saja. Pria mana yang tidak sakit hati ketika di hina oleh perempuan Tentang pekerjaan dan juga latar belakang nya.


"Tapi aku terlanjur kesal."


"Tante ingin memuaskan semua orang sehingga langsung memutuskan hubungan dengan Fahri?"

__ADS_1


__ADS_2