
"Kamu bilang semua teman mu membawa pasangan, kenapa hanya ada aku?" tanya Serli.
"Wahh Roi, kau benar-benar sengaja memamerkan pacar mu yang cantik itu?" tanya teman nya.
Roi tertawa kecil. "Enggak lah bro, kalian selalu saja memamerkan perempuan kepada ku, sekarang saat nya gantian, sekarang tunjukkan dia mana wanita yang kalian bawa itu."
"Kami sudah putus, aku akan mencari yang baru."
"Eh tapi ngomong-ngomong dia sangat cantik sekali, di mana kamu menemukan nya?"
"Dia adalah sekertaris pak Dimas."
"Pantesan saja wajahnya tidak asing, gila loe bro membawa orang kedua dari perusahaan pak Dimas."
"Dia belum menjadi pacar ku, tapi sebentar lagi akan menjadi pacar ku," ucap Roi.
"Aku yakin dia tidak mau sama kamu, secara kamu hanya pengangguran. kerjaan nya hanya lomba motor saja, punya uang hanya karena menang saja."
"Oohh ternyata semua teman-teman Roi tidak tau status Roi seperti apa, kalau bisa di bandingkan, penghasilan Roi jauh lebih besar dari ku," batin Serli tidak sengaja mendengar pembicaraan yang terakhir karena dia mendekati Roi.
"Serli, Kenalin mereka semua adalah teman-teman ku," ucap Roi. Roi tersenyum kepada mereka semua yang memperkenalkan diri.
"Tidak biasanya kamu mau ikut ke tempat seperti ini," ucap mereka.
"Iyah, karena di ajak oleh Roi saja."
Mereka semua seperti mendekati Serli karena tau Serli belum jauh pacar teman mereka itu.
Roi hanya bisa menghela nafas panjang melihat teman-teman nya itu.
"Kalau boleh tau apa kamu sudah punya pacar?" tanya mereka lagi.
Serli tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Wah pas banget sih, aku juga belum punya pacar."
"Sebaiknya kalian pergi latihan sana, mengganggu saja," ucap Roi.
"Kenapa kamu harus marah seperti itu? Apa kamu lupa kalau Serli bukan pacar mu, dia juga tidak memiliki pacar, jadi tidak apa-apa kalau banyak orang yang mau mendekati dia."
Roi seketika menyesal membawa Serli ke sana. Tidak beberapa lama musuh lawan Roi datang.
Pertandingan akan di mulai. Roi sedang memakai baju nya.
"Kamu doa kan aku menang yah," ucap Roi kepada Serli.
Serli hanya mengangguk saja, dia sudah sangat takut melihat tempat dan motor.
Pertandingan akan di mulai. Serli sangat takut melihat Roi.
"Sudah tidak perlu khawatir, kak Roi adalah pengusaha di setiap pertandingan, ini hanya pertandingan kecil, dia pasti menang," ucap pengurus wanita yang ada di sana.
__ADS_1
"Tapi seperti nya lawan nya cukup mahir juga."
"Kak Rio itu sangat lah ahli, dia pasti menang."
"Dia selalu menjadi idola ku, aku sudah lama menyukai nya," ucap perempuan itu. Serii melihat ke arah perempuan itu. Ternyata dia memakai baju yang ada poster wajah Roi.
"Apakah Roi sudah lama ikut motor seperti ini?"
Perempuan itu mengangguk. "Karena dia juga aku bekerja di sini, aku sangat menyukai nya," ucap perempuan itu.
"Huff wajar saja sih mereka pada menyukai Roi," ucap Serli. Dia jadi sangat kesal.
Beberapa lama akhirnya Roi benar-benar menang, banyak lawan nya yang terjatuh sehingga kalah.
Perempuan yang tadi datang menghampiri Roi memberikan minum dan ucapan selamat..
Dan ternyata Roi juga cukup dekat dengan perempuan itu. Serli semakin cemburu melihat nya.
"Bagaimana? apa kamu sekarang percaya dengan kemampuan ku?" tanya Roi kepada Serli.
"Biasa Saja," ucap Serli.
"Kamu tidak mau memberikan kata selamat gitu sama aku?" tanya Roi.
"Aku tidak mau mengatakan apapun, aku sekarang mau pulang."
"Kak Roi, ayo buruan," ucap perempuan tadi.
"Tu cewek nyebelin banget sih, bisa-bisa nya dia sangat gatal sehingga mendekati Roi segitu nya."
Satu jam dia menunggu di sana, sampai bad mood sekali.
"Haii cantik, nih untuk kamu, aku juga membawa makanan."
"Loh bukannya ini untuk anak-anak motor?" ucap Serli.
"Ini juga untuk kamu kok, dari tadi duduk sendiri di sini apa tidak bosan?"
"Dari pada duduk di sini, lebih baik ikut aku jalan-jalan ke belakang melihat-lihat suasana di sini seperti apa."
Serli melihat Roi masih sibuk dengan teman-teman nya, akhirnya dia mau ikut dengan pengurus makanan itu."
Roi baru menyadari Serli sudah tidak duduk di tempat nya.
"Kemana dia?" tanya Serli. Dia melihat Serli berjalan-jalan bersama pria yang tidak asing bagi Roi.
Di tempat lain Dimas dan Bela sangat senang menemani Vira bermain di Playground.
"Apa kakaka mau eskrim?" tanya Bela.
Dimas mengangguk.. Tidak beberapa lama Bela kembali membawa eskrim untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah punya anak, kita akan membawa nya main ke sini, Vira pasti akan lebih bahagia," ucap Dimas.
Bela tersenyum. "Kakak benar sih, hanya saja itu angan-angan yang cukup jauh," ucap Bela.
Dimas tersenyum, dia bersandar di pundak Bela sambil melihat Vira yang masih asik bersama.
"Aku sangat ingin menikah dengan mu secepat mungkin," ucap Dimas.
"Aku juga ingin cepat menuntaskan semua ini kak, tapi tidak semudah itu," ucap Bela.
Dimas tersenyum. "Ya sudah kalau begitu ayo bersabar dan selalu berdoa untuk kebaikan kedepannya."
Sementara di tempat lain Fahri dan Kayla baru bangun. Mereka makan terlebih dahulu.
"Oh iya sayang. Mamah sama papah nanyain, kapan kita akan berkunjung ke sana lagi?" tanya Kayla.
"Seperti nya masih lama," ucap Fahri.
"Kenapa? Apa kamu tidak ingin berkunjung ke sana?"
"Situasi seperti ini tidak mungkin kita ke sana, aku takut mereka tidak setuju pada hubungan kita nanti."
"Aku sangat takut."
Kayla tersenyum. "Tapi kamu tenang saja,. mereka sangat setuju dengan hubungan kita kok."
"Bagus deh kalau begitu, aku juga lega mendengar nya.
Mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua di apartemen Fahri. Kayla juga membantu Fahri bersih-bersih apartemen Fahri.
Roi dan Serli akhirnya pulang. "Kenapa kamu berani pergi dengan orang lain? Bagaimana kalau orang itu jahat sama kamu?"
"Salah siapa kamu mengabaikan ku?" tanya Serli.
"Aku tidak bermaksud seperti itu," ucap Roi.
"Kamu kan bisa ikut bergabung bersama kami tadi."
"Tidak mungkin aku bergabung dengan kamu, aku sama sekali tidak kenal mereka semua, dan aku juga tidak suka melihat perempuan yang seperti nya menyukai mu."
"Siapa?"
"Perempuan yang memberikan kamu minum."
"Oohh dia itu adalah adik dari teman ku, kita sudah lama dekat," ucap Roi.
"Oohh sudah lama, pantesan saja sangat dekat sekali," ucap Serli.
"Jangan bilang, kamu cemburu yah? Kamu cemburu sama perempuan itu karena memberikan aku minum?"
"Ogah banget cemburu sama dia, lagian ngapain aku cemburu sama kamu?" ucap Serli.
__ADS_1