Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 189


__ADS_3

Bela menggeleng kan kepala nya. "Bukan seperti itu kak, tapi sekarang Nenek dan kakek merestui hubungan kita. Nenek dan kakek ke sana meminta restu Ayah untuk hubungan kita," ucap Bela.


"Kamu tidak bohong kan?" tanya Dimas.. Bela menggeleng kan kepala nya.


"mana mungkin aku bohong kak, sekarang hubungan kita sudah di Restui.


Dimas sangat senang dia langsung memeluk Bela dan mengangkat tubuh Bela.


"Apa itu artinya kita sudah di ijinkan untuk menikah?" tanya Dimas lagi. Bela mengangguk.


"Kamu akan menjadi istri ku, dan Vira akan menjadi adek kita berdua?"


Bela mengangguk. Mereka sangat bahagia sekali.


"Ekhem-ekhem!!! Kelihatan nya bahagia banget, kalau pacaran jangan lagi jam kerja dong pak," ucap Serli masuk ke ruangan Dimas.


Dimas dan Bela langsung melepaskan pelukan mereka. "Kamu harus tau, sekarang Nenek dan Kakek merestui hubungan kami."


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya," ucap Serli ikut bahagia juga.


"Aku tidak sabar melihat Bapak dan Bela menikah, dan aku akan segera menimang anak dari bapak."


"Mbak Serli langsung berbicara tentang itu," ucap Bela sangat malu.


"Aku hanya bercanda."


"Kamu ngapain ke sini? Apa kamu datang hanya mengganggu kami saja?" tanya Dimas.


"Tidak pak, saya mau minta tanda tangan Bapak untuk ini."


"Loh bukannya ini milik Fahri?"


"Fahri sedang di luar, dia tidak bisa datang ke sini," ucap Serli.


"Oohhhh ya sudah kalau begitu." Dimas langsung menandatangani dan Serli pun pergi.


"Apa yang kamu lakukan sekarang di sini? Apa kamu tidak mengkhawatirkan Vira?"


"Ya Allah aku lupa, kalau begitu aku pulang dulu yah kak."


"Namun baru saja keluar dari perusahaan tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone nya kalau ternyata Vira sudah di rumah Dimas.


Jadi Bela bisa mengambil Vira ke sana.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya Bela sampai di rumah Dimas.


"Apa kamu tidak kuliah hari ini?" tanya Nenek Dimas.


"Tidak nek hari ini aku masih kuliah online," ucap Bela.


"Apa kamu tidak mau kuliah karena berita dan kata-kata orang kepada kamu?" tanya Nenek. Bela tidak berani menjawab.


"Mulai besok kamu sudah bisa kuliah seperti biasa, tidak perlu takut dengan kata-kata mereka, karena kalau mereka berani mengatakan itu, Nenek Akan memberikan hukuman kepada mereka."


Bela menunduk kan kepala nya. "Aku berterimakasih kepada nenek, aku akan kuliah Besok," ucap Bela.


Nenek mendekati Bela dan memeluk Bela. "Kamu tidak bersalah, seharusnya kamu bahagia tidak seperti ini, maafin kami yang sebelumnya sangat jahat sam kamu dan Vira yah nak."


"Pokoknya apapun yang terjadi pokoknya kamu harus menikah dengan Dimas, kami sudah terlanjur menyanyangi kamu."


"Apa kamu tau, setelah kamu meninggal kan rumah kami, nenek dan kakek sangat kesepian, kami sangat merasa bersalah kami merundingkan semua nya dan pada akhirnya hati kami terbuka dan mau menerima kamu."


"Semoga kamu bisa menjaga kepercayaan kami, dan kami juga akan mencintai kamu dengan sangat tulus."


"Kamu tidak perlu merasa tidak memiliki keluarga, karena sekarang kami adalah keluarga kamu juga."


Bela mengangguk, dia menangis sangat senang sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya dapat juga, Roi menjemput Serli.


"Maaf yah membuat kamu lama menunggu," ucap Roi. "Gak apa-apa kok, aku juga tidak menunggu lama."


"Kamu sangat cantik sekali malam ini, kamu membuat aku semakin menyukai mu setiap hari," ucap Roi.


"Huff, kamu sangat pandai berbicara," ucap Serli sebenarnya dia sudah sangat salting sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di restoran yang Serli mau, restoran mahal, dan juga terkenal sekali.


"Aku sangat menyukai makanan di sini,. makanan di sini sangat banyak dan enak-enak aku yakin kamu pasti suka."


"Kamu boleh pesan apa saja, aku akan membayar semua nya."


"Kamu yakin? aku rasa setengah hadiah kamu akan habis hanya untuk membayar makanan kita di sini."


"Aku menang karena ada kamu, anggap saja ini Hadiah untuk kamu."


Serli tersenyum. "Oke baiklah kalau begitu," ucap Serli.

__ADS_1


Mereka makan bersama. Dan kali ini Serli merasakan makan malam yang sangat dia suka bersama orang yang sudah lama dia cintai.


"Apa kamu tau? ini adalah kencan pertama bagi ku."


"Yakin?" tanya Serli.


"Iyah," jawab Roi lagi.


"Tidak mungkin, karena baru saja beberapa Minggu lalu kamu dinner bersama Clara."


"Sebenarnya aku dengan Clara tidak ada hubungan apapun, aku dengan dia sudah lama berteman, dia bukan lah gadis kencan buta ku, karena aku tidak melakukan hal seperti itu."


"Jangan bilang kalau kamu sengaja melakukan itu agar aku cemburu?" tanya Serli.


Roi mengangguk. "Namun ternyata kamu Sama sekali tidak cemburu, kamu malah membuat aku cemburu dengan cara pergi dengan Pria lain ke acara ulang tahun mbak Kayla.


"Tapi aku juga cemburu melihat kamu bersama Clara, melihat kalian sangat dekat, melihat kamu memperlakukan nya dengan sangat baik membuat ku sangat cemburu sekali."


"Jadi kamu cemburu? Itu artinya kamu menyukai ku?"


"Aku selalu menyukai kamu, Tapi karena sifat kamu yang lancang dan tidak mengerti perasaan ku, kamu tidak menunjukkan rasa cinta kepada ku membuat aku sangat kesal kepada kamu."


"Aku minta maaf, pada saat itu aku benar-benar sangat mengesalkan."


"Ya sudah kalau begitu, apa sekarang kamu sudah memaafkan aku, itu artinya kamu mau menerima cinta aku kan?" tanya Roi.


Serli terdiam sejenak, Roi memegang tangan Serli menatap nya dengan dalam.


"Aku menyukai kamu, aku ingin serius dengan kamu, apa kamu mau menerima aku sebagai pacar kamu?"


"Aku mau berpacaran dengan kamu, aku juga mencintai kamu," ucap Serli.


Roi berdiri. "Kita sudah pacaran sekarang?" tanya Roi. Serli tersenyum. "Yes!!!! aku sudah tidak jomblo lagi, kamu sekarang milik ku," ucap Roi. Semua yang di restoran melihat ke arah Roi.


Dia sangat malu karena mereka tertawa. Roi malu dia langsung duduk.


"Akhirnya." ucap Roi.


Serli hanya bisa malu, Wajah nya sudah sangat malu karena sekarang dia sudah pacaran.


Ini adalah pacar pertama nya begitu juga dengan Roi, walaupun sebelum nya mereka pernah dekat dengan lawan jenis, tapi tetap saja itu adalah hubungan pertama mereka.


Setelah selesai Makan malam, Roi membawa Serli berkeliling jalan kaki sebentar. Mereka menikmati pemandangan di malam hari. Sambil bergandengan tangan mereka berjalan terus.

__ADS_1


Tidak mengatakan apapun namun ekspresi mereka sudah menjelaskan kalau mereka berdua sangat bahagia sekali.


__ADS_2