Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 171


__ADS_3

"Karena perbuatan orang tua ku, aku harus menanggung semua nya seperti ini, aku di benci oleh banyak orang bukan karena kesalahan ku sendiri," ucap Bela.


Dimas mengetuk kamar Kakek dan neneknya. Namun yang keluar adalah Tante pertama nya.


"Ada apa Dimas?"


"Aku ingin berbicara dengan Kakek."


"Jangan sekarang, sebaiknya biarkan mereka memikirkan nya terlebih dahulu, kamu ikut kami sebentar."


Dimas mengikuti keluarga nya itu. Dan sepanjang pembicaraan mereka tampak tidak setuju dengan pernikahan yang di bicarakan sebelumnya.


Mereka tidak mau menikah kan Keponakan mereka kepada anak pembunuh itu.


Dimas sangat sakit mendengar itu, tapi sudah lebih baik jika Bela tidak mendengar nya.


"Aku sangat mencintai Bela, apapun yang terjadi aku ingin menikahi nya, aku akan tetap menikah dengan nya walaupun kalian tidak setuju."


"Dimas! Kamu jangan keras kepala, apa kamu mau keluarga kita hancur seperti dulu lagi?"


"Aku mencintai Bela, aku akan bertanggung jawab."


"Kami tidak akan tinggal diam Kalau kamu berani menentang kakek dengan nenek."


"Kalau begitu aku akan menyakinkan Nenek dengan Kakek."


"Percuma Saja, mereka tidak akan setuju."


"Apa yang membuat kalian tidak setuju kepada Bela? Apa kalian sudah tau dia seperti apa?" tanya Dimas.


"Anak pembunuh, tetap lah pembunuh Dimas."


"Sudah-sudah jangan ribut mengenai hal itu, masih ada hari besok untuk membicarakan itu, sekarang sebaiknya kita melepaskan rindu." Ucap Tante Dimas di bawah ibu nya.


Dimas berdiri, dia melihat kedua Tante nya.


Tidak mengatakan apapun dia langsung pergi.


Sementara Kayla, dia berdiri sudah lama di depan pintu apartemen Fahri.


"Huff aku tau dia pasti di dalam, tapi kenapa dia belum keluar?"


"Apa yang mbak Lakukan di sini?" tanya Fahri. Kayla kaget karena Fahri berdiri di luar. Dia menunjuk ke arah pintu.


"Kamu baru pulang?" tanya Kayla. Fahri mengangguk sambil menatap kebingungan.


"Huff, bodoh sekali aku dari tadi menunggu satu jam lebih Tampa mengetuk pintu berharap dia keluar, namun ternyata dia belum pulang," batin Kayla.

__ADS_1


"Apa yang mbak lakukan di sini? apa mbak sudah lama di sini?" tanya Fahri.


"Enggak, baru saja," ucap Kayla.


"Kamu tidak suka aku di sini? Apa kamu akan membiarkan aku berdiri di sini sampai Besok?"


Fahri mengangguk, dia langsung membuka pintu membiarkan Kayla masuk.


Fahri menunggu Kayla mengatakan sesuatu, namun sudah beberapa menit Kayla hanya diam sambil memijit kaki nya.


"Kalau begitu aku akan membuat minuman," ucap Fahri.


Tidak beberapa lama Fahri kembali membawa minuman, setelah itu Fahri pergi mandi Kayla juga belum mengatakan apapun.


Hari semakin malam. "Sebenarnya mbak mau ngapain ke sini? Kalau hanya mau ribut saja, aku sangat lelah."


Kayla menatap wajah Fahri. "Jadi kamu tidak mau menyelesaikan masalah ini?" tanya Kayla.


"Bukan seperti itu mbak, hanya saja ribut tidak akan menyelesaikan masalah kita."


"Jadi kamu mau nya seperti apa? Apa kamu mau kita udahan saja?" tanya Kayla.


Fahri menghela nafas panjang. "Aku minta maaf sebelumnya tidak jujur mengenai Bela, itu hanya masa lalu, semua orang memiliki masa lalu," ucap Fahri.


"Hanya itu saja?" tanya Kayla. "Tentang status ku yang masih menjadi pengawal, aku akan berusaha untuk membuat diri ku sukses," ucap Fahri.


"Hanya itu saja?"


Kayla menghela nafas panjang. "Kenapa sudah beberapa hari kamu tidak berbicara dengan ku? kamu mengacuhkan aku dan sengaja tidak pulang?"


"Aku tidak sengaja, tapi aku memiliki pekerjaan, lagian mbak juga tidak mau bertemu dengan ku."


"Aku minta maaf mengenai itu, aku benar-benar minta maaf, aku sangat tulus mencintai mbak, aku mohon maafkan aku."


"Apa kamu mau aku memaafkan kamu?" tanya Kayla. Fahri mengangguk.


"Apapun yang mbak minta, aku akan melakukan nya."


Kayla menatap Fahri. Dia mendekati Fahri.


"Aku sudah memaafkan kamu, aku juga harus minta maaf sama kamu, perkataan ku yang sangat banyak menyakiti perasaan kamu, aku benar-benar minta maaf."


"Mbak tidak salah," ucap Dimas.


Kayla menggeleng kan kepala nya. "Aku hanya memikirkan diri ku sendiri Tampa memikirkan perasaan kamu, aku sangat bodoh sekali," ucap Dimas.


"Aku seharusnya tidak mengatakan kata-kata jahat itu, mereka semua keluar dari mulut ku begitu saja."

__ADS_1


Fahri melihat Kayla menangis, dia menghapus air mata Kayla.


"Aku sangat jahat, aku mohon jangan tinggalkan baku, aku sangat mencintai kamu."


"Enggak... Mana mungkin aku meninggal kan wanita yang aku cintai hanya karena masalah sepele."


"Aku akan terima apa saja hukuman dari kamu, kamu boleh membalas ku, aku tidak akan marah."


Kayla terus menangis sampai Fahri merasa gemas dengan wajah merah Kayla. Fahri mencubit hidung Kayla.


"Sudah jangan menangis." ucap Fahri.


"Kamu boleh melakukan apapun kepada ku," ucap Kayla.


"Aku tidak akan melukai wanita yang aku cintai, kamu jangan konyol meminta aku melakukan hal yang kasar kepada kamu."


"Tapi aku yang salah, kamu pasti sangat marah kan sama aku." ucap Kayla. "Siapa yang bilang aku marah sama mbak? Aku tidak marah."


"Tapi kenapa kamu meninggal kan aku? Kamu mengabaikan aku, kamu juga sama sekali tidak memperdulikan aku."


"Ssttt!!!! Jangan berbicara seperti itu, aku hanya malas berdebat, aku tau kalau kita saling ribut tidak akan selesai masalah nya."


"Sudah-sudah, jangan menangis lagi yah," ucap Fahri menghapus air mata Kayla.


Namun Kayla adalah perempuan yang sangat cengeng, semakin di bujuk dia akan semakin menangis.


Fahri memeluk nya. Kayla membuang ingus nya di baju Fahri, menangis tidak henti.


Fahri menenangkan nya dengan baik, setelah beberapa lama akhirnya Kayla tenang.


"Oh iya, boleh tidak aku mengubah panggilan ku yang dari mbak menjadi nama?" tanya Fahri.


"Aku tau ini tidak sopan, hanya saja sekarang aku bukan pengawal Mbak lagi."


Kayla mengangguk. Fahri tersenyum.


"Kamu memang lebih tua dari ku, hanya saja kamu seperti anak kecil dan sangat manja membuat ku semakin suka," ucap Fahri Mencium bibir Kayla.


"Tetap saja kamu harus sopan kepada ku, Mencium ku Tampa ijin aku akan melaporkan kamu."


"Tidak apa-apa, kamu bisa melaporkan nya kepada siapapun," ucap Fahri. Kayla tersenyum dia masih di pelukan Fahri.


Dia harus melepaskan rindu nya setelah beberapa hari tidak berbicara.


"Kamu pasti sangat lapar kan, kita makan di luar yah?" tanya Fahri.


"Aku tidak ingin makan di luar, kita di sini saja."

__ADS_1


"Tapi, di sini hanya ada mie instan dan juga makanan yang tidak bisa membuat kenyang."


"Aku bisa makan mie instan," ucap Kayla.


__ADS_2