
Keesokan harinya Bela di sore hari nya sedang siap-siap. Setelah sudah sangat cantik dia keluar dari kamar.
Dan benar saja semua orang sangat penasaran terkecuali Bibik.
"Kamu cantik banget Bela, kamu mau kemana?"
"Humm aku.."
"Kalian sangat kepo sekali, dia pasti mau jalan sama tuan Dimas lah."
"Apa benar kamu dengan pak Dimas ada hubungan?" tanya teman-teman nya.
"Humm aku bisa menjelaskan nya."
"Ternyata benar Bela? Wahh ini kabar bahagia sekali, kita harus merayakan ini." ucap semua teman nya.
Bela melihat mereka semua sangat bahagia membuat nya Heran.
"Tunggu-tunggu kenapa kalian begitu senang seperti ini? apa kalian tidak penasaran kenapa bisa pacaran dan bagaimana tanggapan kalian?" tanya Bela.
"Huff sudah lama kami menyadari kalau kamu dengan tuan Dimas sama-sama memiliki perasaan."
"Iyah Bela, lagian pria mana sih yang tidak akan jatuh cinta sama wanita yang selalu mengurus, merawat, mengerti dan selalu menyiapkan makan, baju, dan menanti pulang dari kantor."
"Mungkin kalau aku laki-laki aku tidak akan menyia-nyiakan wanita baik seperti kamu."
"Humm Kalian bisa saja." ucap Bela.
"Oh iya ngomong-ngomong kamu ini mau kemana?" tanya mereka.
"Pak Dimas ngajakin Nonton."
"Sebaiknya kamu cepat pergi deh, itu mobil tuan Dimas sudah menunggu di luar," ucap Bibik.
"Ya sudah kalau begitu aku berangkat dulu yah semua nya."
"Bela jangan sampai lipstik kamu tinggal di bibir tuan Dimas yah," bisik teman-teman nya.
Bela jadi sangat malu di bercandain oleh mereka.
"Kakak sudah lama menunggu?" tanya Bela masuk ke dalam mobil.
Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Baru saja."
Bela tersenyum tipis.
Dimas melihat Bela yang sangat cantik ketika mengikat rambut nya tinggi dan menyisakan poni nya.
"Kenapa?" tanya Bela sambil melihat di cermin.
Tidak ada yang aneh namun Dimas tidak berhenti menatap nya.
"Apa ada yang salah pak?" tanya Bela lagi.
Dimas menggeleng kan kepala nya.
"Tidak ada, kamu hanya sangat cantik sekali."
"Setiap hari kakak mengatakan hal seperti ini membuat aku sangat malu."
Dimas mengelus rambut Bela dan menatap nya begitu dekat membuat Bela semakin gugup.
"Apa saya boleh mencium kamu?"
__ADS_1
"Seratus ribu!" seketika kata-kata itu keluar dari mulut Bela.
"Oke!" Dimas mengeluarkan uang dari dompet nya dan memberikan nya kepada Bela.
Dimas mencium pipi Bela.
"Kamu sangat Wangi sekali," ucap Dimas.
Bela semakin deg-degan.
"Kalau begitu ayo kita jalan," Dimas sangat puas melihat wajah Bela yang sangat merah.
"Seharusnya aku tidak bilang seratus saja? kenapa aku tidak minta yang banyak?" batin Bela.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di bioskop tempat mereka akan Nonton.
"Film nya masih setengah jam lagi, apa kamu mau makan dulu?" tanya Dimas namun dia heran kenapa Bela tidak ada di samping nya.
Dia melihat ke sekeliling nya ternyata Bela di belakang nya.
"Bela kenapa kamu di belakang saya? Ayo sini."
Dimas menggenggam tangan Bela.
"Kak, aku malu."
"Apa yang kamu malu kan? sini berjalan di samping saya."
Dimas menggenggam tangan Bela.
Walaupun sedang malu Bela tetap tidak bisa menutupi wajah senang nya ketika keluar.
Mereka mencari makan terlebih dahulu karena Flim nya cukup lama.
Setelah selesai makan mereka masuk ke dalam bioskop.
"Ruangan ini khusus untuk kita."
"Hah?" Bela kaget.
"Ini adalah date pertama kita, tidak ada yang bisa menggangu, ayo duduk Flim nya sudah mulai."
Bela jadi semakin tegang karena ruangan sangat gelap dan hanya mereka berdua di sana.
"Oh tuhan aku mohon jangan terjadi apa-apa di sini, aku sangat takut," batin Bela.
Baru beberapa menit Flim di mulai Bela kedinginan, Dimas langsung memberikan jas nya kepada Bela.
Bela hanya bisa tersenyum menatap wajah Dimas.
Setelah itu mereka fokus pada Flim barat yang benar-benar sangat cocok untuk pasangan.
Di pertengahan Flim Dimas dan Bela sama-sama mengalihkan pandangan karena ada adegan kissing nya.
Namun kedua nya sama-sama mengalihkan pandangan sehingga saling bertatapan satu sama lain.
"Aduh Dimas berhenti terlalu agresif seperti ini, apa kamu tidak takut Bela akan membenci mu dan berfikir kalau kamu hanya nafsu kepada nya?"
"Dimas berhenti fokus kepada bibir nya."
Dimas berusaha untuk Sadar dan kembali menonton tv.
Setelah beberapa lama akhirnya Flim selesai. Mereka keluar dari sana di luar ternyata sudah sangat gelap.
"Sebelum pulang kamu mau kemana?" tanya Dimas.
__ADS_1
Bela menggeleng kan kepala nya.
"Tidak kemana-mana lagi kak."
"Tidak perlu malu, katakan saja apa yang kamu mau, saya minta maaf selama ini sudah melarang kamu keluar dari rumah," ucap Dimas.
"Humm apa aku boleh membeli baju untuk Vira?" tanya Bela.
"Untuk Vira?" tanya Dimas.
Bela mengangguk.
"Namun saya belum tau kapan kita akan ke sana lagi."
"Tidak apa-apa, beli saja terlebih dahulu." ucap Bela.
Dimas mengangguk.
"Ya sudah kalau begitu."
Bela memilih pakaian untuk Vira cukup banyak karena bukan hanya untuk Vira saja, untuk teman-teman nya juga agar mereka tidak cemburu satu sama lain.
Selesai dari sana Bela dan Dimas kembali ke rumah. Semua orang sudah menunggu mereka.
"Selamat malam Tuan."
Dimas mengangguk sambil tersenyum dan setelah itu pergi.
"Aku gak salah lihat kan? tuan Dimas tersenyum?"
"Aku juga gak mimpi kan melihat pak Dimas tersenyum sangat tampan sekali."
"Kenapa dengan Kalian?"
"Terimakasih Bela! Karena kamu akhirnya kami bisa melihat pak Dimas tersenyum tulus."
"Kamu harus menjaga hubungan ini dengan baik karena ini bersangkutan dengan semua orang Bela."
"Mood tuan Dimas sangat baik itu arti nya hidup kita akan sangat aman sekali.
"Ada apa sih dengan kalian semua? aneh banget deh!" ucap Bela.
"Bela kamu harus bisa membuat Tuan Dimas selalu seperti ini, kami mohon."
Bela mengangguk.
"Baiklah-baiklah." ucap Bela.
Mereka semua sangat senang sekali.
Satu bulan kemudian...
Bela dan Dimas sudah berpacaran satu bulan namun rasa canggung nya masih belum berkurang.
Hari ini Dimas berjanji akan membawa Bela menjemput Vira ke panti asuhan.
Bela sudah menunggu dari pagi sampai siang namun Dimas tak kunjung datang.
"Cie... cie... yang lagi nungguin kekasih pulang." ucap Bibik.
"Eh Bibik."
"Lagi nungguin Tuan Dimas pulang yah?" tanya Bibik.
"Iyah Bik, dia bilang akan datang sebelum siang mau mengajak ku menjemput Vira."
__ADS_1
"Menjemput Vira anak yang di panti asuhan itu?" tanya Bibik karena mereka belum tau Vira pernah tinggal beberapa hari di rumah itu.