Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 223


__ADS_3

Saat sudah di dalam kelas Bela baru menyadari banyak pesan dari suami nya.


Melihat foto yang beredar dia hanya bisa menghela nafas panjang.


"Huff ada-ada saja orang yang membuat hal seperti ini," ucap Bela.


Tidak melakukan pembelaan diri terhadap suami nya, dia hanya menjawab dengan jujur kalau Kevin hanya membantu nya mengambil buah mangga karena dia sangat pengen.


Bela tidak terlalu menanggapi suami nya yang cemburu tidak jelas, dia fokus belajar.


Namum tersenyum setelah selesai kuliah suami nya menunggu dirinya di depan gerbang kampus.


"Ada apa lagi sih?" batin Bela.


Dia masuk ke dalam mobil dan melihat suami nya memasang wajah dingin, diam saja dan menjalan kan mobil pulang ke arah rumah.


Sesampainya di rumah Dimas belum berbicara, dia membawa istri nya masuk ke dalam rumah.


"Kamu periksa isi kotak itu," ucap Dimas. Kotak besar yang ada di ruang tamu membuat Bela penasaran apa isinya.


Namun setelah di buka dia sangat kaget melihat nya, ternyata isi nya adalah mangga muda yang sangat banyak sekali.


"Apa maksud nya kak? Kenapa kakak membeli buah ini sangat banyak?"


"Kamu bisa meminta ku membeli buah ini, tidak harus meminta laki-laki lain yang mengambil nya untuk kamu."


Bela menghela nafas panjang. "Aku sudah bilang kalau aku kebetulan banget mau itu pas saat itu kak, aku tidak sengaja," ucap Bela.


"Tidak mau mendengar alasan kamu, kamu bisa makan ini, jangan menerima mangga muda dari orang lain."


Bela melihat suami nya pergi begitu saja. Bela mau tertawa melihat kelakuan suaminya, tapi dia juga merasa bersalah.


"Seharusnya aku tidak menerima buah dari Kevin, jadi nya dia seperti anak yang tantrum," ucap Bela.


Bela sangat ngiler melihat buah mangga itu. Segera mencari pisau untuk membersihkan buah itu.


Hari semakin malam..


Bela duduk sendirian di ruang tamu, dia sedang melihat-lihat foto Kekasih Yana.


"Siapa yang kamu lihat?" tanya Kevin merebut handphone istri nya.


"Kan, aku sudah bilang kalau dia selingkuh, aku yakin itu adalah selingkuhan nya," ucap Dimas.


"Sebaik nya kamu langsung bilang kepada Yana, sebelum menjadi masalah bagi nya."


"Aku sudah bilang kak, tapi Yana tidak percaya sama ku, dia bahkan marah karena berfikir aku menjelek kan kekasih nya."


"Kenapa kamu tidak mengirim kan foto itu?"

__ADS_1


"Aku tidak mau kak, karena Yana sangat mencintai kekasihnya, dia akan berfikir kalau aku mencari kesalahan kekasih nya agar mereka putus."


Dimas menghela nafas panjang. "Dia wanita yang sangat sulit."


Kania mengangguk. "Humm bagaimana kalau sebaik nya kita menemui dia langsung?"


bela menggeleng kan kepala nya. "Gak usah kak, biar kan saja dia cari tau sendiri, aku tidak ingin membuat dia tambah marah kepada ku hanya karena ini saja."


"Oohh ya sudah kalau begitu, dia sendiri yang rugi."


Di tempat lain Yana, sedang menunggu kekasih nya untuk Makan malam bersama.


"Haii sayang, maaf yah membuat kamu lama menunggu," ucap Kekasih Yana baru saja datang.


"Gak apa-apa kok," ucap Yana.


"Kamu sudah pesan? aku sudah sangat lapar."


Yana langsung meminta pelayan membawa pesanan nya sebelum nya.


"Apakah malam ini kita jadi nginap di sini?" tanya kelas nya karena lagi di restoran hotel.


Yana dengan polosnya mengangguk.


"Iyah, jadi kok," ucap Yana.


Kekasih nya itu tersenyum.


"Oh iya sayang, hubungan kita kedepannya bagaimana sih? Apa kita harus pacaran lebih lama lagi?" kita sudah pacaran dua tahun lebih."


"Kok tiba-tiba kamu nanya itu sih?"


"Ya Lagian aku bosan seperti ini terus, kamu juga sudah cocok untuk menikah."


"Kapan kamu mau mengenal kan aku kekeluarga kamu."


"Humm, sabar yah sayang, belum waktunya, nanti kalau sudah waktunya aku pasti membawa kamu ke keluarga ku."


"Kamu sebenarnya sayang gak sih sama aku?"


"Kalau aku gak sayang sama kamu, mana mungkin aku mau menghabiskan banyak waktu, pacaran lama dan uang sama kamu?"


"Aku sudah berjanji kalau aku akan menikahi kamu nanti," ucap Kekasih nya.


"Tapi aku ragu sama kamu, karena sampai sekarang aku belum tau latar belakang kamu seperti apa, keluarga kamu bagaimana. Sementara aku sudah mengenal kan kamu ke keluarga ku."


"Kamu kok curiga gitu sih sama aku? Ini makan malam kita, kamu mau ribut hanya karena masalah itu Saja?"


"Tapi aku mau keseriusan kamu," ucap Yana.

__ADS_1


"Seharusnya sekarang kamu memikirkan kuliah kamu, dan masa depan kamu, menikah adalah hal yang mudah."


"Aku sudah siap, kamu adalah masa depan ku," ucap Yana.


Tiba-tiba kekasih nya berdiri. "Kamu mau melanjutkan membahas ini atau aku pergi?"


Yana terdiam, untuk pertama kalinya kekasih nya marah kepada nya. "Ya udah deh aku minta maaf, kita lanjut Makan."


Yana menghela nafas panjang. "Kok aku jadi seperti ini yah? Apa karena kata-kata Bela? seharusnya aku tidak perlu mendengarkan nya dan fokus saja sama hubungan kami."


Keesokan harinya..


"Yana," sapa Bela. Namun Yana memasang wajah dingin. "Kok kamu diam saja sih?" tanya Bela.


"Aku tidak mau berteman dengan kamu, karena kamu tidak mengerti dan tidak mau mendukung ku."


Bela menatap heran. "Aku sangat mencintai Pacar ku, dan aku akan menikah dengan nya," ucap Yana.


Bela menghela nafas panjang. Mau tidak mau dia terpaksa menunjukkan foto Kekasih Yana bersama perempuan yang seumuran dengan nya dan sangat romantis.


"Apa sekarang kamu belum percaya?"


"Perempuan itu adalah teman nya, aku juga sudah tau dia siapa."


"Aku tidak mau berteman sama kamu lagi, sebaiknya pertemanan kita udah sampai di sini saja."


"Yana.. Aku tidak bermaksud membuat hubungan kamu.." Namun Yana tidak mampu mendengar nya memilih untuk pergi.


Bela menghela nafas panjang. Tidak beberapa lama kevin datang.


"Tumben-tumbenan banget kalian ribut, biasanya sangat aku," ucap Kevin.


Bela tidak mengatakan apapun, dia hanya diam saja.


"Sudah, tidak perlu sedih, nanti juga pasti baikan."


"Seperti nya Yana sudah sangat marah kepada ku, aku sangat merasa bersalah."


"Jangan sedih dong, aku bawa sesuatu untuk kamu."


Kevin menunjuk boneka kecil kepada Bela.


"Bebek?" ucap Bela.


"Iyah, bebek sangat lucu, sama seperti kamu."


Bela tersenyum melihat Bebek yang sangat lucu bentuk nya.


"Nah, senyum gitu kan tambah cantik. Bumil itu tidak boleh sering sedih dan memikirkan sesuatu yang tidak penting."

__ADS_1


"Kata mamah aku, kalau wanita hamil itu harus bahagia, agar selalu sehat dan tidak sakit-sakitan."


Kevin tersenyum. "Kamu sok tau banget,," ucap Bela.


__ADS_2