Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 224


__ADS_3

"Jangan sedih dong, aku bawa sesuatu untuk kamu."


Kevin menunjuk boneka kecil kepada Bela.


"Bebek?" ucap Bela.


"Iyah, bebek sangat lucu, sama seperti kamu."


Bela tersenyum melihat Bebek yang sangat lucu bentuk nya.


"Nah, senyum gitu kan tambah cantik. Bumil itu tidak boleh sering sedih dan memikirkan sesuatu yang tidak penting."


"Kata mamah aku, kalau wanita hamil itu harus bahagia, agar selalu sehat dan tidak sakit-sakitan."


Kevin tersenyum. "Kamu sok tau banget,," ucap Bela.


Kevin tertawa mendengar nya.


Keesokan harinya... Yana sedang jalan berdua bersama kekasih nya. Namun dia tiba-tiba saja ingin menanyakan lagi perasaan kekasih nya itu.


Namun tetap saja Jawaban kekasih nya sama. Entah mengapa perasaan nya jadi sangat sedih sekali akhir-akhir ini."


Di rumah Bela dan suami nya sedang menikmati waktu berduaan. Sementara Vira dan Yuda sibuk dengan mainan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Sayang, aku sangat merindukan Ayah sama ibu, aku ingin melihat keadaan mereka."


"Apa kamu mau ke sana sekarang?" Bela menggeleng kan kepala nya. "Gak sekarang juga kak, besok saja deh," ucap Bela


"Ya udah terserah kamu saja sayang, aku ikut apa kata kamu saja."


Serli baru saja pulang entah dari mana, namun dia pulang membawa begitu banyak belanjaan. "Kok kamu gak jawab telpon ku? Kamu juga gak balas pesan ku sih?" tanya Roi kepada Serli.


Serli menghela nafas panjang. "Apa kamu pikir aku megang handphone? Aku sama sekali gak pegang handphone!" ucap Serli.


"Tapi setidaknya kamu ingat untuk ngasih kabar ke aku sayang, aku kan jadi khawatir sama kamu."


Serli menghela nafas panjang panjang, "ayo kita masuk ke dalam," ajak Serli.


"Beli beberapa barang-barang ku yang sudah jelek-jelek, aku juga beli makeup."


"Ya ampun sayang, kamu menghabiskan semua uang kamu untuk ini?"


"Sesekali," ucap Serli, melihat nominal semua belanjaan Serli membuat Nya kaget. Itu baru perawatan badan dan makeup saja, bagaimana dengan perawatan wajah nya.


"Sayang, kamu ambil ini," ucap Roi.


"Apa ini?" tanya Serli. "Aku juga ingin sesekali membayari perawatan kamu, itu sudah menjadi tugas ku, untuk semua ini aku akan ganti uang kamu."

__ADS_1


"Hah? Kamu seriusan?" tanya Serli. Roi mengangguk. Serli langsung menulis no rekening nya dan menulis nominal di handphone kekasih nya.


Ternyata di lebihkan oleh Roi, membuat nya sangat senang sekali, "Terimakasih banyak sayang," ucap nya tidak berhenti tersenyum melihat saldo nya kembali lagi.


"Oh iya, kamu mau di masakin apa? kamu tunggu di sini saja yah, aku Masakin kamu yang enak deh pokoknya."


Roi tersenyum melihat Serli yang mendadak menjadi sangat baik, perhatian dan berbicara lembut kepada nya.


"Memang benar kata Mamah kalau perempuan itu di kasih uang pasti akan Nurut," ucap Roi.


Sambil main handphone dia menunggu masakan Serli. Serli sudah belajar masak makanan kesukaan Roi akhir-akhir ini. Jadi dia sudah lumayan bisa.


Walaupun kurang enak tapi tetap saja Roi menghabis kan nya karena sangat menghargai masakan kekasih nya itu.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai, kali ini Serli masak dalam keadaan bahagia dan masakan nya cukup enak.


"Oh iya sayang, kamu pasti lelah kan nungguin aku di depan, aku akan membantu memijit-mijit badan kamu."


Serli langsung menawarkan diri untuk memijit-mijit badan Roi, padahal biasanya dia tidak mau walaupun Roi sudah memohon.


"Sayang, aku pikir kamu terlalu berlebihan deh, biasanya aku beliin barang mewah dan beliin makan kamu tidak seperti ini."


"Apa kamu tidak tau, perempuan itu sangat suka di mengerti. Apalagi soal perawatan badan, kita cantik untuk pasangan kita sendiri."

__ADS_1


__ADS_2