
Serli akhirnya menunggu di meja makan sudah hampir 20 menit namun Roi tak kunjung keluar.
"Kalau kamu tidak keluar sekarang, aku akan paksa masuk ke dalam," Ucap Serli.
Dia mendorong pintu Roi sangat panik.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Roi. Serli melihat Roi tidur memakai pakaian dia langsung berbalik dan keluar dari sana.
Tidak beberapa lama akhirnya Roi keluar. "Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh, Aku di kerjain oleh teman-teman ku," ucap Roi.
"Bagaimana bisa?" tanya Serli.
"Cerita nya panjang, aku sudah sangat lelah dan ngantuk," Roi langsung tidur.
Serli menghela nafas panjang. "Bisa-bisanya," batin Serli.
Setelah itu Serli langsung ke kamar nya.
Keesokan harinya...
"Uwekkk.... Uwek..." Bela tidak berhenti mual-mual.
Dimas menunggu di depan pintu kamar mandi.
"Sayang kamu gak apa-apa kan?" tanya Dimas.
Bela keluar dari kamar mandi. "Perut ku gak enak banget," ucap Bela.
Dimas memberikan obat. "Ini obat dari dokter mengurangi rasa mual," ucap Bela.
"Terimakasih yah," ucap Bela.
"Ini semua karena Om Dimas, kenapa membuat mbak Bela hamil," ucap Vira.
Bela menatap Dimas, kedua nya tidur bisa menjawab perkataan Vira.
"Bukan begitu Vira, tapi memang bawaan dedek bayi nya saja seperti itu," ucap Dimas.
"Tapi kasian mbak Bela harus sakit setiap hari tidak akan pernah sembuh," ucap Vira.
"Om sangat jahat," ucap Vira.
"Sebaiknya kamu pergi mandi Vira, nanti telat ke sekolah," ucap Bela.
Vira langsung pergi mandi. "Sudah tidak perlu di pikirkan kak, kakak tidak berangkat kerja?"
Dimas mengangguk. "Hari ini kamu tidak perlu kuliah kalau belum kuat."
"Gak apa-apa kok, aku bisa kuliah," ucap Bela.
"Tapi kamu sangat pucat sekali," ucap Dimas.
"Baiklah kalau begitu, kamu boleh pergi kuliah, tapi kalau merasa kurang enak badan, kamu sebaik nya langsung hubungi aku."
"Iyah," jawab Bela.
Bela mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Tidak beberapa lama Bela sampai di kampus di antar oleh suami nya.
Begitu Bela masuk kampus, Dimas langsung ke kantor.
Sebelum sampai ke kantor handphone nya berdering. "Halo, Serli?"
"Maaf pak, sebelumnya saya mau ijin kepada Bapak hari ini tidak masuk kantor."
"Loh kenapa?"
"Saya ada urusan keluarga mendadak Pak."
"Saya sudah memberikan jadwal ke Staf lain, hari ini dan besok tidak terlalu banyak jadwal yang harus bapak lakukan."
"Ya sudah kalau begitu," ucap Dimas.
Telpon langsung mati.
"Tidak biasanya dia cuti hanya karena urusan keluarga nya, lagian dia memiliki ibu dan ayah yang cukup mengerti dengan nya sehingga tidak memaksa nya untuk libur."
"Ini sangat mencurigakan," batin Dimas.
Sesampainya di perusahaan dia di sambut oleh Staf nya.
"Bagaimana? apa kamu mendapatkan cuti?" tanya Roi.
Serli mengangguk. "Apa kamu sudah siap? Kalau begitu ayo berangkat," ajak Roi.
Karena hari ini adalah dimana Roi akan memperkenalkan kekasih nya kepada keluarga nya.
"Aku sangat gugup sekali," ucap Serli kepada Roi.
Roi membujuk Serli terus sampai akhir nya mereka berangkat.
"Terimakasih banyak yah sudah mau ikut aku ke rumah orang tua ku," karena hari ini tiba-tiba ada acara mendadak.
Beberapa jam di perjalanan akhirnya sampai juga di depan rumah yang cukup besar, mewah dan juga beberapa mobil mewah berderet di depan rumah.
"Seperti nya sangat ramai, aku semakin gugup," ucap Serli.
"Tidak perlu khawatir seperti itu," ucap Roi.
Serli menenangkan diri nya, berhenti memikirkan hal yang tidak membuat nya takut.
"Mamah.. Papah," Roi masuk.
Semua keluarga yang berkumpul di ruang tamu langsung melihat ke arah Roi.
"Roi, kamu sudah datang? Mana calon menantu mamah?" tanya Mamah nya.
"Kata nya mau pulang bawa pacar, tapi kok sendirian."
"Kalau begitu, Mamah akan menjodohkan kamu dengan Tami."
Roi tersenyum saja, tidak beberapa lama Serli datang sambil menundukkan kan kepala nya dia berdiri di belakang Roi.
Semua orang terkejut melihat siapa yang di bawa oleh anak mereka.
__ADS_1
"Mamah tidak salah lihat, dia adalah Serli sekertaris utama pak Dimas."
Mereka terdiam lama, saling menatap satu sama lain.
Wanita cantik yang tidak termasuk keluarga juga kebingungan.
"Kenapa mereka semua diam? Apa mereka tidak menyukai ku?" batin Serli.
"Roi, kamu tidak berbohong kan? Kamu jangan membuat hal seperti ini jadi candaan," ucap mamah nya.
"Kenapa mamah berfikir aku bercanda? Serli adalah pacar ku," ucap Roi.
Serli berdiri di samping Roi dia tersenyum dan memperkenalkan diri dia juga menyalim tangan orang tua Roi.
"Ayo duduk dulu, senang bisa bertemu dengan kamu lagi Serli." ucap Papah nya.
"Dimas, bagaimana kabar kamu, sudah lama kita tidak bertemu?" tanya Tami.
"Baik, seperti yang kamu lihat sekarang."
"Aku tidak tau kamu bisa berubah menjadi lebih ceria seperti ini, padahal dulu kamu sangat pendiam sekali."
Roi tersenyum. "Kamu juga banyak berubah, kamu semakin cantik sekarang."
Tami tersenyum. Tidak ada percakapan yang membuat Serli merasa di terima di sana, semua nya terasa sangat canggung sekali.
"Apakah status jadi sekertaris pak Dimas harus di segani seperti ini?" batin Serli.
Cukup lama berbincang-bincang sambil minum teh. Serli tidak nyaman di sana, dia berjalan ke arah dapur permisi ke toilet.
Namun dia melihat Tami di dapur, karena tidak enak dia juga mau membantu.
"Aku tidak nyangka kalau sekretaris pak Dimas berpacaran dengan Roi," ucap Tami.
Serli hanya tersenyum saja. "Humm apa kamu tau seperti apa tipe idaman Roi?" tanya Tami.
Serli menggeleng kan kepala nya. Masih berusaha untuk tersenyum walaupun Tami menunjukkan wajah tidak suka kepada Serli.
"Roi itu adalah anak yang pendiam, dia juga bercita-cita ingin berpacaran dengan wanita yang cantik, lembut, tidak lebih tinggi dari posisi nya yang sekarang."
Serli sadar itu semua tidak ada pada nya namun berusaha untuk tetap tersenyum.
"Dan calon menantu idaman ibu nya adalah, pintar masak, dari keluarga yang harmonis, bukan wanita karier agar bisa mengurus rumah tangga kalau sudah menikah."
Serli menghela nafas panjang. "Aku adalah Mantan Roi waktu kelas 3 SMA, hubungan kami sangat langgeng," ucap Tami.
"Lalu kalau Langgeng kenapa harus putus sekarang?" tanya Serli.
"Kalau kamu penasaran, kamu bisa tanyakan kepada Roi."
"Seandainya saja kamu tidak datang hari ini, aku akan bertunangan dengan Roi."
"Tapi menurut ku sih, kamu dengan Roi tidak akan lama. Karena hanya aku yang tau dia seperti apa," ucap Tami.
Serli tidak bisa mengatakan apapun, dia mati kata karena bukan di Wilayah nya sendiri.
Setelah selesai semua makanan di atas meja, waktu nya makan.
__ADS_1
"Ayo makan Roi, kamu pasti sangat merindukan masakan Tami kan, ini semua adalah masakan dia," ucap mamah nya.