Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 103


__ADS_3

"Dia pasti sangat capek bik, sepanjang perjalanan dia yang menyetir dan dia juga Bergadang, di tambah lagi banyak aktifitas yang dia lakukan sehingga kurang tidur."


"Huff Fahri sangat kebiasaan seperti ini, karena hasrat untuk bersenang-senang dia tidak perduli kesehatan nya," ucap Bibik.


"Kenapa Bibik belum tidur? sebaik nya Bibik juga tidur," ucap Kayla.


Bibik mengangguk. Dia meninggalkan Kayla di ruang tamu.


Kayla mendekati Fahri. "Kenapa sih aku jadi seperti ini kepada Fahri? Setiap kali bersama nya ada perasaan yang aneh yang aku rasakan, jantung ku berdetak lebih cepat ketika tidak sengaja berdekatan," ucap Kayla.


Keesokan harinya seperti biasa Dimas berangkat bekerja bersama Fahri dan juga Kayla ke kantor.


Sementara Vira hari ini di antar oleh Bela dan di jemput oleh supir karena permintaan Bela. Mau bagaimana pun dia tetap tidak enak selalu merepotkan Dimas.


"Haiii.." sapa Bela kepada Kevin yang sedang duduk bermain game di depan kampus.


"Eh Bela, kamu sudah datang?" ucap kevin basa-basi.


Bela mengangguk sambil tersenyum.


"Kamu sudah sarapan?" tanya kevin.


"Udah kok tadi bareng Vira sebelum ke sekolah."


"Oohh bagus deh, kalau boleh tau kemarin kamu libur mendadak karena apa?" tanya Kevin.


"Oohhhh itu karena aku ada urusan mendadak, aku tidak bisa bilang alasan nya."


"Humm begitu yah, lain kali kamu harus bilang dulu, kamu membuat aku khawatir saja," ucap Kevin.


Bela tersenyum.


Mereka masuk ke kelas karena bentar lagi kelas di mulai.


Vira duduk di depan kelas sendirian. "Vira, kenapa kamu duduk di sini sendirian? Kenapa tidak masuk?" tanya guru nya.


Vira menggeleng kan kepala nya.


"Ada apa sayang? Apa anak-anak itu nakal lagi sama kamu?" tanya Bu guru.


"Mereka semua mengejek ku tidak memiliki orang tua, mereka sangat jahat."


"Loh kata siapa kamu tidak punya orang tua, disekolah ini kami adalah orang tua kamu, jangan sedih ayo masuk ke dalam."


Bu guru menasehati anak-anak di dalam kelas itu.


Wajar saja mereka tau kalau Vira tidak memiliki orang tua karena setiap ada acara besar yang harus mengundang orang tua namun tidak ada yang datang karena Bela juga tidak bisa meninggalkan kuliah nya.


Vira awalnya tidak keras sedih karena dia sudah terbiasa dari panti asuhan, namun ketika melihat teman-teman nya memiliki orang tua dia juga cemburu melihat nya.


Vira menangis di dalam kelas, Bu guru memutuskan untuk menghubungi Bela namun ternyata nomor Bela tidak aktif mungkin karena di dalam kelas.

__ADS_1


Akhirnya Bu guru bertanya kepada Vira nomor siapa yang bisa di hubungi, Vira menyebutkan nomor v


Dimas.


Dimas tengah meeting dia melihat nomor baru menelpon nya.


"Di jawab sebentar tidak apa-apa pak," ucap anggota meeting nya.


Awalnya Dimas mengabaikan sampai meeting selesai karena hanya beberapa menit lagi.


Setelah selesai dia melihat sudah banyak panggilan dia sangat penasaran dan langsung menelpon kembali.


"Halo? Ini dengan siapa?" tanya Dimas.


"Selamat pagi Pak, maaf menggangu waktu bapak. Saya guru Vira."


"Ada apa yah?" tanya Dimas.


"Vira menangis pak dan minta pulang karena di sekolah dia berantem bersama teman-teman nya."


"Tunggu saya sebentar, saya akan ke sana."


Beberapa menit akhirnya Dimas sampai di depan sekolah, dia mencari Vira keruangan guru.


"Om Dimas..." ucap Vira.


"Bagaimana bisa Vira menangis? apa guru di sini tidak bisa menjaga anak-anak didik nya dengan baik?" tanya Dimas.


"Saya tidak mau tau, panggil orangtua mereka ke sini!"


"Ini hanya masalah sepele pak, orang tua mereka memiliki kesibukan masing-masing."


"Saya tidak mau tau! saya ingin mereka datang ke sekolah ini."


Para guru panik, kalau sampai orang-orang tau, maka sekolah mereka yang akan buruk karena tidak bisa mendidik anak-anaknya dengan baik."


"Sebaiknya masalah nya jangan di perpanjang pak, saya yang bertanggung jawab, saya benar-benar minta maaf."


"Kejadian pembullyan seperti ini bukan hanya sekali saja kepada Vira, saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi," ucap Dimas.


"Baik pak, kami minta maaf."


Dimas membawa Vira keluar dari ruangan guru.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dimas setelah sampai di dalam mobil.


"Paman jangan marahin guru nya, yang salah anak-anak itu," ucap Vira.


"Mereka sangat nakal, Bu guru sudah beberapa kali menasehati mereka."


Dimas menghela nafas panjang. "Apa kamu mau pindah sekolah?" tanya Dimas.

__ADS_1


Vira menggeleng kan kepala nya. "Apa kamu nyaman sekolah di sini?"


Vira terdiam.


"Hanya sekolah ini yang dekat ke apartemen mbak Bela."


"Kalau begitu Om bicara dulu sama Mbak Bela."


Vira menggeleng kan kepala nya.


"Jangan om, mbak Bela gak boleh tau."


"Jadi selama ini mbak Bela tidak tau kalau kamu seperti ini di perlakukan di sekolah?" tanya Dimas.. Vira menggeleng kan kepala nya.


"Mbak Bela gak boleh tau Karena nanti Mbak pasti sedih."


Dimas terdiam sejenak. Dia tau bagaimana Bela melindungi Vira agar orang lain tidak tau identitas asli Vira namun ternyata di belakang nya Vira di bully karena tidak memiliki orang tua.


Dimas mengajak Vira untuk makan, beli jajan untuk menenangkan diri terlebih dahulu.


Setelah siang akhirnya Dimas membawa Vira ke kampus Bela.


"Wahh besar banget kampus mbak Bela," ucap Vira.


"Nanti kalau sudah besar, kamu juga akan kuliah di tempat seperti ini," ucap Dimas.


"Itu mbak Bela sama Om Tampan," ucap Vira.


Dimas melihat Bela bersama Kevin, Dimas melihat Bela yang cukup dekat kepada Kevin.


Bela sedang asik bicara dengan Kevin dia menyadari mobil Dimas di depan kampus nya.


"Ngapain kak Dimas di sini?" ucap Bela panik dalam hati dia sangat takut kalau Dimas keluar.


"Kevin, aku pulang duluan yah, aku sudah di tunggu supir," ucap Bela langsung berlari ke dalam mobil Dimas.


Kevin kebingungan sejak kapan Bela memiliki mobil mewah itu.


"Kenapa kakak di sini?" tanya Bela.


"Saya datang menjemput kamu," ucap Dimas.


"Tapi kakak tidak bilang dulu? Walaupun kita sudah pacaran tapi tetap saja kakak harus ijin," ucap Bela.


Namun dia baru sadar ada Vira duduk di belakang.


"Maksud ku, kakak tetap harus bilang karena aku tidak mau orang lain salah paham," ucap Bela langsung duduk dengan benar.


"Saya datang menjemput kamu bersama Vira setelah pulang dari sekolah."


"Bukan nya hari ini aku sudah bilang jangan menjemput Vira, aku bisaa menjemput nya sendiri, Lagian ada supir," ucap Bela.

__ADS_1


__ADS_2