Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 165


__ADS_3

Kayla membuka handphone nya, dia melihat beberapa komentar orang lain tentang foto nya dengan Fahri.


"Wahh pantesan saja dia sampai sekarang tidak mau menikah, ternyata dia mau brondong yang berbadan bagus."


"Selera nya sudah bagus, hanya saja seorang pengawal doang, tidak memiliki keluarga."


Masih banyak komentar yang benar-benar membuat hati nya sakit dan sangat malu karena memiliki pacar yang hanya menjadi pengawal dan bahkan keluarga nya pembantu di rumah nya sendiri.


Di tambah lagi dia me dengar percakapan Bibik di dapur mengenai hubungan Bela dan juga Fahri sebelumnya.


Kayla tidak tau kalau Fahri sebelumnya menyukai Bela.


Fahri sangat kebingungan kenapa serli marah seperti itu.


Dia langsung mengikuti mobil yang di naikin oleh Kayla.


"Ada apa sih dengan nya? Apa dia marah hanya percakapan seperti tadi malam?"


Fahri sangat bingung, dia harus bertanya langsung kepada Kayla.


Sementara di rumah Serli, dia sedang berbaring di sofa kamar nya menunggu masker wajah nya kering.


"Hufff ini sangat gila, tapi aku tidak berhenti memikirkan Roi, apa sebaiknya aku menelepon dia saja?" tanya nya.


Dia langsung menghubungi Roi. Tidak beberapa lama telpon nya langsung di jawab oleh Roi.


"Halo?" ucap Roi.


"Halo Roi, apa kamu sudah tidur?" tanya Serli.


Namun tiba-tiba perempuan baru saja datang seperti nya baru saja selesai dari kamar mandi.


"Siapa yang sedang berbicara dengan kamu Roi?" tanya Perempuan itu sambil duduk di depan Roi.


"Apa kamu sedang bersama perempuan? Kamu lagi di Mana?" tanya Serli.


"Aku sedang makan malam, aku akan menelpon kamu nanti," ucap Roi langsung mematikan sambungan telepon.


Roi menghela nafas panjang. Dia sedang dinner bersama dengan wanita kencan buta yang sudah di siapkan oleh Dimas.


Tidak beberapa lama setelah itu, Roi mengantar kan wanita itu pulang. Dia langsung menghubungi Serli.


"Halo, Serli."


"Apa kamu sudah pulang?" tanya Serli.


"Baru saja, apa kamu belum tidur? Kenapa kamu menelpon ku, apa ada yang penting?" tanya Roi.


"Tidak ada, hanya ingin menelepon mu saja karena aku tidak bisa tidur."


"Oohh, kalau begitu aku akan melanjutkan pulang."


"Tunggu dulu,"


"Iyah, kenapa?"

__ADS_1


"Apa kamu baru selesai makan malam dengan wanita?" tanya Serli.


"Iyah, aku baru saja kencan buta dengan wanita pilihan pak Dimas, aku harap ini berhasil karena aku ingin membawa nya ke keluarga ku."


Serli terdiam sejenak. "Serli, apa kamu masih di sana? Halo?"


Namun tidak ada jawaban, Roi pun langsung mematikan telepon nya.


"Ternyata seperti ini rasanya patah hati," ucap Serli.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi.." sapa Serli yang tidak sengaja berpapasan dengan Roi di perusahaan.


Roi mengangguk sambil tersenyum. "Tadi malam telpon nya mendadak mati, apa kamu baik-baik saja?"


"Aku ketiduran, aku minta maaf," ucap Serli. Roi tersenyum.


"Oh iya apa nanti siang kamu bisa makan bersama ku?" tanya Roi.


"Bisa kok," jawab Serli.


Setelah itu mereka berpisah karena harus melakukan pekerjaan masing-masing.


Di depan rumah Bela. Kevin berusaha menelpon Bela yang sudah tiga hari tidak datang ke kampus.


"Semoga Bela baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkan nya," ucap Kevin.


Karena sudah telat, dia harus pergi ke kampus.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di kampus bertemu dengan Yana.


"Ada apa?" tanya Kevin. "Aku baru saja dapat kabar kalau beberapa hari Bela tidak akan ke kampus."


"Loh kenapa?" tanya Kevin.


"Aku yakin dia pasti tidak mau bertemu banyak orang untuk saat ini, kamu harus bantu aku berbicara kepada Dosen."


"Tapi kenapa sampai sekarang dia tidak membalas Pesan ku?" tanya Kevin.


"Aku tidak tau," ucap Yana. . mereka pun masuk ke dalam.


Di Rumah utama Bela baru saja selesai mandi pagi agar pikiran nya lebih tenang. Di membawa laptop dan buku nya ke balkon kamar nya.


"Seperti nya aku harus kuliah online untuk sementara waktu ini," ucap Bela.


Tidak beberapa lama handphone nya berdering. Dia menghela nafas panjang karena itu sudah pasti Dimas.


"Halo kak? Aku sedang kuliah, kenapa kakak tidak berhenti menelpon ku dari tadi?" tanya Bela dengan kesal.


Dimas memasang wajah cemberut. "Aku hanya merindukan kekasih ku, apa itu salah?" tanya Dimas.


"Tapi ini masih jam sepuluh pagi, tapi kakak sudah menelpon ku lebih dari sepuluh kali."


Dimas menghela nafas panjang. "Bisa kah hari ini kita bertemu?"

__ADS_1


"Tidak bisa kak, bukan kah Minggu depan kita berjanji akan melakukan perjalanan menemui keluarga kakak?"


"Itu sangat lama sekali, aku sangat ingin bertemu dengan mu."


Bela menghela nafas panjang. "Aku harus lanjut kuliah, kakak juga bekerja lah dengan baik."


Bela langsung mematikan sambungan telepon. Dimas memasang wajah kesal.


"Apa dia bosan? apa dia akan berubah pikiran dan tidak mau menikah dengan ku?" tanya Dimas.


Bela tersenyum. "Dia pasti sangat takut kalau aku berubah pikiran, tapi itu tidak lah mungkin kak," ucap Bela.


Tidak beberapa lama Vira datang ke balkon. "Mbak Bela sedang kuliah?" tanya Vira.


"Iyah dek, ada apa?"


"Bukan kah, Minggu depan aku harus mendaftar sekolah? Aku jadi sekolah di mana mbak?"


Bela baru teringat kalau adik nya sudah masuk sekolah.


"Iyah, mbak pikirkan dulu yah."


"Aku mau sekolah di dekat rumah kita mbak, aku tidak mau di sini."


"Iyah sayang, nanti mbak bicarakan sama om Dimas."


"Oke Mbak."


"Ya udah kalau begitu kamu pergi main yah, mbak lanjut kuliah dulu."


Waktu makan siang...


"Kamu mau pesan apa?" tanya Roi kepada Serli.


"Sama saja sama punya kamu," jawab Serli. Roi mengangguk.


Mereka mencari meja untuk mereka berdua.


"Oh iya ngomong-ngomong bagaimana dinner tadi malam?" tanya Serli.


Roi tersenyum. "Ya mau bagaimana lagi? seperti biasa."


"Aku yakin pilihan pak Dimas pasti sangat cantik dan tentu nya wanita karir."


Roi mengangguk. "Dia adalah anak tunggal dari pemilik pabrik plastik yang cukup terkenal."


Serli memang tidak tau, tapi dia sudah tau dia pasti sangat cantik dan juga kaya.


"Kamu kelihatan nya bahagia banget, apa kamu suka kepada wanita itu?"


Roi mengangguk. "Dia baik, tidak sombong dia juga kelihatan nya lembut, selain itu dia juga sangat ceria dan ramah."


"Sangat berbeda sekali dengan ku," batin Serli.


"Tumben banget kamu perduli sama kencan buta ku," ucap Roi.

__ADS_1


"Enggak, aku hanya penasaran saja. Agar aku bisa tenang tidak di ganggu oleh ku lagi."


Roi tersenyum. "Aku minta maaf sebelumnya, aku tidak tau caranya membuat wanita suka kepada ku, tapi sekarang aku sudah banyak belajar kok."


__ADS_2