Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam
Episode 225


__ADS_3

Roi yang mendengar itu hanya bisa senyum-senyum sendiri.


Keesokan harinya...


Bela hari ini lagi-lagi kurang enak badan, saat sedang di kampus dia tiba-tiba jatuh pingsan karena memaksakan dirinya.


Suami nya sangat panik dan untung nya saja Kevin langsung membawa nya ke rumah sakit terdekat.


Saat Dimas sampai dia melihat Kevin menunggu di depan pintu ruangan rumah sakit.


"Humm Bela ada di dalam Pak." Tidak mengatakan apapun Dimas langsung masuk ke dalam.


Sementara Yana mendengar sahabat nya itu sakit jatuh pingsan dia sangat panik, namun pagi tadi mereka baru saja ribut perihal dia yang sama sekali tidak percaya kepada sahabatnya.


"Ah sudahlah, aku tidak perlu memikirkan dia berlebihan, lagian ada suami nya."


Selepas selesai kuliah dia segera pulang ke rumah nya. Namun sesampainya di rumah nya dia tiba-tiba kefikiran dengan kekasihnya.


"Sudah lama aku tidak pernah berkunjung ke perusahaan nya, apa sebaiknya aku datang membawa kan makan siang?" ucap nya.


Sesampainya di depan perusahaan dia langsung mencari keberadaan Kekasih nya.


Namum baru saja mau menuju ke ruangan kekasih nya dia kaget karena kekasih nya keluar dengan perempuan yang di sebut oleh Bela itu.


Dia kali ini curiga karena mereka bergandengan tangan layaknya pasangan.


Yana tidak mau diam, dia mengejar nya.


"Sayang!" panggil Yana.


Mereka berdua menoleh ke arah Yana. "Apa-apaan ini? Ini yang kamu bilang teman?" tanya Yana.


"Mas? Ini siapa?" tanya perempuan itu.


"Aku kekasih nya, kamu siapa? berani-beraninya merebut kekasih ku!"


"Maksud kamu apa mas?" tanya wanita itu terlihat kaget.


"Sayang, aku bisa jelasin."


"Sayang? kamu benar-benar yah!" Yana menampar wajah kekasih nya.


"Sudah lama kita berumah tangga mas, kita sudah memiliki anak, namun kenapa kamu tega menduakan aku seperti ini?" Yana sangat syok mendengar nya.


"berumah tangga?" ucap Yana.


"Iyah! Aku adalah istri nya, kita sudah 10 tahun berumah tangga!"


Yana terdiam. "Kamu perempuan tidak tau diri! Kamu yang merebut suami ku!" Dia mau menarik rambut Yana namun di lerai oleh suami nya.

__ADS_1


"Yana sebaiknya kamu pergi dari sini!"


"Bagaimana dengan hubungan kita? Kamu sudah mengambil perawan ku, aku butuh tanggung jawab kamu!"


"Kamu berhubungan dengan wanita ini? Kamu benar-benar laki-laki tidak tau diri!"


Yana langsung pergi karena kecewa. Dia membiarkan pasangan itu berkelahi.


Dengan perasaan campur aduk Yana duduk di dalam mobil nya sambil menenangkan pikiran nya.


"Ternyata selama ini dia sudah punya istri dan anak? Kenapa aku sangat bodoh?" batin Yana.


"Aku rasa ini sangat bodoh sekali," ucap Yana.


Yana mengingat lagi kalau sekarang dia sudah tidak perawan. "Apa yang harus aku lakukan? apakah aku harus merelakan ini? Tapi bagaimana dengan ku?"


"Tapi aku juga gak mau jadi penghancur rumah tangga orang lain."


"Aaaa!!! Kenapa aku sangat bodoh jadi perempuan!""


"Kenapa aku tidak mendengar kan Bela dari awal, sekarang aku menyesali semua nya."


"Nasi sudah menjadi bubur, semua nya sudah terjadi, apapun itu Yana harus terima.


"Sayang... kamu kenapa bisa sakit seperti ini? aku sudah bilang kan kalau kamu gak boleh kecapean!"


"Pokoknya mulai sekarang kamu kuliah online saja, aku akan mengurus semua nya dan masalah rumah aku akan mencari art."


"Gak apa-apa bagaimana? kamu pingsan, wajah kamu pucat dan ini infus terpasang di tangan kamu!"


"Tapi aku benar-benar tidak apa-apa, ini karena bawaan hamil aja."


Dimas menghela nafas panjang. "Dokter, periksa istri saya sudah membaik apa belum, saya ke depan sebentar." ucap Dimas dari pada mereka berdua ribut di dalam sana.


Dimas keluar, dia kaget melihat Kevin masih ada di sana menunggu Bela.


"Bagaimana keadaan Bela pak?" tanya Kevin. "dia sudah membaik, kamu bisa pulang sekarang. Terimakasih sudah mengantar kan nya ke sini."


Kevin mengintip ke dalam namun Dimas menghalangi dan meminta Kevin pergi.


Kevin terpaksa pergi walaupun sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan keadaan Bela.


Namun sedang perjalanan pulang handphone nya bunyi. "Halo?" dia menjawab telepon dari teman nya itu.


"Kevin.... Kamu di mana? Hiks.. Hikss..." Yana menelpon nya sambil menangis.


"Aku sedang perjalanan pulang, kamu kenapa?" tanya Kevin.


"Aku.. Aku mau ketemu sama kamu, aku butuh kamu," ucap Yana.

__ADS_1


"Sekarang kamu di mana, aku akan ke sana."


Tidak beberapa lama Kevin sampai. Dia melihat Yana duduk di Cafe sendirian. "Ya ampun Yana, kamu baik-baik saja? aku berfikir terjadi sesuatu."


"Hikss.. Hikss..." Yana tiba-tiba menangis lagi."


"Ada apa? Coba cerita," ucap kevin duduk di depan Yana.


"Pacar ku ternyata sudah punya istri dan anak," ucap Yana.


Kevin terdiam sejenak, dia sudah curiga awalnya, namun tidak terlalu perduli.


"Jadi kamu adalah selingkuhan nya?" tanya Kevin.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Kalau aku tau mungkin aku tidak mau."


"Sudah jangan menangis," ucap Kevin.


"Aku harus bagaimana? Aku juga mencintainya."


Kevin tidak tau mau memberikan masukan apa, namun setidaknya dia mendengarkan Yana menangis sambil berbicara.


Malam hari nya Bela sudah pulang ke rumah nya. Dia langsung istirahat ke kamar.


"Vira, ambil kan mbak Bela minum," ucap nya dengan lembut kepada Vira.


"Mulai hari ini aku tidak ingin melihat kamu mengerjakan apapun itu, kamu harus sembuh dulu."


"Aku sudah mendapatkan pelayan di rumah ini."


Bela menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau."


"Bela, ini demi kebaikan kamu dan anak kita."


"Tapi tetap saja, aku tidak mau orang lain masuk ke rumah ini."


"Aku ingin mengurus rumah ini, ngurus suami dan adik ku sendiri. Itu sudah jadi tanggung jawab ku."


Dimas sangat greget dengan istri nya itu. Namun Bela tidak bisa di bantah sama sekali. "Ya sudah kalau begitu terserah kamu saja, tapi bisa kan kalau kamu minta tolong kepada ku?" tanya Dimas.


"Baiklah mas," ucap Bela.


Dimas tersenyum.


Makan malam Dimas memasak ayam goreng, tidak terlalu istimewa, karena sayur nya hanya bayam, itu yang di inginkan oleh istrinya.


Sementara Vira tidak pemilih dia bisa Makan apa saja asalkan jangan pedas.


Dimas membiarkan istrinya istirahat setelah selesai minum obat. Awalnya ia mau menemani Vira belajar,. namun Vira ingin belajar sendiri dia jadi fokus nonton tv.

__ADS_1


Akhir-akhir ini dia sangat tertarik menonton film bola, tidak biasanya dia tertarik dengan pertandingan semacam itu, namun kini dia akan stay di depan TV.


Dimas menunggu sampai acara bola itu selesai, walaupun sangat ngantuk dia harus menyelesaikan nya dan setelah itu baru pergi tidur.


__ADS_2