
Mereka berdua keheranan melihat Kayla yang berubah drastis tidak seperti sebelumnya.
Namun Bela tidak menolak, dan dia meminum jus buatan Kayla.
Namun ternyata kurang enak. "Bagaimana? Apa rasanya pas?" tanya kayla.
Bela mau jujur namun Bibik langsung menahan nya. "Enak kok Non, justru jus seperti ini sangat banyak manfaatnya."
Kayla di puji sangat senang sekali, dia sudah sangat haus dan langsung mencoba nya. Namun Kayla merasa ada yang aneh.
Tapi mungkin karena dia sudah sangat haus dia menghiraukan rasa yang kurang pas.
Seharian Kayla menemani Bela sampai dia tertidur, Kayla juga ikut tidur, dia juga bermain dengan Vira.
Bibik melihat Kayla masih merasa bersalah, namun melihat Kayla nyaman-nyaman saja Bibik semakin heran.
Di sore hari nya Fahri dan Dimas pulang. Fahri harus membawa Kayla pulang .
"Terimakasih sudah mau membantu aku mbak," ucap Bela kepada Kayla.
"Iyah, semoga kamu cepat sembuh yah," ucap Kayla.
"Besok ante ke sini lagi kan?" tanya Vira.
"Iyah dong sayang, apa kamu mau ikut ante ke rumah om Dimas?" tanya Kayla.
"Sebaiknya gak usah Tante, aku sudah banyak merepotkan Tante."
"Siapa bilang? Vira anak yang baik dan tidak rewel."
"Om, Mbak, aku boleh kan ikut sama Ante cantik dan om Fahri tanya Vira.
Bela menggeleng kan kepala nya. Namun Dimas malah setuju.
Vira sangat senang, setelah itu Fahri membawa mereka, sementara Bibik juga langsung pamit pulang.
"Kenapa kakak mengijinkan Vira ikut? Bagaimana kalau dia merepotkan mbak Kayla? Dia pasti mau istirahat juga."
"Tante Kayla yah mau membawa Vira, Vira juga pasti bosan di rumah karena biasanya keluar untuk sekolah."
"Tapi.."
"Sudah, sekarang ayo masuk ke dalam, kamu juga harus mandi," ucap Dimas.
"Aku belum bisa mandi."
"Saya akan membantu," ucap Dimas.
__ADS_1
Bela langsung menutup dadanya. "Kelak aku akan melihat nya juga," ucap Dimas.
Bela menghela nafas panjang. Ini yang dia khawatirkaj ketika berdua di rumah.
Dimas membantu Bela mandi walaupun Bela menolak. Namun Bela tidak memiliki kekuatan untuk melawan Dimas.
Sementara di rumah Dimas. Kayla dan Fahri sedang menonton bersama di ruang tamu bersama Vira yang berbaring di paha Vira dan kaki nya ke paha Fahri.
"Wahh non Kayla dan juga Fahri terlihat seperti pasangan suami yang bahagia," ucap pelayan.
"Apa yang kalian lihat? Kenapa belum istirahat?" tanya Bibik.
"Lihat deh bik."
Bibik melihat ke arah ruang TV. Bibik tersenyum. "Cocok banget yah bik," ucap mereka.
"Cocok sih, tapi mana mungkin non Kayla mau sama pria lebih muda dari nya."
"Fahri memiliki banyak kelebihan, tidak mungkin lah non Kayla menolak nya."
"Emang nya kamu gak cemburu? Bukan nya kamu suka sama Fahri?"
"Humm aku suka sih sama dia, hanya saja aku harus sadar karena Fahri itu sudah sama seperti Tuan Dimas."
"Sudah-sudah ayo kita istirahat," mereka semua masuk ke kamar masing-masing.
Begitu juga dengan Vira ternyata Vira sudah tidur begitu nyenyak.
Fahri menghela nafas panjang. "Kenapa mereka mengajak menonton kalau tidak bisa menonton film sampai selesai?!"
Fahri membangun kan Kayla. Dia menggendong Vira.
Sementara Kayla antara sadar dan tidak sadar, dia memegang ujung baju Fahri dan naik ke lantai atas.
Di kamar Kayla, Fahri membaringkan Vira. Fahri juga membantu Kayla naik ke tempat tidur, namun tiba-tiba Kayla menarik kerah baju Fahri.
Wajah mereka berdekatan. "Apa yang mbak lakukan?" tanya Fahri.
Kayla mencium bibir Fahri. Tidak bisa menolak Fahri langsung membalas nya. Kayla menarik Fahri berbaring di tempat tidur dan Kayla mengunci Fahri di pelukan nya.
"Hari ini di lantai atas hanya ada kita, tidur lah di sini," ucap Kayla.
Fahri mengangguk. Dia memberikan tangan nya menjadi bantal Kayla.
Kayla melihat ke arah Vira. "Apa mbak sengaja membawa Vira ke sini?" tanya Fahri.
Fahri berfikir kalau Vira ada, Kayla bisa membuat alasan untuk satu kamar dengan Fahri dan juga memiliki banyak waktu dengan Fahri.
__ADS_1
"Kamu selalu berfikir negatif pada ku, aku hanya sangat menyukai dia, aku merasa tidak kesepian ketika bersama dia."
Keesokan harinya Kayla bangun karena merasa ada sesuatu yang menyentuh bibir nya. Dia membuka mata nya ternyata dari tadi Fahri memainkan bibir nya dan juga mengecup nya.
"Apa aku membangun kan mbak?" tanya Fahri. Kayla tersenyum dia menatap wajah Fahri.
"Tentu kamu mengganggu ku," ucap Kayla. Kayla melihat ke samping nya masih ada Vira.
"Ini jam berapa?" tanya Kayla. "Masih jam enam pagi," ucap Fahri.
Kayla bergeliat meregang kan otot-otot nya namun tidak sengaja menyenggol milik Fahri.
"Auh!"
Kayla menatap Fahri dan mengintip ke dalam selimut.
"Apa kamu bernafsu di pagi hari seperti ini kepada ku?" tanya Kayla.
Fahri terdiam sejenak, dia mau menjawab namun dia malu, tapi dia sadar kalau pasangan nya itu sudah dewasa dan sudah paham dengan hal seperti itu, dan dia juga tau kalau Kayla tidak ada sungkan sama sekali.
"Bukan seperti itu," ucap Fahri. "Walaupun kita pacaran, walaupun aku sudah berumur dan lebih tua dari kamu, tetap saja sebelum kamu menikahi aku, aku tidak akan memberikan nya," ucap Kayla.
"Huff Kenapa pembicaraan nya harus seperti ini sih? Berpura-pura tidak tau apa salahnya?" batin Fahri karena dia menjadi sangat malu sekali.
"Kalau begitu aku ke kamar mandi dulu," Ucap Dimas.
Dia keluar dari kamar Kayla. Tidak beberapa lama akhirnya mereka kumpul di meja makan.
"Hari ini pak Dimas membatalkan beberapa pekerjaan, aku tidak terburu-buru ke kantor," ucap Fahri.
"Bagus banget, kamu harus membawa aku dengan Vira jalan-jalan ke mall, pasti Vira juga ingin merasakan permainan yang ada di sana."
"Selain itu, aku juga sudah janji kepada nya."
Fahri mengangguk. "Tapi aku harus ijin dulu sama Bela dan juga pak Dimas."
Kayla mengangguk. Di meja makan Dimas mengatakan kalau Vira tidak bisa datang pagi ini, dia akan pergi bersama Fahri dan juga Kayla.
Bela tidak keberatan kalau Vira mau. "Oh iya, pagi ini kita harus ke dokter," ucap Dimas.
"Loh bukannya nya hari ini kakak kerja? Aku bisa pergi sama Yana dan juga Kevin."
"Aku sudah membatalkan pekerjaan pagi ini demi mengantarkan kamu ke rumah sakit, kalau kamu lebih memilih teman-teman mu, aku akan sangat marah," ucap Dimas.
"Oke baiklah kak."
Dimas tersenyum. "Anak yang baik,. kalau begitu lanjut makan," ucap Dimas.
__ADS_1