
"Ada apa kak? Kak Dimas..." ucap Bela berusaha membangun kan suami nya namun dia mencium aroma alkohol yang sangat menyengat sekali.
"Apa kak Dimas sedang mabuk?" batin Bela. Mencium aroma alkohol membuat kepala nya sangat pusing sekali.
"Ya ampun, bisa-bisa nya dia mabuk dalam keadaan seperti ini!" ucap Kayla.
"Dimas! Dimas bangun!" ucap Kayla. Dia tidak membiarkan Bela membantu suami nya karena Dimas seperti itu karena mabuk.
"Biarkan saja dia tidur di sini, dia harus di kasih hukuman sesekali," ucap Kayla.
Dua jam akhirnya Dimas terbangun karena Kayla menyiram wajah nya dengan air.
"Apa-apaan ini!" ucap Dimas kaget. "Justru kamu yang apa-apaan, kenapa pulang-pulang seperti ini kamu mabuk? ini masih sore namun sudah mabuk!" ucap Kayla.
Dimas langsung bangun dia baru sadar ternyata dia tidur di lantai.
"Maaf Tante, aku sangat pusing sekali."
"Maaf-maaf! Mandi sana!" ucap Kayla.
"Bela mana Tante?" tanya Dimas.
"Dia mual-mual karena mencium alkohol dari badan mu, kamu seperti memandikan alkohol saja."
Kayla merasa sangat kesal sekali melihat Keponakan nya itu.
"Kenapa kamu mabuk? Apa kamu tidak ingat istri mu sedang mengandung anak mu?" tanya Kayla.
"Aku minta maaf Tante, aku tidak bisa menolak semua ajakan teman ku," ucap Dimas.
"Benar-benar kamu yah!" ucap Kayla.
Dimas segera bangun dan langsung ke kamar istrinya. Dia melihat jam. "Huff ini ternyata sudah jam lima sore,* ucap Dimas.
Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai mandi, berusaha untuk tidak membangun kan istri nya. Tidak beberapa lama akhirnya bela terbangun.
"Apa yang Kakak lakukan?" tanya Bela karena suami nya tidak berhenti menekan-nekan perut Bela dengan lembut.
"Kenapa perut kamu belum bergerak? bukan kah biasanya di usia sekarang sudah bisa bergerak?" tanya Dimas.
Bela menghela nafas panjang. "Belum mas, nanti kalau sudah umur empat bulan baru terasa."
"Oohh, tapi perut kamu sudah kelihatan sedikit," ucap Dimas lagi.
"Ya wajar lah kak," ucap Bela.
__ADS_1
Bela menatap wajah suami nya. "Sejak kapan kakak sadar?" tanya Bela.
Dimas terdiam langsung. Tadinya dia berusaha untuk mengalihkan pembicaraan namun istri nya malah membahas itu.
"Humm, Iyah, tadi di siram air sama. Tante Kayla. Mendengar itu Bela mau ketawa.
"Kok kamu ketawa sih? Kenapa kamu tidak membantu ku ke kamar dan malah membiarkan aku tidur di lantai?" tanya Dimas.
"Tadi nya mau aku bantuin, namun tau kakak mabuk, aku sangat kesal," ucap Bela.
"Ya Maaf sayang, kamu tau kan kalau teman-teman sudah menawarkan sesuatu tidak bisa kita tolak begitu saja."
"Hufff, seharusnya kakak tidak minum berlebihan!"
"Itu hanya sedikit saja sayang, tidak berlebihan kok," ucap Dimas.
"Tidak berlebihan bagaimana? Sudah jelas kakak tidak akan mabuk Kalau minum hanya sedikit saja."
"Serius sayang, mungkin karena sudah lama tidak minum jadi sedikit saja hanya beberapa gelas sudah mabuk."
Bela menghela nafas panjang. Dimas langsung meminta maaf.
"Ya udah deh kalau kamu tidak percaya, aku minta maaf yah sayang, besok gak akan seperti itu lagi kok, Janji deh," ucap Dimas.
Bela hanya diam saja, "Kamu jangan marah dong, aku sudah minta maaf, apa kamu tidak mau memaafkan aku, sayang...." Dimas berusaha terus membujuk Bela agar mau memaafkan diri nya.
"Apa syaratnya? aku akan melakukan apapun asalkan kamu memaafkan aku," ucap Dimas.
Bela menatap Dimas. "Humm bagaimana kalau pijit-pijit kaki dan badan ku?" tanya Bela. Dimas langsung mengangguk dia melakukan nya dengan sangat tulus.
Bela berbaring sambil menatap wajah suami nya yang tidak berhenti tersenyum ke pada nya.
"Apa yang kakak lihat?" tanya Bela.
"Aku sedang melihat istri ku yang cantik," ucap Dimas. Bela menghela nafas panjang. "Bisa saja," ucap Bela.
"Humm Kakak yang capek nganterin Yana, aku yang di pijit," ucap Bela. "Ini adalah hukuman, nanti kalau kamu melakukan kesalahan kamu harus melakukan hal yang sama, karena menginjak gas dan rem sepanjang perjalanan sangat melelahkan."
Bela mengangguk. Dia langsung duduk dan bergantian dengan Dimas, Dimas tidak mau, namun Bela tetap memaksa untuk memijit kaki suaminya.
"Bagaimana? enak kan?" tanya Bela.
Dimas mengangguk. "Pijitan istri ku memang sangat enak sekali," ucap Dimas.
Baru beberapa menit namun Dimas malah ketiduran. "Humm seperti nya dia masih kecapean dan belum sadar sepenuhnya." Bela membiarkan Dimas untuk tidur.
__ADS_1
Setelah Dimas tidur, bela keluar dari kamar karena Kayla memanggil nya dari luar.
"Ada apa Tante?" tanya Bela.
"Dimas di mana? apa dia mengganggu kamu lagi?" tanya Kayla.
"Enggak kok Tante, dia juga sudah minta maaf."
"Kamu tidak boleh membiarkan dia terus seperti itu karena dia benar-benar kelewatan."
"Dia mabuk karena teman-teman nya Tante, dia juga sudah minta maaf."
"Kamu bela saja terus suami kamu itu," ucap Kayla.
Bela hanya tersenyum saja. "Hari ini aku jadi pulang yah," ucap Kayla. "Kok cepat banget Tante? Bukan nya besok Fahri pulang?" tanya Bela.
"Besok pagi, itu sebabnya malam ini Tante harus di rumah."
"Oohh ya udah deh kalau begitu, Tante hati-hati yah, kalau ada waktu mampir lagi kita bisa belajar," ucap Bela.
Kayla mengangguk. "Terimakasih banyak yah Bela, kalau begitu Tante berangkat dulu, oh iya kamu tidak boleh membiarkan suami kamu seperti itu lagi," ucap Kayla.
Kayla harus tegas kepada istri Keponakan nya dan juga kepada Keponakan nya karena dia lebih tua.
Dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada rumah tangga keponakan nya.
"Oh iya, kalau bisa teman kamu jangan terlalu lama di sini yah, kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depan nya, intinya saling menjaga saja."
"Tante bukan bermaksud apa-apa kok," ucap Kayla.
"Iyah Tante, aku paham kok."
Kayla sudah memberikan nasehat, karena dia perduli setelah itu dia pun bisa pergi dengan tenang.
Bela dan Vira mengantarkan nya ke depan rumah.
"Yahh, Ante cantik sudah pergi, Tante Yana juga sudah pergi, kita bertiga lagi," ucap Vira.
"Nanti mereka pasti datang lagi," ucap Bela. Mereka masuk ke dalam rumah.
"Oh iya sudah dua hari Yuda tidak main ke sini lagi, apa kamu berantem lagi sama dia?" tanya Kayla.
"Enggak kok Mbak, dia kedatangan nenek dan kakek nya, jadi dia di jemput sama supir nya sangat cepat dan hari ini dia tidak masuk sekolah."
"Pasti kamu sangat kesepian kan?"
__ADS_1
"Iyah mbak, Ante cantik juga pergi, jadi aku semakin kesepian deh, aku tidak memiliki teman bermain," ucap Vira.